BerandaLorong Kata(P)RESIDENT EVIL

(P)RESIDENT EVIL

Ketika monster kekuasaan makin besar dan orang-orang yang dulu melawannya ikut tertular

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷 – Sistem Sunyi
Lama Membaca: 2 menit

Dalam Resident Evil, ada monster yang terus membesar karena menyerap tubuh korbannya. Ia bahkan bisa menggelinding seperti bola untuk mengejar mangsa. Kalau monster semacam itu masuk ke lingkungan kekuasaan, mungkin ia tidak perlu repot-repot mengejar siapa pun.

Bryan sebenarnya cuma mau mencari tambahan uang. Sebagai kurir medis, ia menerima pekerjaan mengantarkan sebuah paket ke Raccoon City. Perjalanannya melewati jalanan bersalju, sampai seorang perempuan tiba-tiba muncul di depan mobilnya. Bryan menabraknya dan malam yang semula hanya urusan antar paket berubah menjadi mimpi buruk.

Begitulah nasib Bryan dalam Resident Evil (2026), film horor garapan Zach Cregger yang dibintangi Austin Abrams. Ia terjebak di tengah wabah yang mengubah manusia menjadi monster. Mau pulang susah, meneruskan perjalanan juga tidak kalah berbahaya.

Salah satu kejutan paling menjijikkan menunggunya di sebuah rumah peternakan. Dua zombie yang ditembak Bryan ternyata belum selesai membuat masalah. Tubuh keduanya malah menyatu, lalu mulai menyerap korban-korban berikutnya. Monster itu semakin besar dengan tangan, kaki, dan bagian tubuh manusia bertumpuk di mana-mana. Ketika sudah terlalu besar untuk bergerak seperti biasa, ia menggelinding mengejar mangsanya.

Entah bagaimana para pembuat film mendapat ide monster semacam itu. Yang jelas, Bryan pasti menyesal menerima pekerjaan tambahan malam itu.

Tetapi bayangkan kalau monster yang gemar mengumpulkan tubuh manusia itu pindah ke lingkungan kekuasaan. Ia mungkin tidak perlu mengejar mangsa sampai menggelinding. Cukup menyediakan beberapa kursi empuk, orang-orang akan datang sendiri.

Ada yang memang sudah lama ingin bergabung. Ada pula yang tadinya paling keras mengecam monster tersebut. Namun, setelah mendapat undangan untuk masuk, mereka mulai melihat sisi baik yang sebelumnya tidak pernah terlihat. Monster yang dahulu dianggap berbahaya ternyata bisa diajak bekerja sama. Bahkan, menurut mereka, keadaan mungkin akan lebih buruk kalau tidak ada orang baik yang bersedia mendampinginya. Begitulah virusnya mulai bekerja.

Orang yang kemarin masih rajin mengkritik kini sibuk menjelaskan mengapa kritik orang lain terlalu berlebihan. Ia mulai tersinggung ketika ada yang mengingatkan ucapannya sendiri beberapa bulan lalu. Kalau ditanya mengapa sekarang berubah, jawabannya biasanya panjang. Rupanya setelah duduk di kursi yang lebih empuk, persoalan memang terlihat jauh lebih rumit.

Wilson Fisk dalam Daredevil: Born Again barangkali akan menyukai cara kerja virus semacam ini. Sebagai wali kota, ia berbicara tentang hukum, ketertiban, dan kecintaannya kepada rakyat New York. Sementara itu, orang-orang di sekelilingnya membantu memastikan bahwa siapa pun yang mengganggu rencananya mendapat perhatian khusus.

Tetapi monster Resident Evil punya kelebihan lain. Ia bisa menyerap tubuh siapa saja, termasuk orang yang sebelumnya berusaha membunuhnya. Tidak peduli apakah korbannya dahulu kawan atau lawan. Begitu menempel, semuanya ikut menggelinding.

Di lingkungan kekuasaan, pemandangan serupa kadang muncul tanpa perlu bantuan virus sungguhan. Orang-orang yang dahulu saling mengecam kini duduk berdampingan. Mereka tertawa bersama, saling memuji, dan sesekali mengingatkan masyarakat agar tidak terus-menerus mempersoalkan masa lalu. Sementara itu, monster terus membesar.

Bryan sendiri tidak punya kesempatan berunding dengan makhluk yang mengejarnya. Ia harus mencari jalan keluar dari Raccoon City, menghadapi berbagai kejutan mengerikan, dan berharap masih bisa pulang dalam keadaan utuh. Sayangnya, virus dalam film ini punya kebiasaan buruk. Orang yang merasa sudah berhasil lolos belum tentu benar-benar selamat.

Anda Mungkin Suka

Bagaimana nasib Bryan? Sebaiknya tonton sendiri. Ada kejutan menjelang akhir yang membuat monster di rumah peternakan tadi terasa semakin menarik.

Untungnya, monster dalam film masih bisa ditinggalkan begitu lampu bioskop menyala. Kita bisa pulang, makan malam, lalu tidur dengan sedikit harapan tidak bermimpi dikejar bola raksasa yang penuh tangan dan kaki.

Monster di lingkungan kekuasaan mungkin lebih merepotkan. Apalagi kalau orang-orang yang dulu berjanji akan menghentikannya sekarang sudah ikut menempel di tubuhnya.

Dalam film, namanya Resident Evil.

Kalau monsternya sudah tinggal di istana, tinggal tambahkan satu huruf.

(P)RESIDENT EVIL.

(Atur Lorielcide / TokohIndonesia.com)

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (24.5%), Jokowi (19.1%), Gusdur (15.5%), Megawati (9.9%), Soeharto (9.6%)

Populer (All Time)

Terbaru