Sudah Lalui Banyak Dunia

[ Paramitha Rusady ]
 
0
340
Paramitha Rusady
Paramitha Rusady | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Berbagai predikat melekat pada diri wanita cantik ini, mulai dari bintang film, bintang iklan, penyanyi dan pencipta lagu, hingga pecinta lingkungan. Debutnya di dunia film dimulai pada tahun 1984 saat ia berusia 18 tahun. Di dunia olah vokal, ia telah menelurkan belasan album rekaman. Sejumlah penghargaan telah ia terima diantaranya Penghargaan Wanita Kartini di bidang seni (1999), Bintang TV Favorit dalam Karmila versi Panasonic Awards (1998), dan Penghargaan Pecinta Lingkungan Flora dan Fauna Nasional (KLH) 1994-1995.

Wanita berdarah biru yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 11 Agustus 1966 ini memiliki nama lengkap Raden Pradnya Paramitha Chandra Devi Rusady. Darah seni yang mengalir dalam dirinya boleh jadi diwarisi dari kedua orangtuanya, Raden Ayu Marry Zumarya dan Raden Mas Yus Rusady Wirahaditenaya. Ibunya bahkan berprofesi sebagai seorang guru tari dan sering menggelar drama. Bakat seni wanita yang biasa disapa Mitha ini semakin tertempa karena ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang amat menggandrungi kesenian.

Saat Mitha baru berusia 6 tahun, ia sudah ikut berperan dalam sebuah film dokumenter berjudul Di Bawah Nyiur Melambai. Dalam film yang dibuat oleh rumah produksi milik ibundanya itu, Mitha kebagian peran sebagai Pinkan cilik. Setelah tampil dalam film dokumenter tentang pariwisata Sulawesi Utara tersebut, Mitha fokus bersekolah.

Kesehariannya ketika itu hanya diisi dengan berbagai kegiatan di panggung tarik suara. Mitha sempat menjadi backing vocal grup pimpinan kakaknya, Ully Sigar Rusady. Sejak remaja, Mitha memang sudah bisa memainkan alat musik, menciptakan lagu, hingga menyanyikannya. Ia juga sempat belajar pada komponis kontemporer kondang Indonesia, Slamet Abdul Sjukur.

Dengan modal paras cantiknya, Mitha akhirnya terjun ke dunia hiburan setelah menerima tawaran sebagai bintang iklan dan foto model majalah. Selepas SMA, tepatnya di tahun 1984, ia mulai mendapat tawaran main film layar lebar. Debutnya dimulai dalam film Ranjau-Ranjau Cinta garapan sutradara Nasrie Chepy. Dari film yang juga dibintangi aktor Rano Karno itu, karir Mitha sebagai aktris terus berlanjut.

Puncaknya saat ia tampil memerankan tokoh Nyi Iteung dalam beberapa film Si Kabayan berpasangan dengan aktor Didi Petet. Pada tahun 1990, berkat perannya di film komedi tersebut, Mitha dinobatkan sebagai aktris terpuji. Judul lain yang ikut melambungkan namanya adalah film remaja yang dibintangi Onky Alexander, Catatan Si Boy. Masih di tahun 1990, ia telah memerankan sedikitnya 9 film layar lebar salah satunya adalah ‘Bos Charmad’ yang menghantarkan Mitha masuk dalam daftar nominasi Aktris Terbaik. Pada 1992, Mitha kembali dinominasikan sebagai calon penerima penghargaan Aktris Terbaik berkat aktingnya di film Kuberikan Segalanya. Film bergenre drama tersebut juga diikutsertakan dalam ajang Asian Film Festival 1992 di Fukuoka, Jepang.

Tapi ketika produksi perfilman Indonesia surut di tahun 90-an, terhitung sejak tahun 1994, Mitha lebih banyak tampil di sinetron sambil tetap mengembangkan minatnya di bidang tarik suara. Kualitas akting Mitha di dunia sinetron mendapat apresiasi dimana pada tahun 1998, ia menerima penghargaan Aktris Drama dan Bintang TV Favorit lewat sinetron Janjiku dan Karmila. Karakter wajahnya yang sendu memang membuat sosoknya lekat dengan peran-peran protaganis, gadis baik-baik yang selalu tertindas.

Meski demikian, Mitha tidak ingin terjebak pada peran seperti itu saja dan mencoba peran lain. Seperti dalam sinetron Berikan Aku Cinta dimana ia memerankan tokoh jahat. Sementara dalam sinetron Kesetiaan Bidadari, Mitha berperan sebagai polisi wanita. Pada tahun 2000, ia dinobatkan sebagai Aktris Terbaik dalam ajang Anugerah Prestasi 2000.

