Melawan Ketabuan dengan Pena

Dari segelintir perempuan penulis Indonesia saat ini, nama Djenar Maesa Ayu terasa sangat menonjol dari yang lainnya. Pada mulanya ia menulis cerita pendek (cerpen), lalu beringsut ke novel. Namanya semakin melangit ketika ia melebarkan sayap ke dunia televisi dan layar lebar. Bahkan ia telah menjadi sutradara lewat film yang diangkatnya dari karya cerpennya sendiri, "Mereka Bilang, Saya Monyet!"

Penulis Ayat-ayat Cinta

Kultur pesantren yang telah lekat dengan Habiburrahman, membuat dirinya menjadi besar sebagai penulis bernuansa Islami. Sejumlah karyanya bahkan sudah dituangkan ke versi layar lebar.

Bintang Senayan yang Unik

Anggota DPR yang satu ini sangat mudah dikenali. Selain karena nada bicaranya yang lantang dan tegas, serta isi pernyataan politik yang vokal, penampilannya juga unik. Ali Mochtar Ngabalin, wajahnya dihiasi janggut dan kumis dan selalu mengenakan busana stelan jas necis dipadu lengkap dengan lilitan surban.

Pecinta Seni dan Lingkungan

MTI-37: Kisah perjalan hidup HM Ali Umri, SH, MKn menarik untuk disimak. Bahkan mungkin tidak mengada-ngada bila disebut langka. Selain bersahaja, familiar, setia kawan, berjiwa sosial, agamais tapi berpikir nasionalis, tokoh yang sangat intens dan komit terhadap setiap pekerjaan yang digelutinya apa pun bentuk tugas, jabatan yang diembannya, ia juga seorang pencinta seni dan lingkungan hidup.

Penemu Plastik Ramah Lingkungan

Peneliti polimer dari Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ini memperoleh gelar profesor riset, atas ketekunannya meneliti dan menghasilkan temuan plastik ramah lingkungan karena bisa terurai—dengan bahan campuran pati jagung terlapisi dan polietilen, yaitu polimer sintetis berbasis petroleum.

Pejuang Negara Kepulauan

Prof Dr Hasjim Djalal sebagai seorang diplomat senior dan tokoh hukum laut internasional punya andil besar dalam proses mewujudkan pengakuan dunia atas Indonesia sebagai suatu negara kepulauan (archipelagic state). Pria kelahiran  Ampat Angkat, Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 Februari 1934, itu berprofesi sebagai diplomat karier sejak masa Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi.

Merasa Lebih Marhaenis

Dia putri kedua Bung Karno dari Fatmawati. Dari semua saudaranya, tampaknya dia merasa paling artikulatif membicarakan ajaran Marhaenisme. Bahkan di depan publik seringkali Rachma, panggilan akrabnya, meremehkan kakaknya sendiri, mantan Presiden Megawati, yang juga Ketua Umum PDIP.

Anggota DPD dan Mantan Gubsu

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  Sumatra Utara Raja Inal Siregar, meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Mandala di Medan, Senin 5 September 2005. Mantan Gubernur Sumatra Utara (1988-1998), pria kelahiran Medan, 5 Maret 1938, itu meninggal bersama dengan Gubsu penggantinya Tengku Rizal Nurdin, dan anggota DPD asal Sumut lainnya Abdul Halim Harahap.

Bertekad Berbuat yang Terbaik

Selama menjabat Direktur Utama PT Angkasa Pura I, ia merasa cukup enjoy karena bisa melaksanakan tugas dengan baik. Dari sisi pelayanan, lima dari 13 bandara yang dikelola PT AP I (Bandara Ngurah Rai, Bandara Sepinggan, Bandara Selaparang, Bandara Juanda, Bandara Hasanuddin) mendapat penghargaan pelayanan prima dari Menteri Perhubungan. Ia berjuang keras untuk menjadikan kelima bandara itu dapat diandalkan di Asia Pasifik.

Walikota Parepare 2004-2009

Drs. H. Mohammad Zain Katoe Walikota Parepare periode 2004-2009. Pria kelahiran Sidrap, 07 Agustus 1945, ini sebelumnya menjabat Anggota DPRD Kota Parepare 1997-2003. Lulusan S1 Fak. Sospol Unhas, Jurusan Ilmu Adminsitrasi Negara di Makassar, 1982, ini pernah menjabat  Kabag Penetapan Perusahaan Daerah Periklanan dan Kabag Administrasi Perusahaan Daerah Apotik Kotamadya Ujung Pandang, 1965-1967.

Terbaru

Adik Gus Dur, KH Hasyim Wahid Wafat

Jakarta - Adik bungsu almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Hasyim Wahid, meninggal dunia, Sabtu, pukul 04.18 WIB di RS Mayapada, Jakarta. Wakil Ketua...
Advertisement

Follow Us on Facebook

26,920FansSuka