Pemimpin yang Tak Pernah Tidur

Soemino Eko Saputro
 
0
642

03 | Ini Medan Bung!

Soemino Eko Saputro
Soemino Eko Saputro | Tokoh.ID

Lepas tugas di Jember, Soemino dipindahkan ke Medan. Di sana dia bertu-gas selama tiga tahun (30-09-1981 sd 03-01-1985) sebagai Kepala Seksi Jalan dan Bangunan. Orang menyebut bertugas di Medan itu sebagai “tempat basah”, artinya jabatan yang banyak duit-nya. Kalau banyak duitnya, yang ingin mengurusi tentu banyak.

Namun, menurut Soemino, umumnya orang yang bertugas di Medan, yang disebut duduk dalam posisi yang agak basah, itu kalau tidak pandai-pandai, malah bisa susah. Di sana ada pemeo, “Ini Medan Bung!” Hampir semua pejabat sebelum Soemino tidak sampai tuntas melaksanakan tugasnya, masa-lahnya ada saja. Tetapi Sumino bisa bertugas di Medan secara tuntas sampai tiga tahun tanpa bermasalah. “Kiatnya banyak kawan,” kata Soemino Eko Saputra.

Perihal kiatnya menghadapi masalah dan tantangan selama bertugas di Medan, pada era yang kala itu berbeda, dia menggalang hubungan dengan ABRI.” Dia berusaha mencari jalan untuk bisa dekat dengan para prajurit dan petinggi ABRI di daerah itu. Dia berusaha membuka hubungan dengan Pangdam, Kasdam dan seterusnya. Di antaranya Asisten Pangdam yang membidangi kewartawanan. Waktu itu masih rawan sekali. “Kalau berkawan sama beliau aman,” kiatnya. Jadi memang ada istilah di sana: “Ini Medan Bung.” “Kalau kita bisa beradaptasi memang bagus, enak juga di sana,” kenangnya.

Dari Medan dia pindah ke Bandung jadi Kepala Seksi Konstruksi. Dia ditempatkan di jabatan yang kata orang termasuk kering. Tapi dia senang saja di mana pun berada. Begitu dia masuk di Kasi Konstruksi, menangani masalah track (jalan kereta api), dia memprioritaskan pekerjaan dan membina hubungan baik dengan semua lini, sehingga punya teman makin banyak.

Satu hal yang dia rasakan di kereta api, pembinaan dari para senior sangat bagus. Jadi setiap malam minggu, dia selalu dikasih uang oleh para seniornya karena mereka tahu dia tidak punya duit. Pembinaan kala itu sangat bagus sehingga loyalitas tinggi sekali. “Saya tidak tahu sekarang seperti apa,” katanya. mti/crs-sh-ri

***TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini