Publikasi

Populer (All Time)

12 Prinsip Kepemimpinan Alkitabiah

Oleh Pdt. Markus Daniel Wakarry | Bangsa memerlukan pemimpin. Jikalau tidak ada pemimpin, jatuhlah bangsa. Bangsa tidak akan bertumbuh mencapai kedewasaan, tanpa kepemimpinan. Suatu bangsa yang tengah bertumbuh dan bergumul dalam dunia yang penuh goncangan dan krisis, memerlukan pimpinan yang solid, yang kekuatannya bertumpu pada asas-asas kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai dasar dan konstitusi yang dianutnya.

Epifani Tahun Kalender Batak

Leluhur Suku Bangsa Batak mempunyai keahlian astronomi yang terbi­lang...

Teologi Debata Mulajadi Na Bolon

Leluhur Batak percaya kepada Debata Mulajadi Na Bolon (Sang...

Negara Hukum dalam Perspektif Pancasila

Oleh Dr. Hamdan Zoelva, SH, MH | Istilah negara hukum dalam berbagai literatur tidak bermakna tunggal, tetapi dimaknai berbeda dalam tempus dan locus yang berbeda, sangat tergantung pada idiologi dan sistem politik suatu negara.

Tri Pola Pembangunan Nasional

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI: Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana terdiri dari TRI POLA, yaitu: pertama adalah pola program; kedua berupa pola penjelasan; ketiga merupakan pola pembiayaan. Dengan demikian, pola ini bukan suatu konsep dan perencanaan yang mengawang-ngawang. Bukan pula suatu perencanaan yang hanya berisi ide-ide besar yang tidak mungkin diimplementasikan

Populer Minggu ini

Pemberantasan KKN: Antara Harapan dan Kenyataan

Meskipun pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) telah menjadi...

Allah Bertindak Membentengi Jiwa Kita

Kata Pengantar Penulis Buku "Supranalar: Karakteristik dalam Alkitab". Buku ini...

Ompu i Ephorus HKBP

"Secara pribadi selaku Jemaat HKBP, saya sangat setuju dan...

Batak Bersatu, Belajar dari Jong Bataks Bond

Jong Bataks Bond yang didirikan para pemuda-pelajar Batak pada...

Mitologi Pustaha dan Surat Batak

Mitologi Batak mengisahkan adanya dua jenis Pustaha Batak yang...

Trending Hari Ini

Pemberantasan KKN: Antara Harapan dan Kenyataan

Meskipun pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) telah menjadi...

Teologi Debata Mulajadi Na Bolon

Leluhur Batak percaya kepada Debata Mulajadi Na Bolon (Sang...

Ompu i Ephorus HKBP

"Secara pribadi selaku Jemaat HKBP, saya sangat setuju dan...

3H: Tricita Batak

Oleh Ch. Robin Simanullang Tolu Pinta adalah tiga cita utama...

Rekonstruksi Mitologi dan Sejarah Batak

Oleh Ch. Robin Simanullang || The Hilltop Theory (Teori Pusuk...

DAFTAR ARTIKEL

Skenario Indonesia 2014-2050

Oleh Ikrar Nusa Bhakti | Di kala orang sudah bicara mengenai pertarungan politik, ekonomi, dan pertahanan internasional kurun 2014-2050, Indonesia masih berkutat pada persoalan korupsi, transisi demokrasi, otonomi daerah, dan desentralisasi yang belum tuntas sampai ke soal bagaimana masa depan otonomi khusus di tanah Papua.

Tembok Konstruksi Korupsi

Oleh Hendardi | Pemerintah dan aparat penegak hukum masih mewarisi banyak kasus korupsi yang menyedot perhatian publik. Apakah kelanjutan praktik korupsi tak bisa ditempatkan sebagai tantangan serius bagi pemerintah dan penegak hukum? Apakah program pemberantasan mafia hukum hanya berayun di permukaan?

