Berita

Populer (All Time)

Presiden Habibie Lepaskan Timor Timur

Berharap mendapat hadiah Nobel Perdamaian, atau setidaknya untuk mendapat pujian internasional, Presiden BJ Habibie melepas Timor Timur dari pangkuan Ibu Pertiwi dengan memberi opsi merdeka kepada rakyat Timtim melalui jajak pendapat.

Revolusi Pendidikan untuk Indonesia Abadi

Syaykh Al-Zaytun Prof. Dr (HC) Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang,...

Sesakit Apapun, Tetap Kawal Jokowi

Spanduk 'Turunkan Jokowi Sekarang Juga' sempat bertebaran di Solo...

Surat Kepada Presiden

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang Saya mendapat kesan bahwa Menkopolhukam...

Al-Zaytun, Islam Milenium Ketiga

Pernahkah Anda mengimpikan seperti apa wajah Islam pada milenium...

Populer Minggu ini

Antitesis dan Solusi Pendidikan Nasional

Prof. Dr. Imam Suprayogo, M.Pd. mengatakan bahwa Al-Zaytun adalah...

HUT Ke-81 RI di Al-Zaytun, 210 Penari Tampilkan Kreasi Nusantara

Bagi Al-Zaytun, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda tahunan....

Baptisan Batak Pertama

Pada perayaan Paskah 31 Maret 1861 di Sipirok, sebelum...

Supranalar Syaykh Al-Zaytun: Perlawanan Filosofis terhadap Tradisi Penurunan Bendera

Oleh: Ali Aminulloh Ketika bangsa Indonesia beramai-ramai menurunkan Sang Merah...

Pemimpin Terkorup Dunia

Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) mengumumkan pemimpin...

Trending Hari Ini

In Memoriam Ustad Abdul Halim: Jembatan Emas yang Berpulang

Ada orang-orang yang dihadirkan Tuhan ke dunia bukan untuk...

Ternyata Segini IQ Orang Indonesia

Dalam sepuluh tahun terakhir, IQ rata-rata orang Indonesia tidak...

Pemimpin Terkorup Dunia

Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) mengumumkan pemimpin...

Horas Tondi Madingin, Pir Tondi Matogu

Salam Horas Batak: Horas Tondi Madingin, Pir Tondi Matogu...

Prof. Yohanes Surya: Rahasia yang Mengubah Anak Biasa Jadi Juara Dunia

Apa yang bisa membuat seorang anak dari pedalaman Papua,...

DAFTAR ARTIKEL

Petugas Partai Ideologis

Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa semua kader PDI Perjuangan yang menduduki jabatan di legislatif dan eksekutif maupun di struktur partai di semua tingkatan adalah petugas partai. “Ingat kalian adalah petugas partai. Petugas partai itu adalah perpanjangan tangan dari partai. Kalau kalian tidak mau disebut sebagai petugas partai, silakan keluar dari partai,” tegas Ketua Umum PDI Perjuangan itu.[1]

Tahun Percepatan Pembangunan

PRESIDEN RI JOKO WIDODO*: Tahun 2016 ini adalah Tahun Percepatan Pembangunan Nasional. Kita harus melangkah menuju Indonesia maju. Percepatan pembangunan tersebut mutlak kita perlukan. Sudah 71 tahun Indonesia merdeka, kita belum mampu memutus rantai kemiskinan, memutus rantai pengangguran, memutus rantai ketimpangan dan kesenjangan sosial.

Keluar dari Zona Nyaman

PRESIDEN JOKOWI*: Sekarang kita berada pada era persaingan global. Kompetisi antarnegara luar biasa kerasnya, luar biasa sengitnya. Untuk memenangkan kompetisi, untuk menjadi bangsa pemenang, kita harus berani keluar dari zona nyaman. Kita harus kreatif, optimis, bahu-membahu, dan melakukan terobosan-terobosan. Semua itu demi mempercepat pembangunan nasional, demi meningkatkan daya saing kita sebagai bangsa.

