Sebagai seorang prajurit yang sangat anti ideologi komunis, PKI menjadikannya salah satu sasaran penculikan dan pembunuhan dalam Gerakan 30 September 1965.
Kapten CZI TNI Anumerta Pierre Andreas Tendean, Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur Kodam II/Bukit Barisan / Mati Melindungi Nasution | 21 Feb 1939 - 1 Okt 1965 | Pahlawan | P | Laki-laki, Kristen Protestan, DKI Jakarta, Pahlawan, Ajudan, komandan, Pahlawan Revolusi
Kol. Inf. TNI Aumerta Sugiono, Kepala Staf Komando Resort Militer (Korem) 072 / Prajurit dari Gunung Kidul | 12 Agts 1926 - 22 Okt 1965 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, Pahlawan, komando, korem, Pahlawan Revolusi
Sugiono seorang prajurit pembela Pancasila yang menjadi korban kekejaman komunis. Ia kehilangan nyawanya karena memberikan latihan-latihan militer kepada mahasiswa untuk menghadapi kegiatan PKI.
Kyai Haji Samanhudi, Pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI) / Pengusaha Pembela RI | 1868 - 28 Des 1956 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Pahlawan, Pahlawan Kemerdekaan Nasional, SDI
KH Samanhudi merupakan tokoh pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI). Juga pendiri Barisan Pemberontakan Indonesia Cabang Solo, Gerakan Persatuan Pancasila, dan Laskar Gerakan Kesatuan Alap-alap.
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI: Pada 1 Juni 1945 Bung Karno mengumandangkan sebuah pidato maha penting di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pidato yang kemudian dirumuskan dalam alinea 4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan nilai-nilai Pancasila yang digali Bung Karno dari persada Indonesia.
WAWANCARA PROF. DR. HARYONO SUYONO: Ingat Haryono, pasti ingat kabe (keluarga berencana). Sebaliknya, ingat kabe, pasti ingat Haryono. Ini cerminan betapa melekatnya nama Haryono Suyono bagi keberhasilan program KB di Indonesia. Bahkan, keberhasilannya memimpin gerakan KB di Indonesia sangat monumental.
Di saat dunia politik dimonopoli kaum laki-laki, ia tampil ke depan. Bukan saja seorang parlementarian yang terampil berdebat, ia juga seorang pejuang gender yang tak kenal lelah. Siapapun yang melek politik, pasti mengenal nama Hj. Aisyah Aminy, SH, di kancah perpolitikan Tanah Air. Bertahun-tahun berkecimpung di dunia partai dan legislatif, perempuan ini punya banyak nama julukan. Singa Betina dari Senayan, Perempuan Baja dari Senayan, Vokalis DPR dan sebagainya.
WAWANCARA PROBOSUTEJO: Apa yang telah dilakukan oleh lima Presiden RI? Bandingkan dengan apa yang telah dilakukan Pak Harto! Probosutedjo juga bicara keseharian Pak Harto sesudah meletakkan jabatan sebagai presiden 21 Mei 1998. Juga mengenai keberanian Pak Harto, sebagai pemimpin, melaksanakan berbagai proyek pembangunan kendati pada mulanya ditentang oleh para demonstran. Seperti pembangunan Taman Mini Indonesia Indah, Satelit Palapa, Tol Jagorawi dan sebagainya.
Mantan Menteri Tenaga Kerja, kelahiran Manado, 6 Juni 1949, ini pantas dijuluki sebagai seorang pelaku (teladan) prinsip kemajemukan. Ia teguh dalam prinsip bahwa kemajemukan adalah kekuatan dan kebersamaan adalah keniscayaan. Prinsip inilah yang dilakoni dalam jejak langkah perjalanan hidupnya, baik dalam kehidupan keluarga, terutama dalam karir politiknya. Termasuk, ketika mantan aktivis mahasiswa (GMNI) ini memilih Golkar sebagai wadah aktivitas politiknya dan saat berketetapan mengikuti konvensi calon presiden Partai Golkar 2004.
WAWANCARA PROBOSUTEDJO: Selama 32 tahun menjabat Presiden, Pak Harto dituding telah menumpuk kekayaan sampai 9 milyar dolar di Swiss dan menimbun triliunan rupiah di bunker-bunker rumahnya. Beliau juga disebut sebagai penguasa yang otoriter dan telah memberi fasilitas kepada anak-anak dan saudaranya sehingga semuanya menjadi kaya raya. Apa dan bagaimana hal ini sesungguhnya?