Di sela-sela kesibukannya sebagai aktris, Mitha sesekali tampil menunjukkan kebolehannya bernyanyi sambil bermain gitar akustik. Sepanjang karirnya di dunia olah vokal, ia telah menelurkan belasan album rekaman. Diantaranya Janjiku, Bias Asa, Tiada Lagi Asmara dan masih banyak lagi. Beberapa lagu dalam albumnya bahkan berhasil menjadi hits dan bertengger di deretan lagu-lagu populer selama beberapa tahun.

Tapi ketika produksi perfilman Indonesia surut di tahun 90-an, terhitung sejak tahun 1994, Mitha lebih banyak tampil di sinetron sambil tetap mengembangkan minatnya di bidang tarik suara.

Setelah sibuk berkarir, Mitha akhirnya menyudahi kesendiriannya di usia yang cukup matang, 34 tahun. Mekah, 9 Juni 2000 menjadi hari yang membahagiakan dalam hidupnya. Lantaran tanggal tersebut merupakan hari pernikahannya dengan pesinetron Gunawan. Sayangnya, kebahagiaan Mitha dengan sang suami yang berusia 7 tahun lebih muda darinya itu tak berlangsung lama. Mitha dan Gunawan bercerai pada tahun 2002 sebelum sempat dikaruniai momongan.

Dua tahun kemudian, Mitha kembali menikah, kali ini dengan teman lamanya yang bernama Nenad Bago. Bago, duda asal Kroasia yang kemudian menjadi muallaf dengan nama muslim Muhammad Hamzah Akbar itu memperistri Mitha pada 20 Mei 2004.

Tak lama setelah resmi berstatus sebagai Ny. Nenad Bago, Mitha sempat dinyatakan hamil. Sayangnya, saat kandungannya memasuki usia 4 bulan, ia mengalami keguguran. Setelah berusaha cukup lama untuk memiliki anak dari rahimnya sendiri, pada 14 Mei 2007 pukul 04.28 WIB, Mitha akhirnya melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3,11 kg dan panjang 48 cm melalui operasi caesar. Bayi tampan itu diberi nama Adrian Tegar Maharaja Bago.

Di akhir tahun 2008, Mitha sempat diterpa kabar miring dimana ia dikaitkan dengan Sacha Mustafa van Diest, teman semasa SMA-nya. Ia diduga menjadi orang ketiga dalam perceraian Sacha. Namun, Mitha maupun Sacha membantah berita tak sedap itu.

Setelah lama vakum dari dunia musik, Mitha merilis single terbarunya pada Juni 2009. Single ‘Bulan ke Tiga’ menandakan kembalinya Mitha ke dunia tarik suara.

Sementara untuk dunia akting, seiring usia, masa gemilang Paramita Rusady memang sudah surut. Ia tak lagi terlihat di layar kaca maupun layar lebar. Menurut ibu satu anak yang masih terlihat awet muda ini, beberapa tawaran peran di film layar lebar sudah diterimanya, hanya saja belum ada yang cocok. Ia mengaku sangat selektif dalam memilih peran sejak memutuskan mengurangi akting untuk mengurus buah hatinya.

“Saya tidak ingin asal main saja. Saya sudah tidak mau memaksakan diri produktif untuk tetap eksis,” kilahnya seperti dikutip dari situs detikhot.com. Selain itu, Mitha memang menyadari bahwa sekarang bukan zamannya lagi. Saat ini, dunia perfilman sangat pesat, berbeda dengan masa keemasaannya dulu. Dari segi kualitas, kuantitas serta honor meloncat berlipat-lipat. Tak hanya itu, film sekarang juga sudah menjual kontroversi sebagai daya pikat orang menonton. Makanya, dia lebih menekuni karir barunya sebagai ibu rumah tangga. “Saya sudah melalui dunia film, nyanyi, komposer. Yang belum saya lakukan adalah jadi ibu rumah tangga yang baik. Dan jadi ibu rumah tangga bukan suatu kemunduran. Jangan salah!” ujarnya dengan nada serius.

Selain disibukkan dengan kegiatannya mengurus putra semata wayangnya, Mitha masih aktif terlibat dalam sejumlah aktivitas sosial terutama yang berhubungan dengan lingkungan. Bersama sang kakak, Ully Sigar, Mitha memang getol mengkampanyekan gerakan-gerakan cinta lingkungan lewat suara merdu dan alunan musiknya. Ia juga kerap diminta untuk menjadi juri dalam berbagai ajang seperti Kontes Lagu Alam, Kontes Lagu Anak, Kontes Menyanyi serta Festival Film. e-ti | muli, red

Data Singkat
Paramitha Rusady, Aktris, Penyanyi / Sudah Lalui Banyak Dunia | Selebriti | Penyanyi, cantik, aktris

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here