Lama Membaca: 2menitPranawengrum Katamsi | Tokoh.ID
Data Singkat
Pranawengrum Katamsi, Penyanyi Seriosa / Ibu Seriosa Indonesia | 28 Mar 1943 – 4 Sept 2006 | Ensiklopedi | P | Perempuan, Islam, DI Yogyakarta, Dosen, Guru, Penyanyi, UI, universitas indonesia, seriosa, pengajar, piano
Nama:
Pranawengrum Katamsi
Lahir:
Yogyakarta, 28 Maret 1943
Wafat:
Jakarta, 4 September 2006
Makam:
TPU Pangkalan Jati, Pondok Labu, Jakarta Selatan
Pekerjaan:
Penyanyi seriosa
Orangtua:
RM Surachmad Padmorahardjo & Oemi Salamah
Suami:
Amoroso Katamsi (menikah 27 Januari 1964)
Anak:
Ratna Arumasari
Doddy Keswara Kartikajaya
Ratna Kusumaningrum (Aning Katamsi)
Pendidikan:
Fakultas Sosial Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, sampai tingkat tiga
SMA BOPKRI
Prestasi & Penghargaan:
Juara satu dan meraih bintang utama dalam perlombaan bintang radio dan televisi tingkat nasional jenis seriosa, 1964, 1965, 1966, 1968, 1974, 1980
Piala WR Supratman
Juara Harapan Lomba Bintang Radio tingkat nasional, 1962
Juara bintang radio Yogyakarta, 1961
Juara II Lomba Seriosa di Pekan Kesenian Jakarta, 1960
Juara III Lomba Seriosa di Pekan Kesenian Jakarta, 1960
Juara Pertama Pekan Kesenian Mahasiswa seluruh Indonesia di Denpasar Bali
Karir:
Mendirikan dan memimpin Paduan Suara Wijayakusuma di Cilacap, Jawa Tengah, pada 1970
Pentas Paduan Suara Mahasiswa Nommensen Medan
Oratorium The Messiah (Handel)
Orkes mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta pimpinan Ed van Ness membawakan The Creation (Haydn)
Berkolaborasi dengan konduktor Richard Haskin dari Orkes PPIA, pemimpin koor N Simanungkalit, Max Rukmarata, dan FX Sutopo
Bersama Binsar Sitompoel membina Paduan Suara Gita Nusantara, Paduan Suara Anak-anak Radio Republik Indonesia (RRI), dan Paduan Suara Wanita di Jakarta.
1956: Pemerintah Indonesia membentuk Provinsi Kalimantan Tengah.
1985: Coca-Cola memperkenalkan formula baru 'New Coke', yang tidak diterima pasar.
1616: William Shakespeare dan Miguel de Cervantes meninggal pada hari yang sama.
23 April
Pada tahun 1901, Datuk Sutan Marajo bersama adiknya Baharudin Sutan Rajo nan Gadang menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat kabar yang diberi nama Warta Berita yang merupakan surat kabar pertama di Indonesia yang berbahasa Indonesia (bahasa Melayu dengan huruf Latin), dimana pemilik dan redakturnya orang Indonesia.