Penyanyi Melankolis Berwajah Sendu

Wajah sendu dan suara medunya sempat mewarnai dunia hiburan di tahun 80-an. Hampir semua lagu yang dibawakannya bernuansa melankolis penuh dengan kisah patah hati dan kekecewaan, seolah menggambarkan perjalanan asmaranya yang penuh liku. Selain menyanyi, ia pernah terjun ke dunia akting dan sempat dinominasikan sebagai Aktris Terbaik dalam ajang FFI untuk perannya dalam film Antara Dia dan Aku. 

Sentuhannya Elegan dan Glamor

Imajinasi desainer yang terkenal dengan rancangan feminim dan elegan ini tak hanya dituangkan dalam lembaran kain, namun juga pada keramik dan perhiasan. Rancangan-rancangannya berkelas mulai dari dekorasi yang simpel hingga busana yang glamour. Bersama sang istri, ia telah meluncurkan beberapa label diantaranya Sebastian Sposa (bridal), Bubble Girl (kids), Red label-Sebastian & Cristina dan Votum. 

Pernah Dijuluki Singa Panggung Asia

Dengan suara soprano yang lantang dan aksi panggungnya yang kreatif, penyanyi yang pernah dijuluki sebagai Singa Panggung Asia oleh majalah Asia Week (1975) ini berhasil memikat para penggemarnya. Di masa jayanya di tahun 70-an, ibunda penyanyi Denada ini menjadi penyanyi dengan bayaran termahal dan sempat membintangi belasan film layar lebar.

Pianis yang Mendunia

Pianis handal dengan reputasi internasional ini kerap tampil solo atau terlibat dalam konser simfoni orkestra di seluruh penjuru Eropa. Musiknya telah banyak ditulis sebagai bahan disertasi dan tesis doktoral di beberapa universitas di 3 benua. Pianis yang menetap di Spanyol ini menjadi satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam buku "The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century", yang berisikan riwayat hidup 2000 orang yang dianggap berdedikasi pada dunia musik.

Dianggap Aji Mumpung

Wajahnya semakin dikenal publik setelah membawakan acara Kontes Dangdut TPI dan infotainment Kabar-Kabari. None Jakarta Utara 1999 ini dianggap aji mumpung saat terjun ke dunia tarik suara. Sama seperti kaum selebriti lainnya, kehidupan pribadinya juga tak luput dari sorotan wartawan hiburan.

Ingin Hidup Seimbang

Setumpuk kegiatan dan profesi dilakoni oleh perempuan cantik berwajah oriental ini. Mulai dari presenter TV dan panggung MC, model profesional, pengusaha hingga aktivis sosial. Meski sudah menjadi warga dunia hiburan, pengurus di bagian kehumasan Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) ini bertekad untuk terus hidup seimbang, tak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. 

Berangkat dari Penyanyi Cilik

Namanya berkibar sebagai penyanyi cilik di dekade tahun 70-an. Dari sekian banyak nomor hits yang berhasil dicetaknya, yang terlaris adalah Mak Inem. Meski era keemasannya telah berlalu, ia tetap eksis sebagai pemain film dan sinetron serta menjadi komedian. Sebagai mantan penyanyi cilik, ia merasa prihatin dengan kian tenggelamnya lagu anak-anak di masa sekarang ini.

Terpanggil Menjadi Drummer

Kemampuannya menabuh drum telah membawanya bergabung dengan berbagai kelompok musik, berkolaborasi dengan musisi-musisi ternama hingga tampil dalam berbagai event internasional. Satu-satunya drummer Indonesia yang disponsori perusahaan simbal dari Amerika Serikat ini lebih banyak bermain di jalur jazz meski tak selamanya berkubang di situ.

Aktor Tua Ketagihan Narkoba

Di masa jayanya, aktor ini termasuk dalam daftar The Big Five, jajaran artis film yang mendapat honor tertinggi saat itu. Sayang, usia tua belum membuatnya dewasa. Dia sudah dua kali 'kalah' oleh narkoba dan mendekam di hotel prodeo. Namun, ajaibnya ia masih mendapat tawaran untuk tampil dalam sejumlah film di antaranya Mengejar Mas-Mas (2007) dan Selimut Berdarah (2010).

Salena Jones Indonesia

Perempuan yang dijuluki sebagai Salena Jones Indonesia ini terkenal dengan warna suaranya yang khas, berat dan mendesah. Lewat tembang bossanova berjudul "Kasih" dan "Pasrah" ciptaan Ryan Kyoto, namanya melejit dan diperhitungkan sebagai salah satu vokalis jazz Indonesia.

Terbaru

Ma’ruf Amin: The Government had Prepared Rp22 trillion for Digitalization

Jakarta - Vice President Ma'ruf Amin said the government had prepared a budget of more than Rp22 trillion for the development of digital technology...
Advertisement

Follow Us on Facebook

26,952FansSuka