Ratu Jamu Kecantikan Indonesia

[ Mooryati Soedibyo ]
 
0
382

02 | Cantik Sejak Belia

Mooryati Soedibyo
Mooryati Soedibyo | Tokoh.ID

Bagi Putri Keraton Mangkunegaran, Solo ini jamu adalah obat untuk memelihara kesehatan dan kosmetika untuk merawat kecantikan tubuh.

Jaringan pemasaran produk-produk obat dan kosmetika yang dihasilkan perusahaan yang didirikannya tahun 1975, PT Mustika Ratu, sudah menjangkau mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Philipina, Taiwan, Jepang, Timur Tengah, Rusia, dan Belanda. Malah, sedang dijajaki pemasaran baru menjangkau Mesir, Cina, Australia, Inggris, dan Eropa Timur.

Ekspor jamu-jamuan Mustika Ratu menyumbang pendapatan 15% dari total penjualan perusahaan, mengukuhkannya sebagai pemasok jamu dan kosmetik tradisional yang leluasa membuka jaringan ditribusi baru ke seluruh penjuru dunia.

Lulusan Sarjana Sastra Inggris Universitas Terbuka, dan penyandang gelar S-2 Linguistik dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, ini menyebutkan krisis moneter boleh menurunkan tingkat daya beli masyarakat Indonesia. Namun, kondisi demikian justru mendorongnya untuk mengambil langkah ekspansi pasar ke luar negeri. Nilai tukar rupiah yang pernah melemah membuat Mustika Ratu mengalami lonjakan pendapatan dari hasil ekspor.

Anak ketiga dari lima bersaudara ini menyandang nama lengkap BRAy Mooryati Soedibyo, S.S., M.Hum. Ayahnya bernama KRMTA Poornomo Hadiningrat, mantan Bupati Brebes yang Putra KPH Hadiningrat Bupati di Demak. Sedangkan ibunya, GRA. Kussalbiyah adalah Putri Sri Susuhunan Pakoe Boewono X dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Mooryati Soedibyo yang kecantikannya masih tetap terpancar kendati usianya sudah lebih tua dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, semenjak kecil hidup bersama dan dibesarkan oleh kakek dan neneknya Sri Susuhunan Paku Buwono X di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat.

BRAy Mooryati Soedibyo adalah keturunan langsung dari Pakoe Buwono X dari garis ibu. Karenanya tidaklah salah jika ia segera mengambil inisiatif dan menyediakan rumahnya Dalem Purnomo, di Jalan Moewardi Solo, dijadikan tempat penobatan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Tedjowulan sebagai putra mahkota baru bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Ario Anom (KGPAA) untuk menjadi Susuhunan Paku Buwono XIII menggantikan almarhum Paku Buwono XII, pada Selasa 31 Agustus 2004 lalu. Bersambung hp-tsl

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here