Direktori

Konsisten Menekuni Dunia Seni Peran

Meski banyak orang yang meragukan masa depan seorang aktor, Lukman Sardi tetap konsisten menekuni dunia seni peran. Selain menjadi aktor, putra komponis legendaris Indonesia, Idris Sardi ini juga menjadi produser dan sutradara. Dia sudah terlibat dalam banyak film termasuk film-film bertema sejarah seperti Gie (2005), Sang Pencerah (2010) memerankan KH Ahmad Dahlan, Soekarno: Indonesia Merdeka (2013) memerankan Muhammad Hatta, Jenderal Soedirman (2015), dan Sultan...

Penulis Skenario Film-film Terkenal

Kesuksesan film Ada Apa dengan Cinta, Petualangan Sherina, Cintappucino, maupun Doa Yang Mengancam tidak bisa dilepaskan dari peran Jujur Prananto sebagai penulis skenario film-film tersebut. Film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), sebuah film nasional yang dirilis tahun 2002 mencetak sukses besar dengan meraup keuntungan sebesar 10 miliar rupiah. Kesuksesan Film remaja yang berhasil menyedot 1,3 juta penonton itu turut melambungkan beberapa nama seperti Dian Sastro...

Biadab, Kebohongan Pelanggaran HAM

Penganiayaan biadab terhadap Ratna Sarumpaet disebarkan tim pemenangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga, antara lain Prabowo sendiri, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Dahnil Anzar Simanjuntak, Nanik S Deyang,...

Ratna Sarumpaet Babak-Belur

Biadab. Ratna Sarumpaet dikabarkan dianiaya orang tak dikenal hingga babak belur. Menurut Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, Ratna menceritakan...

Prabowo, Yakin Menang Pilpres 2019

Para elit Partai Gerindra sangat yakin Ketua Umumnya Prabowo Subianto akan menang Pilpres 2019, meski hasil survei berbagai lembaga survei dalam tiga tahun terakhir...

Tinggalkan Karier Cemerlang demi Politik

Putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini adalah potret generasi muda yang excellent. Sebab, dia menyelesaikan hampir semua tugas dan pendidikan dengan...

Birokrat Tulen Asli Betawi

Perempuan kebanggaan warga Betawi ini sudah kenyang makan asam garam sebagai birokrat/PNS di lingkungan pemerintahan DKI Jakarta. Sejumlah jabatan strategis pernah dia emban...

Ladang Pengabdian Politik

Apa motivasi utama Sandiaga Uno fokus terjun ke dunia politik? Dalam usia masih relatif muda, kenapa entrepreneur muda kaya raya ini rela melepas semua jabatan pentingnya di dunia usaha untuk fokus beraktivitas di dunia politik?

Nakhoda Pembangunan Desa

H. Marwan Ja'far, SE., SH., MM, MSi, pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, 12 Maret 1971, adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada Kabinet Kerja 2014–2019. Sebelum menjabat Menteri Desa, politisi PKB itu menjabat anggota DPR-RI tiga periode (2004-2009; 2009-2014 dan 2014-2019) dari Dapil Jawa Tengah. Dia mengundurkan diri dari DPR setelah dipercaya Presiden Jokowi menjadi Nakhoda Pembangunan Desa sebagai Menteri Desa.

Pamong Bernurani Wong Cilik

Drs. Djarot Saiful Hidayat, MSi seorang pamong (pemimpin) bernurani wong cilik. Selama menjabat sebagai Walikota Blitar (2000-2010) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta (2014-2017), kader...

Musisi Jazz Legendaris

Musisi jazz legendaris Ireng Maulana, bernama lahir Eugene Lodewijk Willem Maulana, meninggal dunia dalam usia 71 tahun, Minggu dini hari pukul 00.25 WIB, 6 Maret 2016, akibat penyakit jantung di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

Motivator yang ‘Walk the Talk’

Pemegang dua rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk seminar dan peluncuran buku di angkasa ini dikenal sebagai pengajar motivasi, trainer, pembicara seminar, dosen, dan penulis sejumlah buku laris bertema motivasi dan pengembangan diri. Sebelum dikenal seperti sekarang, dia pernah bekerja sebagai wartawan, pedagang ponsel hingga calo fotokopi.

Ketua KPAI Pertama

Giwo Rubianto Wiyogo dikenal sebagai perempuan pengusaha yang aktif dalam berbagai organisasi diantaranya Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang pertama untuk periode 2004 -2007 dan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), 2014-2019.

Pemberantas Korupsi Sistemik

Ir. Agus Rahardjo, MSM, pria kelahiran Magetan 1956 insinyur pertama menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019, tanpa latar belakang pendidikan tinggi formal hukum dan tanpa pengalaman karier di lembaga penegakan hukum. Namun diyakini akan mampu memimpin KPK jilid IV untuk memberantas korupsi sistemik yang gagal total diberantas dalam kepemimpinan KPK jilid I, II dan III yang semuanya berlatar belakang hukum.