Pelayan dan Pembelajar Indonesia

Jonathan Parapak
 
0
571

07 | Jadikan Indosat BUMN

Jonathan Parapak
Jonathan Parapak

Pada akhir 1980, resmilah Indosat menjadi BUMN penyelenggara telekomunikasi internasional. Pada akhir kesepakatan antara ITT dan Pemerintah Indonesia, Parapak ditawari jabatan penting di ITT, dan pada waktu yang sama diminta oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi Direktur Utama Indosat (BUMN) yang pertama.

Parapak tanpa ragu-ragu memilih untuk menjadi Dirut Indosat (BUMN), walaupun gaji dan remunerasi yang ditawarkan jauh lebih rendah. Di bawah kepemimpinannya, Indosat mengalami transformasi manajemen, kultur perusahaan, pengembangan sumber daya manusia. Indosat maju pesat dan mendapat perhatian para pengamat dan para ahli manajemen, telekomunikasi nasional dan internasional. Sehingga dalam waktu singkat Indosat menjadi salah satu BUMN terbaik di Indonesia dan berulangkali memperoleh penghargaan nasional dan intemasional.

Melalui Indosat, Parapak ikut berperan dalam pemilihan, penerapan dan pengembangan teknologi terkini dan tepat guna baik dalam mengembangkan dan memodernisasi layanan telekomunikasi maupun dalam manajemen perusahaan. Selama memimpin Indosat, Parapak juga ikut berperan pada berbagai organisasi internasional seperti International Telecommunication Union (ITU), Intelsat, Inmarsat, ASEAN, APEC dan lain-lain.

Parapak mendapat kehormatan menjadi anggota Dewan Gubernur Intelsat mewakili ASEAN. Bahkan terpilih sebagai Wakil Ketua dan Ketua Dewan Gubernur Intelsat pada tahun 1989-1990. Di ITU, Parapak sering diundang sebagai pembicara pada berbagai konferensi dan seminar internasional.

Ia bahkan dipilih sebagai pimpinan beberapa kegiatan global seperti Ketua World Plan, Asia & Oceania, Pimpinan/Ketua Konferensi Global Mobile Personal Communication Satellite System, yang menghasilkan kesepakatan dunia untuk memulai sistem komunikasi bergerak melalui Satelit.

Atas saran berbagai tokoh telekomunikasi dunia, Parapak dicalonkan Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadi orang nomor satu di pertelekomunikasian dunia, sebagai Sekretaris Jenderal pada periode 1998-2003. Namun, krisis multidimensi melanda Indonesia, sehingga citra Indonesia pada saat pemilihan ikut mempengaruhi suasana pemilihan. Sehinga yang terpilih adalah ca1on dari Jepang. Bersambung Ch. Robin Simanullang

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini