Catatan Kilas

Populer (All Time)

Sesakit Apapun, Tetap Kawal Jokowi

Spanduk 'Turunkan Jokowi Sekarang Juga' sempat bertebaran di Solo...

Surat Kepada Presiden

Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang Saya mendapat kesan bahwa Menkopolhukam...

Menikmati Sholat Id di Al-Zaytun

Sudah duapuluh tahun saya selalu menghadiri, mengikuti dan menikmati...

Syaykh Al-Zaytun: Cek Kosong, Negara Tanpa GBHN

Saat ini, Presiden Republik Indonesia memimpin negara laksana seorang...

Kampus Kecerdasan Iman

Al-Zaytun menggelar kuliah umum bertajuk: “The Protestant Reformation: What...

Populer Minggu ini

Inpres Revolusi Mental Mati Suri

Dalam rangka memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia dengan...

Kabut Kelam Revolusi Mental

Revolusi Mental (Nawacita Kedelapan): Kolom ‘Revolusi Mental’ Jokowi dan...

Catatan Runtuhnya Gerakan Revolusi Mental

Presiden Jokowi pada awal pemerintahannya 2014 menggelorakan Revolusi Mental...

Ketika Pengikut Nommensen Berkhotbah

Teks Yeremia 15:15-21 yang mencatat keluhan Nabi Yeremia kepada...

Surat Terbuka Kepada Ephorus HKBP

Usulan Strategis Penulisan Ulang Sejarah Misi di Tanah Batak...

Trending Hari Ini

Pengantar Buku Life Begins at Seventy

Apa kearifan-kearifan yang mencerahkan dari Syaykh Al-Zaytun AS Panji...

Kabut Kelam Revolusi Mental

Revolusi Mental (Nawacita Kedelapan): Kolom ‘Revolusi Mental’ Jokowi dan...

Prabowo-Hatta Buka Peluang Menang

Capres Gerindra Prabowo Subianto berhasil melewati situasi galau (di ujung tanduk) dalam proses penggalangan koalisi pencapresannya. Tragedi kegagalan Golkar dan Demokrat membawa berkah melimpah dukungan kepadanya. Dia pun berhasil menghimpun koalisi tenda besar yang membuka peluang menang baginya bersama pasangan Cawapres Hatta Rajasa.

Ketika Pengikut Nommensen Berkhotbah

Teks Yeremia 15:15-21 yang mencatat keluhan Nabi Yeremia kepada...

Catatan Runtuhnya Gerakan Revolusi Mental

Presiden Jokowi pada awal pemerintahannya 2014 menggelorakan Revolusi Mental...

DAFTAR ARTIKEL

Ahok dan Seni Politik

Politik adalah seni kemungkinan (the art of possibilities). Dalam berpolitik (seni kemungkinan) itu ada visi dan misi yang diperjuangkan melalui seni diplomasi, negosiasi, koalisi dan kampanye yakni seni untuk meyakinkan, memengaruhi, mengubah pilihan dan dukungan. Catatan Kilas: Ch. Robin Simanullang

Mencari Pimpinan KPK Setengah Malaikat

Indonesia mencari orang yang extraordinary, luar biasa, setengah malaikat, untuk memimpin KPK. Orang berintegritas moral tinggi, bersih, jujur, cakap, berani, tegas dan memiliki reputasi yang baik; Berkomitmen memberantas korupsi, bergaya hidup sederhana (bersahaja), tidak memiliki cacat di masa lalu, sudah selesai dengan kepentingan diri sendiri dan berani (siap) mati (berkorban) demi bangsa dan negara. Negarawan (pejabat negara) setengah malaikat!

Dekadensi Politik Elit Golkar

Catatan Ch. Robin Simanullang | Para elit Partai Golkar yang sudah berpengalaman dan dikenal piawai dalam kegiatan politik tampaknya sedang mengalami dekadensi politik. Layaknya orang dewasa yang terperosok dekadensi ‘moral’. Terbukti, para elit Golkar gagal total mengatasi konflik internalnya, sehingga membuka ruang bagi eksternal menungganginya.