Saat Pelaut Jadi Panglima TNI

Laksamana Agus Suhartono memang ditakdirkan menjadi Panglima TNI. Sebab pas dia menjabat Kepala Staf Angkatan Laut, saatnya giliran pelaut (Angkatan Laut) jadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (Panglima TNI).

Terapkan Keadilan Restoratif

Oleh Prof. Dr. Romli Atmasasmita, SH, LLM | Tujuan menemukan kebenaran material dari penyelesaian perkara pidana melalui penjatuhan hukuman bukanlah satu-satunya solusi yang bijak melainkan juga dapat diwujudkan melalui mediasi nonpenal dan penal.

Warga Negara Demokrasi Pasti Cerewet

Untuk satu bangsa yang baru belajar demokrasi, Indonesia sudah menempati kelas berkali-kali. Demokrasi Indonesia sudah jauh dari apa yang dicapai oleh banyak negara. Bahkan oleh beberapa negara Indonesia dijadikan sebagai role model.

Bikin Koperasi Tidak Perlu Pakai Izin

Kementerian KUKM terus berupaya memberikan kemudahan untuk membentuk koperasi. Bahkan untuk memulai, masyarakat cukup melapor dan membuat surat agar bisa mendirikan dan melakukan aktivitas koperasi.

Yakin Masuk Putaran Kedua

Hidayat Nur Wahid menyadari bahwa gubernur bukanlah seorang 'Super Hero' dan menyelesaikan persoalan Jakarta yang sangat kompleks tidak bisa dilakukan dalam hitungan matematis. Namun dengan dukungan seluruh masyarakat dan kerja keras, Jakarta bisa berubah dan tampil bermartabat.

Lima Jurus Kelola Jakarta

Oleh Faisal Basri | Problem kemacetan dan pelayanan transportasi publik, masalah sanitasi/ketercukupan air bersih dan hak jaminan sosial masyarakat serta Ruang Terbuka Hijau (RTH), kunci penyelesaiannya terletak pada efisiensi anggaran dan kerjasama yang seimbang dengan daerah sekitar Jakarta. Semua ini harus dilakukan dengan kebijakan yang tegas dan konsisten.

Lima Syarat Menuju Negara Maju

Oleh Faisal Basri | Indonesia memiliki peluang amat besar untuk lebih cepat menjadi negara maju, ancar-ancarnya sekitar tahun 2025-2030. Untuk mewujudkan visi menjadi negara maju tersebut dibutuhkan lima syarat utama: struktur ekonomi yang tangguh, perekonomian yang memiliki daya saing, sumber daya manusia berkualitas, ketersediaan infrastruktur, dan kemampuan pembiayaan pembangunan.

Kalau NU Jadi Plat Merah

Oleh KH Hasyim Muzadi | Semua kalangan Nahdlatul Ulama (NU) penting kiranya mengerti tentang khitah NU. Khitah sebenarnya terdiri dari tiga bagian penting, yakni (1) bagian yang mengatur jati diri NU, (2) bagian yang mengatur tentang kemandirian, (3) bagian yang mengatur soal kebebasan menentukan pilihan.

Mall dengan Strategi Produksi

Ir. Joko Widodo  yang akrab dipanggil Jokowi menegaskan bahwa membangun mall (pusat belanja) atau pasar harus dengan strategi produksi, bukan strategi komsumsi. Menurut Calon Gubernur DKI Jakarta tersebut, yang harus dihidupkan di Jakarta bukan mall dengan pola konsumtif, tapi harus pola produktif dan kreatif.

Pusat Training PKL se-Asia Pasifik

Joko Widodo (Jokowi) berhasil membangun Kota Solo menjadi pusatnya training PKL dan Pasar Tradisional se-Asia Pasifik. Dari berbagai negara telah datang berguru ke Solo bagaimana cara menangani pedagang kaki lima (PKL) dan membenahi pasar tradisional. Dari dalam negeri, setiap hari ada empat sampai enam bis yang datang dari berbagai daerah untuk belajar mengenai PKL dan pasar tradisional.

Advertisement

spot_img