Kisah Kasihnya dengan Isteri dan Anak

[ Sutiyoso ]
 
0
293
Sutiyoso
Sutiyoso | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Menjadi pemimpin, apalagi sebagai gubernur di ibukota, tentu mempunyai konsekuensi terhadap keluarga. Terutama soal waktu dan perhatian. Juga bagaimana keluarga, isteri dan anak-anak harus memahami posisinya sebagai pejabat politis.

Maka, Bang Yos, setelah menjadi Gubernur (1997), pertama-tama memberi bekal baru kepada istri dan kedua puterinya. Ia memberitahu bahwa posisinya sudah tidak di militer lagi, medannya sudah lain yaitu medan politik. Dia pun menjelaskan politik itu bagaimana. Permainannya kadang-kadang kotor. Misalnya, ada isu miring yang sengaja diekspos ke publik.

Bang Yos berpesan kepada keluarga, kalau ada isu ini isu itu, tak usah ke mana-mana ditanya. “tanya sama papa betul apa tidak,” jelasnya. Dia pun berpesan jangan berkomentar apa-apa karena ini sudah di medan politik di mana ada orang yang suka juga ada yang tidak suka.

Di antaranya, Sutiyoso membekali anak-anaknya perihal sering dikait-kaitkan namanya dengan peritiwa 27 Juli 1996, yakni kejadian perebutan paksa kantor DPP PDI antara kubu PDI Pro Megawati Soekarnoputri, dengan kubu Soerjadi yang didukung Pemerintah Orba. Sutiyoso meyakinkan isteri dan puterinya, bahwa dia tidak bersalah dalam terjadinya peristiwa itu. Maka dia berpesan, andai ia dipenjara karena kasus itu mereka jangan pernah malu, kecuali karena korupsi. Sebab, jelas Sutiyoso, politik itu terserah siapa yang berkuasa. ch robin s – sh (Diterbitkan juga di Majalah Tokoh Indonesia Edisi 20)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here