Ingat, Zero Tolerance bagi KPK

CATATAN CH. ROBIN SIMANULLANG | KPK itu menggenggam kewenangan luar biasa maka integritas pimpinan KPK semestinya harus lebih tinggi daripada penegak hukum lainnya. Kewenangan luar biasa itu juga menuntut tidak adanya toleransi (zero tolerance) atas kelalaian sekecil apa pun  bagi pimpinan KPK; Mereka harus jadi panutan dan teladan bagi penegak hukum lain.

Arogansi Jerumuskan KPK

Birahi politik dan arogansi oknum komisioner KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah menjerumuskan lembaga negara independen dan super body itu ke titik paling lemah sejak kelahirannya 2004. Pelajaran yang amat mahal untuk mensterilkan KPK dari arogansi dan birahi politik.

JK Percaya Amien Rais

Salah satu kelebihan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah bisa dengan gampang percaya kepada Amien Rais, yang bagi sebagian orang bukan hal mudah. Gampangnya JK percaya kepada Amien tersebut terkesan dari temu pers seusai pertemuan JK dengan Amien, Rabu (29/10/2014).

Hitung Cepat Paling Akurat

Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa 22/7/2014 malam, telah menetapkan rekapitulasi perhitungan suara resmi Pilpres 2014 dan menetapkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2014-2019 dengan meraih 70.997.883 atau 53,15 persen suara nasional. Mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memeroleh 62.576.444 atau 46,85 persen suara.

9 Program Aksi Jokowi-JK

Pasangan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jusuf Kalla menyampaikan sembilan program nyata jika keduanya terpilih menjadi Presiden-Wakil Presiden RI. Jokowi-JK mempertegas program ini dalam konfrensi pers di Bandung, Kamis 3 Juli 2014 pagi.

Memalukan, Hatta Percaya Survei Abal-abal

Abdillah Toha, salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), menyampaikan surat terbuka kepada Ketua Umum PAN yang calon wakil presiden mendampingi calon presiden Prabowo dalam Pilpres 9 Juli 2014. Toha menyatakan keprihatinan atas sikap Hatta Rajasa yang tidak mau mengakui kekalahan dalam Pemilu Presiden 2014 kendati hasil quick count delapan lembaga survey yang kredibel telah mengindikasikan kemenangan pasangan Jokowi-JK. Toha menyesalkan sikap Hatta yang mau percaya kepada surveyor abal-abal.

Ekonomi Berdikari Jokowi

Calon Presiden nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) memaparkan visi ekonomi berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) saat acara Debat Capres II di Jakarta, Minggu 15 Juni 2014 malam. Bagi saya, kata Jokowi, ekonomi ditujukan sebesar-besarnya untuk kemajuan rakyat. Menurutnya, itulah inti ekonomi berdikari. Dia juga menegaskan sikapnya yang selama ini hanya tunduk pada konstitusi dan aspirasi rakyat.

Ekonomi Kerakyatan Prabowo

Capres nomor urut 1, Prabowo Subianto, menegaskan visi ekonomi yang diusungnya adalah ekonomi kerakyatan. Dia pun berjanji akan memberantas korupsi APBN dan menutup kebocoran uang negara Rp.1000 trilyun per tahun, mencetak sawah dua juta hektar, lahan bio etanol dua juta hektar, menaikkan pendapatan rata-rata penduduk dari tiga juta menjadi enam juta rupiah per bulan, pendidikan gratis 12 tahun dan jaminan kesehatan. Prabowo menegaskan hal itu dalam debat calon presiden, Minggu malam, 15 Juni 2014.

Prinsip Keberagaman Capres-Cawapres

Pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK pada prinsipnya memiliki visi yang sama tentang keberagaman (bhinneka tunggal ika). Keempat ‘putera terbaik’ bangsa ini sama-sama memegang teguh prinsip keberagaman itu. Lalu, apa yang membedakannya?

Advertisement

spot_img