Ratu Jamu Kecantikan Indonesia

[ Mooryati Soedibyo ]
 
0
381

10 | Senator dan Wakil Ketua MPR

Mooryati Soedibyo
Mooryati Soedibyo | Tokoh.ID

Di usia senja 76 tahun Mooryati Soedibyo justru terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), yang jika di Amerika disebut senator.

Ibu lima orang anak yang sudah 45 tahun tinggal di Ibukota Negara Jakarta dengan enteng menyebutkan alasan dirinya baru terjun ke politik, “Habis, baru sekarang kan ada DPD. Kemarin-kemarin mesti harus masuk partai dulu.” Kemudian, dia terpilih menjadi Wakil Ketua MPR periode 2004-2009, mewakili DPD.

Ia tergolong piawai meraih simpati massa pemilih. Terbukti ia berhasil meraih suara terbesar mengalahkan jago-jago politik kawakan sekelas Sarwono Kusumaatmaja, mantan Sekjen Golkar dan menteri pada beberapa periode. Pada acara deklarasi Kelompok Wanita Karya ranting Cilangkap, misalnya, di akhir tahun 2003 di podium dengan sedikit berkampanye ia menyerukan, “Ibu-ibu, jangan lupa, pilih gambar yang ada di atas kotak kue itu, bernomor delapan ya,” katanya. Nomor delapan yang dimaksudkannya adalah nomor urut dia ketika masih sebagai calon anggota DPD.

Di usia senja 76 tahun ia masih melanjutkan penyelesaian studi doktor di Universitas Indonesia, mengendalikan Mustika Ratu dalam porsi 30 persen pengambilan keputusan kebijakan lima tahunan, menetapkan visi dan misi perusahaan, mengendalikan ramuan jamu, dan kontrol pengawasan. Ia juga memimpin beberapa organisasi kecantikan di dalam negeri dan luar negeri.

Semenjak menjadi calon senator ia secara perlahan mulai melepaskan diri dari posisi sebagai ketua di berbagai komunitas kemasyarakatan. Kecuali beberapa posisi penting dan strategis, yang masih membutuhkan sentuhan tangan dinginnya antara lain Ketua Umum Asosiasi Spa Indonesia, Ketua Umum Cidesco, dan Ketua Federation of Asia Pacific Bridal Associations Indonesia.

Konsentrasinya yang tinggi dahulu sebagai calon senator memang membuahkan hasil gemilang. Menurut pengakuannya ia sungguh-sungguh berminat sekali menjadi wakil rakyat walau dengan konsekuensi banyak yang harus dikorbankan. Menjadi senator baginya adalah ladang pengabdian serta kerja bakti semata. Sebagai pengusaha ia tak mau menggunakan waktu dan kelebihannya sebagai pengusaha sukses hanya untuk bersenang-senang. Ia justru ingin memajukan Jakarta dan membuatnya aman, tertib, sejahtera, indah, dan cantik.

Jakarta menurutnya sudah identik dengan kota yang banyak tawuran, banyak dihuni penduduk urban yang seringkali tidak tertib dan susah diatur, ditambah kepadatan dan kemacetan lalu lintas. Dalam pandangannya kesejahteraan rakyat tetaplah jauh lebih utama jika dibandingkan dengan beragam persoalan khas kota Jakarta tadi, seperti kemacetan dan sampah. Dia beranggapan warga yang kurang sejahtera dapat menimbulkan stres, pikiran tidak tenang, anak telantar, hingga memancing sikap mudah marah.

“Akibatnya, tawuran tak terelakkan lagi karena perut kosong dan tidak ada lapangan kerja,” cetus BRAy Mooryati Soedibyo, “Sang Legendaris Industri Jamu Indonesia”. Ia memiliki segala kelengkapan dan alasan tak terbantahkan sebagai legendaris industri jamu modern Indonesia. hp-tsl

Data Singkat
Mooryati Soedibyo, Pendiri Mustika Ratu dan Wakil Ketua MPR (2004-2009) / Ratu Jamu Kecantikan Indonesia | Ensiklopedi | CEO, Pengusaha, MPR, Dirut, Jamu, Mustika Ratu, DPD, Wakil Ketua MPR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here