Presiden RI ‘Terpopuler’

[ Susilo Bambang Yudhoyono ]
 
0
158
Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Ini dia Presiden Republik Indonesia ‘terpopuler’. Presiden RI pertama hasil pilihan rakyat secara langsung (2004). Lulusan terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY ini selalu berusaha meningkatkan citra. ‘Jenderal yang Berpikir’, ini mengatur penampil, wibawa serta bertutur kata bersayap dan sistematis. Berkat popularitasnya yang ditopang program pragmatis bantuan langsung tunai, dia terpilih kembali (2009) menjabat Presiden periode kedua (2009-2014).

Dia meniupkan harapan kepada rakyat yang menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, paduan dwitunggal ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil dan sejahtera kepada rakyat. Pasangan ini meraih suara mayoritas rakyat Indonesia (61 persen), mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri – KH Hasyim Muzadi.

Kemudian dengan mengandalkan popularitas dan program bantuan langsung tunai, SBY berpasangan dengan Boediono sebagai Calon Wakil Presiden Popularitas dengan penampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata bersayap dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional.berhasil meraih kemenangan dalam Pilpres 2009 dalam satu putaran dengan perolehan suara 60,8 persen.

Popularitas dengan penampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata bersayap dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).

Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal reformasi itu, TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. “Penghujatan terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan peran ABRI waktu itu,” katanya. Maka, Tokoh Indonesia DotCom menjulukinya sebagai ‘mutiara di atas lumpur’.

Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. (Hampir sama dengan pengalaman Jenderal Soeharto, ketika enam jenderal TNI diculik dalam peristiwa G-30-S/PKI, ‘the smiling jeneral’ itu berhasil tampil sebagai ‘penyelamat negeri’ dan memimpin republik selama 32 tahun. Sayang, kemudian jenderal berbintang lima ini terjebak dalam budaya feodalistik dan kepemimpinan militeristik. Pengalaman Pak Harto ini, tentulah berguna sebagai guru yang terbaik bagi pemimpin nasional negeri ini). (Bersambung) Ch. Robin Simanullang

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here