Oleh Soegeng Sarjadi | Bagi Yudhoyono dan Partai Demokrat, sekarang adalah the beginning of the end of an era. Dengan semua skandal yang informasinya digelontorkan oleh Nazaruddin, ibarat serangan virus Guillain-Barre syndrome yang ganas, tidak tertutup kemungkinan Yudhoyono dan Partai Demokrat secara perlahan akan lumpuh. Kalau masih mau selamat, amputasi perlu segera dilakukan.
Oleh Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo | Reformasi bukan mengurangi kesenjangan, malah sebaliknya. Selama kepemimpinan Presiden Yudhoyono, ekonomi Indonesia lebih diarahkan ke sistem ekonomi neoliberal sehingga kurang perhatian kepada perbaikan distribusi penghasilan. Kesenjangan lebar tak hanya berakibat pada ekonomi, tetapi juga pada kondisi psikologi bangsa. Maka, boleh dikatakan, kesenjangan adalah kerawanan besar.
Oleh Yudi Latif, Ph.D | Dengan kepemimpinan yang bermental kecil, sulit membayangkan bangsa besar ini bisa meraih keagungan. Bahasa politik menjadi siasat untuk membuat kebohongan terkesan benar, kelambanan terkesan hati-hati, ketidakbertanggungjawaban terkesan ketidakintervensian, ketidakseriusan terkesan kesabaran, ketidakmampuan terkesan ketergangguan, dan pengkhianatan terkesan sebagai korban.
Yudi Latif, Ph.D, Ketua PSIK-Indonesia dan Dir. Eks Reform Institute / Pemikir Keagamaan dan Kenegaraan | 26 Agts 1964 | Direktori | Y | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, Pancasila, Dosen, politik, paramadina, PSIK-Indonesia
Yudi Latif, Ph.D seorang cendekiawan muda, pemikir keagamaan dan kenegaraan. Penulis buku "Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila" itu lahir di Sukabumi, 26 Agustus 1964. - Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) dan Direktur Eksekutif, Reform Institute, ini juga aktif sebagai dosen tamu di sejumlah Pendidikan Tinggi.
Oleh Prof. Dr. Daoed Joesoef | Tingkah laku politisi yang saling menuduh dan mencerca, sikap para birokrat yang acuh tak acuh, ulah para pebisnis yang serba asosial dan antilingkungan, serta kebijakan pemerintah yang tidak merakyat dan membingungkan menunjukkan betapa tanggung jawab moral memudar. Padahal, ia perlu tampil justru untuk memupus edan-edanan reformasi.
Pengurus Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) DKI Jakarta menuntut ditegakkannya keadilan dan menghentikan fitnah kepada Al-Zaytun dan para pengasuhnya.
Dr. HM Akil Mochtar, SH., MH, Ketua MK RI (2013), Dipecat Tidak Hormat / Dipecat Tidak Dengan Hormat | 18 Okt 1960 | Wiki-tokoh | A | Laki-laki, Islam, Kalimantan Barat, golkar, DPR, hakim, hukum, pengacara, MK, juru bicara, Mahkamah Konstitusi
Bambang Soesatyo, SE, MBA, Anggota DPR 2009-2014 / Sang Wartawan Bintang Senayan | 10 Sept 1962 | Direktori | B | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, golkar, Wartawan, Pengusaha, DPR, HMI, KNPI, Kosgoro
Bambang Soesatyo, SE, MBA, kelahiran Jakarta, 10 September 1962. Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis dan Suara Karya, ini menjadi salah seorang bintang di Senayan. Dia wakil rakyat yang kritis.
Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Guru Besar Emeritus UI dan mantan Menko Perekonomian kaninet Gotong-royong menulis kisah jejak karirnya dengan belajar banyak dari Nana Sutresna Sastradidjaja, mantan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh/Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York.(Redaksi)
Oleh Kiki Syahnakri | Akar pokok problematika keindonesiaan saat ini bercabang tiga. Pertama, telah dipaksakan suatu "transplantasi (demokrasi) liberal" di negeri ini. Kedua, pemisahan diametral-absolut antara fungsi pertahanan dan keamanan. Ketiga, lemahnya kepemimpinan.