BerandaLorong KataRadical Break, yang Break Siapa?

Radical Break, yang Break Siapa?

Dari “perintah konstitusi” sampai kursi Wantimpres

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷 – Sistem Sunyi
Lama Membaca: 3 menit

Ada kata-kata yang terdengar berbeda setelah tempat orang yang mengucapkannya ikut berubah. “Break” mungkin salah satunya.

Rocky Gerung selama bertahun-tahun dikenal sebagai pengkritik yang berada di luar kekuasaan. Dari posisi itu, ia bebas membongkar alasan pemerintah, mempertanyakan kebijakan, dan menguji apakah keputusan politik masih dapat dipertanggungjawabkan secara akal sehat.

Ia bahkan pernah mengatakan bahwa akademisi hanya berpihak pada akal sehat. Karena itu, menurutnya, seorang akademisi memberikan kritik, bukan menjadi buzzer penguasa. Lalu pembicaraan tentang MBG dan Koperasi Desa Merah Putih membawa bahasa Rocky ke arah yang sedikit berbeda.

Dalam sebuah wawancara pada September 2026, Rocky mengatakan bahwa negara memang perlu membangun koperasi. Ia menyebutnya sebagai “perintah konstitusi” dan menegaskan, “saya memihak pada konstitusi”. Menurutnya, yang perlu dipersoalkan bukan gagasan koperasinya, melainkan bagaimana gagasan itu dilaksanakan. Ia juga menilai negara perlu turun tangan karena kondisi masyarakat di tingkat bawah belum sepenuhnya memungkinkan koperasi tumbuh dari bawah.

Di sini persoalannya bukan apakah koperasi atau program pemerintah boleh mempunyai dasar konstitusional. UUD 1945 memang memuat prinsip tentang kesejahteraan sosial, pendidikan, perekonomian, dan keadilan sosial. Tetapi nama MBG maupun Koperasi Desa Merah Putih tentu tidak tertulis di dalam konstitusi sebagai program yang harus dijalankan pemerintah.

Ada jarak antara amanat konstitusi dengan sebuah program konkret. Di antara keduanya terdapat tafsir, pilihan kebijakan, perancangan, anggaran, dan pelaksanaan. Rocky masuk ke wilayah itu dengan membawa konstitusi sebagai dasar pembacaan.

Lalu muncul istilah Radical Break. Rocky menjelaskan Radical Break sebagai kebutuhan untuk memutus cara penyusunan kebijakan yang terlalu teknokratis dan mengembalikannya kepada “genealogi dari konstitusi”, kepada garis ideologis yang menurutnya menjadi dasar negara. Kebijakan tidak cukup diperlakukan sebagai persoalan teknis pemerintahan. Ia harus dibaca kembali dari gagasan yang melahirkannya.

Karena itu, ketika Rocky membicarakan MBG dan koperasi dalam kerangka konstitusi, ia tidak hanya sedang menilai apakah sebuah program pemerintah berhasil atau gagal. Ia ikut menjelaskan dari mana program semacam itu dapat memperoleh alasan politik dan ideologisnya.

Dalam wawancara lain, ia mengatakan gagasan Prabowo mengenai koperasi sudah final dan ia mendukungnya. Ia juga mengkritik para menteri yang dianggap tidak mampu menjelaskan gagasan tersebut kepada masyarakat. Menurut Rocky, negara memang perlu mengambil peran karena kondisi masyarakat desa belum memungkinkan koperasi tumbuh sepenuhnya secara mandiri.

Bahasa seorang pengkritik mulai dipakai untuk menerangkan gagasan pemerintah. Tetapi Radical Break, menurut Rocky, justru lahir dari keinginan untuk memutus cara lama.

Tidak lama kemudian, Rocky dilantik Presiden Prabowo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada 2 Oktober 2026. Setelah pelantikan, ia menjelaskan perpindahan itu dengan kalimat yang sederhana: “Saya cuma pindah dari luar ke dalam.”

Menurutnya, sikap dan pandangannya tetap sama. “Radical break.” Ia juga mengatakan berada di dalam justru lebih enak.

Anda Mungkin Suka

Secara kelembagaan, memang ada perpindahan yang jelas. Orang yang selama ini memberikan pertimbangan kepada publik kini menjadi bagian dari lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden. Wantimpres bukan pelaksana teknis pemerintahan, melainkan lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden mengenai kebijakan.

Rocky mengatakan masuknya ia ke dalam tidak mengubah Radical Break. Radical Break mula-mula dipakai untuk mengkritik cara kebijakan dibangun. Dari sana ia bertemu dengan “genealogi konstitusi”, lalu bahasa konstitusi dipakai untuk membaca dan menjelaskan gagasan seperti MBG dan koperasi. Orang yang membawa gagasan tersebut kemudian masuk ke ruang yang memang bertugas memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan kepada Presiden.

Tidak perlu buru-buru menyimpulkan apakah Rocky berubah atau tidak. Ia sendiri sudah mengatakan bahwa ia hanya pindah dari luar ke dalam.

Rocky pernah mengatakan bahwa seorang akademisi berpihak pada akal sehat karena itu ia memberikan kritik, bukan menjadi buzzer penguasa. Sekarang ia mengatakan bahwa dirinya hanya pindah dari luar ke dalam, sementara sikap, pandangan, dan Radical Break tetap sama.

Kalau Radical Break memang berarti memutus sesuatu, pembaca tentu boleh bertanya: setelah semua ini, apa yang sebenarnya sudah putus?

Radical Break, yang break siapa?

(Atur Lorielcide / TokohIndonesia.com)

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (24.5%), Jokowi (19.1%), Gusdur (15.5%), Megawati (9.9%), Soeharto (9.6%)

Populer (All Time)

Terbaru