04 | Dirikan Institut Darma Mahardika

Jansen Sinamo
Jansen Sinamo | Tokoh.ID

Setelah kerusuhan Mei 1998, Jansen mendirikan sebuah lembaga atau organisasi yang menangani pelatihan-pelatihan yang semakin sering diadakannya. Lahirlah PT Spirit Mahardika dengan brand Institut Darma Mahardika (IDM) dengan produk khasnya, etos kerja profesional.

Misi IDM adalah memperkuat etos bangsa Indonesia. Dengan folosofi living to the fullest, leading to the farthest, leaping to the highest, dan loving to the best IDM menawarkan etos sebagai fondasi, strategi, dan solusi sukses bagi individu, organisasi, dan masyarakat. Lahirlah empat resolusi untuk misi tersebut.

Pertama, IDM ingin menyalakan semangat ketulusan yang memberdayakan karsa dengan kata-kata positif, dan melawan pelemahan hati oleh kata-kata palsu negatif.

Kedua, IDM ingin meneguhkan panggilan hidup yang membangun masa dengan kata-kata visioner imajinatif, dan melawan pemenjaraan primordalisme oleh kata-kata miskin kosong.

Ketiga, IDM ingin mencerahkan akal budi yang membebaskan potensi insani dengan kata-kata cerdas kreatif, dan melawan pelumpuhan motivasi oleh kata-kata bodoh dangkal.

Keempat, IDM ingin mengkristalkan pengabdian yang memuliakan jiwa dengan kata-kata cinta kasih, dan melawan penghancuran idealisme oleh kata-kata dengki nirpeduli. IDM beralamat di Pulogebang Permai Blok G-11 No. 12, Jakarta 13950. Juga dapat dikunjungi melalui website institutmahardika.com.

Berbagai cara digunakan Jansen untuk memperkenalkan produknya. Selain lewat training, seminar, buku, dan artikel di berbagai media massa, ia juga memanfaatkan siaran radio untuk bisa menjangkau masyarakat lebih luas. Dalam waktu dekat ia juga akan hadir di layar kaca untuk turut memberikan kontribusi pencerahan bagi bangsa ini.

Hingga saat ini, hampir 90 persen training yang diberikan Jansen masih di dunia bisnis, yang diakuinya masih tetap menjadi lahan yang menjanjikan. Meski demikian, ia berharap suatu saat etos juga dapat merambah dan ekspansi ke bidang civil society, birokrasi, dan juga politik.

Diakuinya, keinginan untuk memperkenalkan etos di dunia politik mengalami beberapa kendala. Orang-orang politik sudah merasa pintar dan tidak memerlukan etos. Namun sesungguhnya, mereka yang paling membutuhkan etos justru adalah orang yang paling merasa tidak memerlukannya.

Di dunia bisnis, kompetisi adalah kenyataan hidup yang operasional. Tanggap terhadap perubahan adalah suvival skill. Keunggulan adalah nyawa bisnis kita. Mereka yang tidak unggul akan segera tersisih. Itulah sebabnya kalangan bisnis terus berupaya mencari jalan untuk memperbaiki mutunya dan dengan demikian memperkuat dirinya. Bisnis selalu berusaha bagaimana cara untuk mencerdaskan organisasi, meningkatkan kualitas SDM, dan sebagainya.

Sedangkan di dunia birokrasi ancaman kompetisi tidak begitu santer merongrong posisi mereka. Misalkan saja pegawai negeri. Sekali menjadi pegawai negeri, seumur hidup bisa aman tetap pegawai negeri. Kondisi demikian membuat orang menjadi lamban, malas berubah, dan enggan berkembang. Training, seminar, dan latihan dianggap tidak penting. Keadaan inilah menurut Jansen yang menjadi kendala utama dalam memasarkan etos di dunia birokrasi dan politik.

Tetapi Jansen tidak memandangnya sebagai halangan, justru ia menganggap itu sebagai tantangan yang harus ditaklukkan. Dengan modal semangat, ketekunan, dan kerja keras, ia yakin dan percaya semua harapan itu suatu hari pasti akan tercapai. Selamat berjuang Guru Etos Indonesia! ti/atur-juka

Data Singkat
Jansen Sinamo, Motivator dan Guru Etos / Guru Etos Indonesia | Ensiklopedi | Etos Kerja, konsultan, motivator, trainer, pembicara

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here