04 | Jalur Ganda dan Tiket Elektronik

Soemino Eko Saputro
Soemino Eko Saputro | Tokoh.ID

Direktorat Jenderal Perkeretaapian mencanangkan sejumlah pembangunan jalur ganda untuk meningkatkan kapasitas lintas dan daya angkut kereta api serta layanan tiket elektronik. Tahun ini dimulai pembangunan jalur ganda Tanah AbangSerpong untuk meningkatkan kapasitas lintas dari 89 KA menjadi 178 KA per hari. Jalur ini direncanakan mulai beroperasi awal tahun 2007. Pelaksanaan program ini telah dimulai dan mendapat alokasi dana melalui RAPBN 2006 sebesar Rp 314 miliar, dan sisanya dimintakan ABT atau APBN 2007.

Program pembangunan jalur ganda tersebut mencakup; jalur (track) 23 Km, biaya (Rp 112,1 miliar), jembatan 12 unit (Rp 51 miliar), overhead catenary 23 Km (Rp 46 miliar), sub stasiun 2 unit (50 miliar), persinyalan dan Telkom 5 stasiun (65 miliar), stasiun 10 unit (52,6 miliar), desain dan supervisi 2 paket (11,3 miliar). Biaya secara keseluruhan sebesar Rp 388 miliar atau lebih besar Rp 74 miliar dari anggaran yang dialokasikan tahun 2006 sejumlah Rp 314 miliar. Pembangunan ini juga mencakup pengadaan 10 trainset KRL menambah 40 unit KRL sehingga meningkatkan potensi 80 nomor KA per hari.

Sedangkan pengadaan 40 trainset KRL, menambah 160 unit KRL dan potensi penambahan 320 nomor KA per hari. Selain itu, juga akan dibangun jalur ganda Duri-Tangerang mencakup penambahan dari 65 menjadi 130 KA per hari. Selain itu peningkatan fasilitas stasiun dan keselamatan pada loop line Jabotabek. Sedangkan KA Bandara merupakan pembukaan pelayanan baru Manggarai-Bandara Soekarno-Hatta.

Kemudian jalur ganda Manggarai-Cikarang akan menambah kapasitas dari 375 menjadi 700 KA per hari. Jika selama ini pelayanan KRL masih sampai Bekasi, maka dengan pembangunan jalur ganda Manggarai Cikarang, pelayanan KA komuter (KRL) akan diperpanjang sampai Cikarang. Sejalan dengan pembangunan jalur ganda tersebut, akan dilakukan pemisahan operasi KA komuter dan antarkota.

Tiket Elektronik
Pelayanan juga akan ditingkatkan dengan penerapan tiket elektronik (eticketing) kereta api Jabodetabek. Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Ir Soemino Eko Saputro, dalam rangka penerapan layanan tiket elektronik ini, pemerintah telah memesan 160 gerbong kereta api berAC (air conditioner) dari Jepang, yang telah mulai didatangkan secara bertahap tahun ini. Dengan penggunaan gerbong yang nyaman tersebut, tidak ada lagi pembedaan kereta api ekonomi dan nonekonomi. Memang, konsekuensinya, harga tiket untuk gerbong yang nyaman tersebut akan sedikit lebih mahal dibandingkan harga tiket dengan menggunakan gerbong tanpa air conditioner.

Untuk tahap awal akan mulai diterapkan Februari 2007 pada jalur Tanah AbangSerpong. Sehubungan dengan itu akan dilakukan sterilisasi di setiap stasiun dan akan mulai disediakan tempattempat layanan elektronik buat penumpang mirip layanan busway. Soemino berharap dengan penerapan tiket elektronik ini tidak ada lagi sistem percaloan dalam pembelian tiket dan penumpang pun akan lebih tertib dan nyaman.

Dengan menggunakan layanan tiket elektronik ini diharapkan tidak ada lagi penumpang yang naik kereta tanpa membeli tiket. Sistem ini akan menekan kebocoran pendapatan dari penjualan tiket manual yang selama ini diperkirakan mencapai 30%. Menurut Soemino, sistem tiket elektronik itu akan menggunakan peralatan canggih seperti di stasiun KA Singapura atau Malaysia dengan memanfaatkan media kartu elektronik atau layar sentuh. Sistem ini akan sangat mengurangi intensitas pertemuan petugas KA atau kondektur dengan penumpang KA, sehingga akan sangat mencegah kebocoran. mti/crsshri

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here