05 | Tujuh Agenda Manajemen

Zaenal Soedjais
Zaenal Soedjais | Tokoh.ID

Dia juga memberikan suntikan-suntikan baru tentang etos kerja. Terdiri tujuh etos kerja sebagai agenda manajemen korporasi yang harus selalu diperhatikan oleh seluruh karyawan. Zaenal Soedjais menulisnya dalam buku Korporasi Pembangun Nilai, Tujuh Agenda Manajemen Korporasi, terbitan RBI Research bekerjasama dengan PT Pupuk Sriwijaya (Holding), cetakan pertama tahun 2002.

Etos pertama keutamaan. Sebagai orang luar yang baru masuk ke lingkungan terdalam perusahaan Soedjais mampu dengan jernih melihat berbagai kekurangan yang ada. Misalnya, karyawan PT Pusri sangat tidak menyegerakan sesuatu. Karena itu, etos pertama keutamaan meminta agar setiap karyawan jangan menunggu penyelesaian masalah besok atau lusa. Kalau hari ini ada masalah selesaikan hari ini juga. Sebab besok akan ada masalah lain lagi.

Etos kedua responsif. Setiap surat, komplain, atau apa pun dan dari siapa pun harus ada respon segera. Soedjais melihat kalau ada surat masuk karyawan memperlakukannya seperti memasukkan sesuatu ke sumur yang tanpa dasar. Lalu hilang begitu saja keliling-keliling kemudian masuk ke file.

Etos ketiga disiplin. Soedjais menyebutkan tidak ada bangsa di dunia yang maju tanpa disiplin. Etos keempat kerja keras. Etos kelima kreatif. Jika karyawan hanya kerja keras saja nantinya hanya lari sana lari sini lalu keringatan tetapi produknya hanya keringat. Jika tidak ada kreatifitas karyawan bisa habis.

Etos keenam adalah bersih. Bersih hati bersih lingkungan. Soedjais tidak ingin ada toleransi terhadap karyawan yang “membocorkan kapal” walaupun hanya sebesar jarum. Sebab walau kecil kalau terdapat seribu jarum maka bisa meluas.

Etos terakhir atau ketujuh adalah setiap karyawan harus punya jiwa positive thinking. Istilahnya berbaik sangka. Jangan sekali-kali berburuk sangka sampai ketahuan bahwa orang itu benar-benar jahat. Jadi, sebaiknya karyawan introspeksi apakah dia sudah baik.

Dengan tujuh butir etos kerja agenda manajemen korporasi yang selalu dia tekankan, terbukti terjadi banyak perubahan. Jika ada karyawan yang berbicara dengannya Soedjais selalu mereferensikan dengan salah satu dari ketujuh etos untuk mengingatkan.

Dengan para serikat pekerja Soedjais menjalin kolaborasi yang saling suport sesuai pesan undang-undang. Peran serikat pekerja bukan hanya untuk memperjuangkan kesejahteraan karyawan. Tetapi juga berfungsi meningkatkan efisiensi perusahaan. Kepada para istri karyawan Soedjais menekankan besarnya peranan mereka. Jika ibu-ibu komit terhadap PT Pusri maka suami-suami juga akan tenang bekerja dan cara omongnya pun menjadi enak. (Bersambung) ms,crs (Diterbitkan juga di Majalah Tokoh Indonesia Edisi 12)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here