Golkar Jadi Follower

Golkar, partai penguasa 30-an tahun Orde Baru, jika dilihat dari perolehan suara pemilu legislatif era reformasi, masih bertahan sebagai salah satu partai besar di Indonesia. Namun dalam hal pemilu presiden, tampak semakin tak berdaya, loyo, kerdil dan terpuruk jadi follower.Catatan Ch. Robin SimanullangWartawan TokohIndonesia.com

Peluncuran Buku Biografi DR. Rudjito, Be An Optimist!

Buku otobiografi bankir ternama yang pernah menjadi Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (2000-2005), alm. DR. Rudjito berjudul "Be An Optimist!: Banyak Bekerja, Banyak Bicara, Banyak Hasilnya", resmi diluncurkan pada Kamis, 28 Juli 2016 di Gedung BRI 1 Sudirman, Jakarta.

Pemimpin Kukar, Meninggal

Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Syaukani Hasan Rais meninggal dunia Rabu 27 Juli 2016 sekira pukul 16.26 Wita di rumah sakit AWS Samarinda. Saat menghembuskan napas terakhir, Pak Kaning (sapaan akrabnya) didampingi istri, puterinya Rita Widyasari (Bupati Kukar) dan beberapa orang anggota keluarga.

Anomali Ahok dan Parpol Ngambang

Anomali dukungan partai politik (parpol) kepada calon perseorangan (independen) dalam Pilkada tidak terlarang. Walaupun hal itu akan menimbulkan pertanyaan tentang eksistensi parpol tersebut, baik secara ideologis, tujuan dan terutama basis massanya.Catatan: Ch. Robin SimanullangWartawan TokohIndonesia.com

Risma-Sandi Kalahkan Ahok-Heru, Jika…

Pilgub DKI Jakarta akan berlangsung Februari 2017. Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang sangat percaya diri meninggalkan PDIP dan memilih pasangan Cawagubnya Heru Budi Hartono (Heru), melalui jalur perorangan (independen), untuk sementara ini berada di atas angin karena belum munculnya pasangan pesaing yang lebih unggul. Oleh: Ch. Robin SimanullangWartawan TokohIndonesia.com

Ahok dan Seni Politik

Politik adalah seni kemungkinan (the art of possibilities). Dalam berpolitik (seni kemungkinan) itu ada visi dan misi yang diperjuangkan melalui seni diplomasi, negosiasi, koalisi dan kampanye yakni seni untuk meyakinkan, memengaruhi, mengubah pilihan dan dukungan. Catatan Kilas: Ch. Robin Simanullang

50 Terkaya Indonesia 2015

Majalah Forbes merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia (Indonesia's 50 Richest) tahun 2015 dilengkapi jumlah kekayaan dan sektor bisnis yang menjadi fokus pendorong kekayaan para orang miliader tersebut.

Mencari Pimpinan KPK Setengah Malaikat

Indonesia mencari orang yang extraordinary, luar biasa, setengah malaikat, untuk memimpin KPK. Orang berintegritas moral tinggi, bersih, jujur, cakap, berani, tegas dan memiliki reputasi yang baik; Berkomitmen memberantas korupsi, bergaya hidup sederhana (bersahaja), tidak memiliki cacat di masa lalu, sudah selesai dengan kepentingan diri sendiri dan berani (siap) mati (berkorban) demi bangsa dan negara. Negarawan (pejabat negara) setengah malaikat!

Dekadensi Politik Elit Golkar

Catatan Ch. Robin Simanullang | Para elit Partai Golkar yang sudah berpengalaman dan dikenal piawai dalam kegiatan politik tampaknya sedang mengalami dekadensi politik. Layaknya orang dewasa yang terperosok dekadensi ‘moral’. Terbukti, para elit Golkar gagal total mengatasi konflik internalnya, sehingga membuka ruang bagi eksternal menungganginya.

Advertisement

spot_img