Prof. Dr. Midian Sirait, Dirjen POM (1978-1988) dan Guru Besar ITB / Cendekia Multi Juang | 12 Nov 1928 - 9 Jan 2011 | Ensiklopedi | M | Laki-laki, Kristen Protestan, Sumatera Utara, Sumatera Utara, Guru Besar, ITB, Dirjen POM, TP Arjuna, Porsea, Cendekia, Tetara Pelajar
Bila muncul pertanyaan, mana lebih mudah, menjadi toleran atau intoleran, maka sementara ini harus diakui, menjadi intoleran lebih mudah daripada menjadi toleran. Faktanya, tindakan intoleran seperti kekerasan, intimidasi, penyerangan sebuah kelompok terhadap kelompok lain, bahkan terorisme telah menjadi laku dari sebagian kelompok atau ormas.
Gubernur DKI Jakarta (1997-2007) yang berlatar militer dengan pangkat Letnan Jenderal (purn), ini akrab disapa Bang Yos. Dia salah seorang putera terbaik bangsa yang memiliki kompetensi, kapasitas dan integritas sebagai pemimpin bangsa. Seorang pemimpin berkepribadian dan berprinsip kuat, berani, tegas, ikhlas dan bijak: Bermental platinum. Peraih penghargaan Pemberdayaan Masyarakat (Social Empowerment Award) 2007, Bapak Pembaharuan Transportasi dan dua Gelar Doktor HC dari Pusan University Korea Selatan dan Universitas Diponegoro, ini juga memiliki rasa kebangsaan dan tekad pengabdian sebagai seorang negarawan yang pengabdiannya bermuara pada peningkatan harkat dan kesejahteraan rakyat.
Pemerintahan Orde Baru bergerak mulai meninggalkan Ekonomi Terpimpin[1] ke arah Ekonomi Pasar[2]. Di tengah perubahan ini mengawali kepemimpinnya di Perusahaan Negara Kodja - PT Kodja (Persero). Soeparno menyaÂdarÂi bahwa hakekat Ekonomi Pasar adalah persaingan kualitas, harga dan penyerahÂan tepat waktu dengan konsuÂmen yang bebas memilih. Tentu, hal ini membutuhkan ketersediaan fasilitas, modal kerja dan sumber daya manuÂsia serta potensi pasar.
Sebagai seorang yang menyenangi, menggumuli dan mengabdi di bidang kelautan, Laksamana Pertama (Purn) Urip Santoso, melihat komitmen pemerintah terhadap kemaritiman (kelautan) Indonesia masih kurang. Performa kelautan masih menyedihkan dan amburadul!
Forum Masyarakat Maritim Indonesia (FMMI), sebagai tempat berkumpulnya para penggiat maritim Indonesia, dideklarisikan pembentukannya pada tanggal 9-9-1999, oleh sekelompok pemrakarsa "Peduli Maritim" di Akademi Maritim Indonesia, Jakarta.
BIO 03 | Urip kecil pertama kali mengecap pendidikan di sekolah Muhammadiyah di Tegal. Saat itu, orang tuanya yang sering pindah tempat tugas menitipnya tinggal bersama bibinya, adik perempuan ayahnya, yang waktu itu aktif sebagai anggota Muhammadiyah dan sering kongres ke Batavia.
Drs. Jakob Samuel Halomoan Lumbantobing, MPA., Presiden Institut Leimena dan Dubes RI untuk Korsel (2004-2008). / Sang Politisi Pelayan | 13 Jul 1943 | Ensiklopedi | J | Member | Laki-laki, Kristen Protestan, Riau, DPR, MPR, Dubes
Presiden Institut Leimena, Jakob Tobing, bernama lengkap Drs. Jakob Samuel Halomoan Lumban Tobing, MPA. Pria berdarah Batak, kelahiran Reteh-Kotabaru, Riau, 13 Juli 1943, ini seorang politisi pelayan. Dia telah mendedikasikan diri sebagai pelayan dalam dunia politik (DPR/MPR) selama 34 tahun (Golkar dan PDI-P). Mantan Duta Besar RI untuk Korea Selatan (2004-2008), ini berperan penting dalam meletakkan dasar modernisasi politik Indonesia.
Dari hasil karya tangannyalah tercipta bendera merah putih yang dikibarkan pertama kali pada saat proklamasi kemerdekaan. Ia pula yang menjadi pendamping perjuangan Soekarno membawa bangsa ini menuju kemerdekaan.
Brigadir Jenderal TNI Anumerta Katamso, Komandan Resort Militer Korem 072, Kodam VII/Diponegoro di Yogyakarta / Prajurit Anti Komunis | 5 Feb 1923 - 1 Okt 1965 | Pahlawan | K | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Pahlawan Revolusi, Pembela pancasila
Sebagai seorang prajurit yang sangat anti ideologi komunis, PKI menjadikannya salah satu sasaran penculikan dan pembunuhan dalam Gerakan 30 September 1965.