BIOGRAFI TERBARU

Continue to the category
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
More
    25.4 C
    Jakarta
    Trending Hari Ini
    Populer Minggu Ini
    Populer (All Time)
    Ultah Minggu Ini
    Lama Membaca: < 1 menit
    Lama Membaca: < 1 menit
    Lama Membaca: < 1 menit
    Lama Membaca: < 1 menit
    Beranda Berita Topik Pilihan Bumi Tak Butuh Retorika

    Bumi Tak Butuh Retorika

    Presiden Jokowi

    Keluar dari Zona Nyaman Jokowi Terinspirasi Problem Masyarakat Inspirasi Pemimpin Bijak
    0
    Presiden RI Joko Widodo berbicara di Pertemuan G7 Hiroshima, Jepang 20/5/2023
    Lama Membaca: < 1 menit

    Presiden Joko Widodo menegaskan, bumi ini butuh aksi nyata, bukan talk the talk yang tidak berujung konkret. “Pendekatan lama harus ditinggalkan, burden shifting, propaganda,†kata Presiden dalam pidatonya pada Sesi Kerja Mitra G7 yang membahas soal iklim, energi, dan lingkungan di Grand Prince Hotel Hiroshima, Jepang, pada Sabtu, 20 Mei 2023.

    Presiden Jokowi mendorong semua negara supaya turut berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing dalam menghadapi ancaman perubahan iklim. Presiden Jokowi mendorong semua negara untuk meningkatkan aksi konkret menghadapi ancaman perubahan iklim. Kepala Negara pun menyampaikan sejumlah aksi nyata yang telah dilakukan Indonesia dalam menghadapi ancaman tersebut.

    Presiden memaparkan, Indonesia telah meningkatkan target penurunan emisi sebesar 31,89 persen dengan kemampuan sendiri dan 43,2 persen dengan dukungan internasional. “Indonesia telah lakukan banyak hal seperti laju deforestasi turun signifikan dan terendah selama 20 tahun terakhir, rehabilitasi 600.000 hektare hutan mangrove selesai di 2024, rehabilitasi 3 juta hektare lahan kritis, kebakaran hutan turun 88 persen, bangun 30.000 hektare kawasan industri hijau, dan dorong pengembangan ekosistem EV,†papar Presiden. “Sebuah komitmen yang harus diikuti dengan kemitraan yang memberdayakan,†himbau Presiden.

    Menurut Humas Kemensetneg, Presiden juga menegaskan bahwa dukungan pendanaan iklim bagi negara berkembang harus konstruktif dan jauh dari kebijakan diskriminatif yang mengatasnamakan lingkungan. Dukungan pendanaan dalam bentuk seperti utang, menurutnya hanya akan menjadi beban. “Saya harus sampaikan jujur, negara berkembang ragu terhadap komitmen pendanaan negara maju yang hingga kini komitmen USD100 miliar/tahun masih belum terpenuhi,†tegas Presiden Jokowi. tsl

    Advertisement

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini