Kalimat yang diucapkannya bukan ungkapan kekesalan, melainkan kesetiaan. "Saya tua di laboratorium. Tetapi, tetap saja sampai sekarang belum berdiri industri sel surya," kata Ika Hartika Ismet di Bandung, Jawa Barat.
Perwira kelahiran Surabaya ini pernah menjadi Sekretaris Delegasi Militer Indonesia pada Konferensi Meja Bundar, Atase Militer RI untuk Negeri Belanda dan terakhir sebagai Deputy III Menteri/ Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad). Pria yang sebelum masuk tentara pernah duduk di Ika Dai Gakko (sekolah kedokteran) ini seorang perwira yang fasih berbicara dalam bahasa Belanda, Inggris, dan Jerman. Kemampuannya itu membuat dirinya menjadi perwira penyambung lidah yang sangat dibutuhkan dalam berbagai perundingan.
Suara merdu, pembawaannya yang kemayu serta lirik yang jenaka dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat hampir seluruh lagu-lagu Waldjinah mendapat tempat istimewa di hati masyarakat. Walang Kekek dan Jangkrik Genggong adalah dua dari sekian banyak tembang keroncong yang dipopulerkannya.
Soemino, seorang putera terbaik bangsa di bidang perkeretaapian di republik ini. Dia pantas digelari seorang pemimpin yang tak pernah tidur dalam megurusi kereta api. Selalu tampil dengan program dan karya nyata untuk memperbaiki kondisi perkeretaapian Indonesia. Dari sejak penugasan awalnya di PJKA (Surabaya) sampai menjadi Direktur Utama Perumka hingga menjadi Direktur Jenderal Perkeretaapian Dephub RI, yang pertama.
Pendiri Teater Koma (1 Maret 1977) Norbertus Riantiarno yang akrab dipanggil Nano lahir di Cirebon, 6 Juni 1949. Suami dari aktris Ratna Riantiarno ini seorang aktor, penulis, sutradara dan tokoh teater Indonesia. Nano, terpilih sebagai penerima Anugerah Teater Federasi Teater Indonesia atau FTI 2008.
Dokter Cipto Mangunkusumo adalah seorang dokter profesional yang lebih dikenal sebagai tokoh pejuang kemerdekaan nasional. Dia merupakan salah seorang pendiri Indische Partij, organisasi partai partai pertama yang berjuang untuk mencapai Indonesia merdeka dan turut aktif di Komite Bumiputera.
Pria kalem dan santun ini tenar sebagai penyanyi pop romantis di tahun 90-an. Bersama personil grup vokal Elfa's Singer asuhan komposer besar Elfa Secioria, pelantun lagu hits 'Selamanya Cinta' ini turut mengharumkan nama Indonesia di berbagai perlombaan dan festival musik dunia.
Beberapa bulan setelah menjadi Direktur Hutan Pendidikan Gunung Walat, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, di daerah Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tahun 2003, Supriyanto melihat warga setempat sering menebangi pohon untuk kayu bakar. Hasil survei menyebutkan, dalam sehari sekitar 10 meter kubik kayu bakar keluar dari hutan pendidikan Gunung Walat.Â
Tokoh Paderi ini sangat ditakuti oleh Belanda karena memporak-porandakan pasukan Belanda dalam rentang 15 tahun. Pasukan Belandapun menyebutnya harimau Paderi dari Rokan.
Sebelum terkenal, penyanyi sekaligus pencipta lagu ini sering mengikuti berbagai macam festival lagu dan wara-wiri di layar kaca TVRI. Karir profesional sebagai penyanyi baru dimulai saat ia bergabung dengan band jazz legendaris, Krakatau. Ia juga sering berkolaborasi dengan sederet musisi dan penyanyi mulai dari Deddy Dhukun–Dian Pramana Poetra (2D), Yopie Latul, dan Utha Likumahua.
Tak kurang puluhan judul sinetron dan film televisi (FTV) serta beberapa film layar lebar telah ia bintangi. Mulai dari sinetron berjudul Bawang Merah Bawang Putih hingga film layar lebar berjudul Perempuan Berkalung Sorban. Belakangan, Pemeran Utama Wanita Terfavorit dalam ajang Indonesian Movie Awards 2009 ini juga terjun ke dunia tarik suara.
Nama dara berparas ayu ini melejit setelah membintangi film HEART. Demi mempertahankan eksistensinya sebagai aktris dan penyanyi, Gadis Sampul 2004 ini mengesampingkan sejenak kegiatan kuliahnya.
Kesibukan sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014, tidak membuat Puteri Indonesia 1994 ini melalaikan tanggung jawabnya sebagai isteri dan ibu bagi keluarganya. Sebagai anggota dewan, ia sangat peduli dengan pendidikan masyarakat khususnya yang kurang mampu.
Perempuan Tionghoa ini sering menulis esai di majalah Sin Po yang mengulas tentang pemberdayaan kaum perempuan. Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan pemilik majalah serta menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarganya, ia juga aktif dalam kegiatan politik dan organisasi sosial Sin Min Hui yang mendirikan rumah sakit Sumber Waras dan Universitas Tarumanegara.Â
Dua karya monumentalnya, Nagasasra Sabuk Inten dan Api di Bukit Menoreh dimuat sebagai cerita bersambung (cerber) selama bertahun-tahun di Harian kedaulatan Rakyat Jogja. Bahkan Api di Bukit Menoreh merupakan cerber koran paling panjang di Indonesia bahkan dunia, yang ia tulis selama hampir tiga dekade. Berkat karyanya, nama Mahesa Jenar, terkenal di mana-mana.Â
"Nyanyi adalah jiwaku. Aku nggak akan pernah berhenti bernyanyi". Kalimat itu menegaskan kecintaan seorang Sri Rossa Roslaina Handayani alias Rossa yang amat mendalam pada dunia tarik suara. Karirnya terus melesat meski cobaan tak lepas mewarnai kehidupannya.
Ansyaad Mbai, seorang polisi yang mengenal betul dunia kejahatan berskala trans-nasional seperti terorisme, narkotika, dan pencucian uang (money laundring). Oleh sebab itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini kerap dimintai pendapatnya seputar seluk-beluk terorisme di Indonesia.
Nama bintang iklan dua produsen shampoo ternama ini mencuat setelah membintangi sejumlah sinetron. Tidak berhenti sampai di situ, ia juga menjajal kemampuannya dalam mencipta lagu, menyanyi, menulis skenario dan menulis cerpen.
Aktris Terbaik FFI 2005 ini sanggup berakting dalam banyak ragam jenis film, mulai dari horor, drama komedi, hingga drama psikologi. Film-film yang dibintanginya antara lain Bintang Jatuh (2000), Tusuk Jelangkung (2003), The Soul (2003), Brownies (2005), dan Denias, Senandung Diatas Awan (2006).
Di kalangan penggiat survei, nama pengamat politik dan Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry dikenal karena pandangannya yang tegas dan blak-blakan. Ia pernah mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Konstitusi, menyebut lembaga survei tidak ada yang independen secara finansial, hingga mengkritik kinerja LIPI yang dianggapnya tidak maksimal.Â
Burhanuddin Mohammad Diah atau yang lebih akrab dipanggil BM Diah dikenal sebagai seorang tokoh pers serba bisa, pejuang kemerdekaan, diplomat, pengusaha dan seorang nasionalis yang gigih. Menimbang jasa-jasanya yang cukup besar kepada negara, pendiri Harian Merdeka ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.