Orientasi Prestasi Sang Inovator

[ Alinafiah ]
 
0
286

04 |Demokratis dan Tak Pernah Marah

Alinafiah
Alinafiah

Dalam kepemimpinnya ia juga dikenal demokratis dan siap dikritik staf. Ia menegaskan, kalau ada yang berpandangan berbeda dengan kita, jangan dibenci. Bahkan jadikan pandangannya sebagai masukan, memperkaya gagasan atau wacana. Selain itu, dalam kepemimpinannya, ia juga hampir tidak pernah marah kepada staf.

Kenapa ia tak marah? “Saya tidak akan marah sebab marah itu capek dan kebetulan dalam lingkungan dan gaya saya yang seperti ini hampir tidak alasan yang membuat saya bisa marah, kadang-kadang saya heran juga,” ujar putera bangsa yang pernah mengecap pendidikan Emotional Intelegence (Jakarta 1999) ini. Menurutnya, gaya marah itu tidak perlu teriak-teriak atau membenci orang, tapi dengan memberikan disposisi, memberikan arahan sehingga orang menjadi tahu ke mana sebetulnya. Tapi bukan dengan menjadi teriak-teriak.

Karyawan Posindo juga mengenalnya sebagai orang yang bersahaja. Dalam setiap kali berkunjung ke daerah, misalnya, ia tidak pernah mengharapkan penyambutan atau perlakuan istimewa. Seperti ketika berkunjung ke Papua untuk melihat dari dekat peran Pos Indonesia di sana. Juga ke Cirebon-Bandung-Tasik sampai Pekalongan, berkomunikasi dengan jajaran Posindo di sana. Semua menunggu dengan antusias kehadirannya. Dalam satu hari, ia berbicara di 7-8 kantor, hingga jam 11 malam. Karena jajarannya menunggu semua sampai jam yang terakhir, berbicara tentang pos masa depan.

Secara kemampuan fisik, itu tentu sangat berat. Tapi itu ia lakukan. “Kalau mau enak, ngapain sih dirut gitu-gitu. Kalau saya katakan tidak mau, tinggal saja di hotel dan tidur selesai kan? Demi kenyamanan kita tidur, tapi apakah di tidurnya kita itu nyenyak?” katanya ketika hal ini dikonfirmasikan. Setelah itu, baru ia pulang ke hotel, tidur hanya 4 jam, tetapi penuh dengan keindahan, kepuasan melihat kawan-kawan kita di Nusantara yang masih tetap semangat. “Itu adalah lebih dari obat tidur yang dosisnya tinggi sekali. Itu yang saya lihat, dan itu yang membuat hidup ini tetap sehat, Alhamdulillah,” kata penulis ‘Prospek Jasa Perposan Pada Era Perekonomian Mendatang Serta Analisis SDM Dalam Meningkatkan Kinerja dan Daya Saing Industri Perposan di Era Globlal’ (2000) ini.

Salah satu rahasia pengendalian emosi dan pemeliharaan ketahanan fisiknya mungkin juga terkait pada hoby menikmati alam, pertanian dan perikanan. Bahkan ia mengaku mimpinya pun selalu berhubungan dengan ikan. “Itu sebabnya jika saya puyeng, karena rapat dan urusan kantor, saya pergi ke kebun. Di situ ada ikan. Saya memancing, menangkap ikan. Bukan untuk dijual tapi hiburan. Setelah itu, saya pulang sudah bisa bekerja sampai 12 malam lagi. Jadi benar-benar saya jadikan sebagai tempat hiburan. Kalau golf itu bukan hoby tapi itu hanya untuk networking,” kata penggemar makanan genjer ini.

Pengalamannya lebih 27 tahun di BUMN ini, sejak dimulai naik sepeda hingga posisi sekarang ini, dengan segala kreatifitas dan inovasinya, telah menjadi jaminan kompetensi, integritas, dedikasi dan loyalitasnya kepada perusahaan jasa perposan ini. Ia memang bertekad memberikan yang terbaik, sebagai bagian sumbangsihnya untuk bangsa dan negara ini. Terutama dalam meningkatkan peran Pos Indonesia mempersatukan bangsa ini.

Itulah pula antara lain yang selalau menyalakan semangatnya untuk melakukan inovasi agar Pos Indonesia bisa memberikan pelayan paripurna kepada publik. Salah satu inovasi yang baru saja dilakukannya adalah layanan SMS Pos (Short Message Service via Pos) yang diluncurkan pada Oktober 2002. Layanan ini merupakan hasil kerjasama antara PT Pos Indonesia dengan Mitra Kerja Cellular Provider ProXL, Satelindo dan Telkomel. Sedangkan untuk content Providernya dengan PT Bali Iklanmindo Semesta selaku penyedia SMS-Gateway menjadi inter-face antara SMS-Center milik Cellular Provider dengan Server Ratsim milik PT Pos Indonesia.

Layanan SMS Pos ini benar-benar feasible. Sehingga tak heran bila dalam waktu singkat telah berhasil mendapat Anugerah Telematika Kadin Indonesia berupa Piagam Penghargaan dan Piala “Micronics Internusa Golden Award for The Best I.T Product of The Year”. Penyerahan penghargaan itu dilakukan di Hotel LeMeridien Nirwana Bali Resort, Bali (28/02/03).

Produk SMS Pos ini memungkinkan masyarakat pengguna ponsel dapat mengirimkan kartu ucapan kepada masyarakat yang tidak memiliki ponsel. Masyarakat kini sudah dapat terlayani hanya dengan menekan tombol pada ponsel tanpa perlu datang ke loket-laket kantor pos.

Layanan SMS Pos ini didukung jaringan 154 Kantor Layanan Kantor Pos di seluruh Indonesia. Sistem tersebut merupakan cikal-bakal untuk memungkinkan dikembangkan bagi layanan lain (related). Layanan ini memiliki prospek bisnis yang tak hanya membawa hasil yang baik bagi internal PT Pos tapi juga dapat mempengaruhi serta dapat memberi kesempatan pada lingkungan untuk berkembang. crs, mlp (Diterbitkan juga di Majalah Tokoh Indonesia 03 – Juli 2003)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here