Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah Damien saat ini. Ia seorang novelis, penulis skenario, sutradara, produser, fotografer, dan pelukis yang produktif berkarya. Sebagai fotografer, kemampuannya telah diakui dunia internasional dengan menyabet penghargaan International Master Photographer of the Year. Belakangan, ia juga aktif menyuarakan pluralisme.
Mantan Kepala LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) periode 1989-1995, yang juga dikenal sebagai guru besar bidang elektronika di Institut Teknologi Bandung (ITB) aktif memperjuangkan pengembangan bidang mikroelektronika dan mendorong pembangunan Bandung Silicon Valley atau Kota Chip sejak 1991. Namun sampai dia meninggal dunia di Jakarta, Rabu 15 November 2006 pukul 10.15 WIB, cita-cita pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 15 April 1931 itu belum terwujud.
Kardinal Indonesia yang juga Anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama ini terpanggil dan terpilih sebagai nelayan penjaring: "Atas perintahMu, kutebarkan jalaku." Ia juga melayani sebagai Uskup Agung Jakarta. Pastor kelahiran Jagang, Muntilan, 20 Desember 1934, ini menyukai warna serba biru yang melambangkan warna damai.
Deregulasi dan diiringi maraknya berdiri lembaga yang mengurusi dana pensiun pegawai negeri, swasta dan BUMN malah melahirkan kekhawatiran baru bagi Achmad Subianto. Direktur Utama PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen), kelahiran Cilacap ini bahkan merasakan ada keanehan dengan sistem pengelolaan dana pensiun yang berlaku di Indonesia saat ini.
Pengagum Thierry Henry ini dikenal sebagai pebulu tangkis andalan dan kebanggaan Indonesia yang sering meraih juara ganda putra pada berbagai kejuaraan. Bersama rekannya, ia pernah menduduki peringkat pertama dunia IBF untuk ganda putra dan medali emas di Asian Games 2010 Guangzhou, China.
Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA salah satu putra terbaik dari Papua yang melejit ke panggung nasional setelah dipercaya memimpin Kementerian Lingkungan Hidup. Sebelumnya peraih Satya Lencana Adhitya Dharma Nugraha ini adalah Rektor Universitas Cendrawasih sejak tahun 2005-2011.
Ketua Umum PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) periode 2004-2009, Pdt Dr AA Yewangoe, ini punya obsesi menjadikan gereja berguna bagi orang lain. Tidak hanya pelayan bagi jemaat sendiri tetapi juga pelayan bagi orang di luar komunitas Kristen. Dia bertekad mewujudkan keyakinan itu lewat cita-cita PGI yang dipimpinnya yakni Keesaaan Gereja di Indonesia yang dimplementasikan dalam keesaan in action (aksi bersama).
Melky Goeslaw aktif di panggung tarik suara sejak tahun 1970-an baik sebagai penyanyi maupun penggubah lagu. Beberapa lagunya yang terkenal adalah Pergi untuk Kembali, Hiroshima dan Nagasaki, Tuhan Semesta Alam dan Siapa Suruh Datang Jakarta. Bakat bermusiknya juga diturunkan pada putrinya, Melly Goeslaw, yang dikenal sebagai pencetak lagu-lagu hits.Â
Pencipta lagu dan penyanyi bersuara khas yang berjaya di tahun 1980 hingga 1990-an ini banyak mengorbitkan penyanyi seperti Dian Piesesha, Maya Rumantir, Hetty Koes Endang dan Meriam Bellina. Selain mencipta dan menyanyikan lagu-lagu Indonesia populer, Pance Pondaag juga mencipta dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Karyanya tak lekang dimakan zaman bahkan setelah kepergiannya menghadap Sang Khalik.
Kemanapun Rita Butar-butar diundang manggung, lagu "Didia Rokkap Hi" yang melambungkan namanya di tahun 80-an, wajib ia nyanyikan. Di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, ia masih tampil dalam berbagai acara Batak dan berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi Batak saat membuat album.
OBITUARI | H Rosihan Anwar, Sang Wartawan Legendaris Indonesia, meninggal dunia dalam usia 89 tahun pada pukul 08.15 WIB Kamis, 14 April 2011 di Rumah Sakit MMC Jakarta. Wartawan lima zaman kelahiran Sumatera Barat, 10 Mei 1922, itu telah menulis sejak zaman penjajahan Belanda hingga akhir hayatnya. Di usia senjanya (80-an tahun), dia masih aktif menulis di berbagai media massa dan menulis buku. Bukunya yang terakhir adalah Sejarah Kecil (Petite Histoire) Indonesia Jilid IV (Penerbit Buku Kompas, November 2010). Bahkan pada detik dan hari akhir hayatnya dia sedang merampungkan memoar kehidupan cintanya dengan sang isteri tercinta dengan judul Belahan Jiwa, Memoar Rosihan Anwar dengan Siti Zuraida.
Putri mendiang Singgih Hadipranowo, mantan duta besar RI ini berprofesi sebagai penata musik untuk film, sinetron dan iklan serta pengiring musik di berbagai program musik, variety/reality show, seperti ajang pencarian bakat Akademi Fantasi Indosiar (AFI) yang dulu sangat populer. Beberapa penyanyi yang pernah diiringinya antara lain Ruth Sahanaya, Siti Nurhaliza, Vina Panduwinata dan Titiek Puspa.
Kuldesak menjadi film pertama yang menandai debutnya sebagai produser, penulis naskah dan sutradara film layar lebar. Bersama Mira Lesmana, ia menggarap sejumlah film sukses seperti Petualangan Sherina, Gie, Ada Apa dengan Cinta, serta film yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Boleh dibilang, ia termasuk salah satu sosok yang ikut memberi ruh baru pada dunia perfilman Tanah Air.
Berlian Hutauruk mencuri perhatian publik lewat suara soprannya yang berkarakter ketika membawakan lagu Badai Pasti Berlalu pada tahun 1977. Meski lagu itu sudah sering dibawakan kembali oleh penyanyi lain, kedahsyatan suara Berlian tetap tidak tersaingi.
Musisi jazz berambut keriting ini menguasai hampir semua alat musik, dari keyboard, drum, gitar, saksofon, kecuali terompet. Kepiawaiannya memainkan "jurus-jurus" bergitar ala George Benson membuat ia dijuluki 'George Benson Indonesia'.
Perempuan cantik yang memilih drum sebagai instrumen bermusiknya ini, bersama suaminya, Wong Aksan, membuat scoring music untuk sejumlah film. Namanya mulai dikenal luas setelah berakting dalam film layar lebar Mereka Bilang, Saya Monyet! (2007) dan menggondol beberapa penghargaan antara lain Piala Citra sebagai Aktris Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2009 dan Aktris Pendatang Baru Terbaik Indonesia Movie Award 2008.
Pemegang saham PT Adaro Energy, Tbk, yang juga presiden direktur PT Saratoga Investama Sedaya ini masuk dalam urutan ke-58 dari 150 orang terkaya versi Globe Asia pada tahun 2009. Pengusaha yang sukses sebelum usia 40 tahun ini pernah menjabat sebagai ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2005-2008, aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), anggota KEN (Komite Ekonomi Nasional) dan Bendahara ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia).
Kepiawaiannya memadukan musik jazz dengan musik tradisional Indonesia sudah terdengar hingga mancanegara. Bersama Krakatau Band, ia membawa misi menghidupkan seni tradisional dengan nuansa masa kini. Direktur Lembaga Pendidikan Musik Farabi dan anggota komite musik Dewan Kesenian Jakarta ini juga sering berkolaborasi dengan musisi jazz dalam negeri dan mancanegara, sutradara film, peñata tari, orkestra dan musisi muda.
Pedangdut senior yang sukses mempopulerkan lagu Lebih Baik Sakit Gigi, Jatuh Bangun, dan Senyum Membawa Luka ini semasa hidupnya produktif menyanyi dan mencipta lagu serta tampil sebagai pemeran dalam sinetron dan film layar lebar.