Setiap kali percakapan tentang fondasi kebangsaan dibuka kembali, kita menyaksikan negara kerap terjebak dalam ambivalensi Pancasila. Sebuah frasa populer kerap diucapkan untuk melunakkan ketegangan: “Indonesia bukan negara Islam, tetapi negara Islami.” Sepintas, ungkapan ini terdengar menyejukkan. Namun, jika timbangan egaliter diletakkan secara jujur...
Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang (10/2/2011) | Bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang tercermin dari sikap ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri, berpolitik itu sebuah kepastian, ada visi dan prinsip yang teguh. Sikap ini seringkali dimanfaatkan partai dan politisi lain demi kepentingan politik mereka, terutama politik transaksional. Tampaknya, PDIP juga menyadari hal ini, sehingga dalam implementasi prinsipnya sudah semakin matang.
Gagasan besar versus implementasi konkrit, normatif versus aplikatif (solutif), pendekatan deduktif versus induktif dan prosedural versus dialogis (kontekstual), tampak nyata dalam debat dua pasangan Capres-Cawapres yang bertema ’Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum’ di Balai Sarbini Jakarta, Senin malam (9/6/2014).
Dr. Frans Hendra Winarta | Kata paling tepat untuk mendeskripsikan penegakan hukum di Indonesia adalah 'prihatin'. Kata ini banyak diucapkan oleh berbagai kalangan terkait karut-marutnya penegakan hukum dan keadilan di negeri ini, di mana korupsi konon telah menjadi musuh nomor satu sejak reformasi digulirkan pada 1998.
Oleh Ch. Robin Simanullang SIB 25-09-1990: Konglomerasi (konglomerat) merupakan fenomena baru dalam kekuatan perekonomian kita yang implikasinya belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat luas. Sehingga wajar bila muncul sikap psikologis tertentu atas kehadiran konglomerat itu. Apa lagi bila masyarakat lebih merasakan adanya dampak negatif perilaku konglomerat tersebut.
Oleh Prof. Dr. Romli Atmasasmita: Hui-mui sebaik apa pun penyusunannya, sepanjang dilakukan manusia, tetap saja hilang kesempurnaan dan nilai kemanusiaannya ketika dijalankan dalam praktik- Hal ini sudah tentu di luar jangkauan persepsi dan pemikiran para pembentuk undang-undang dan para ahli teori hukum yang tak pernah menyelami realitas hukum dalam kehidupan sehari-hari.
RM Roy Suryo, Anggota DPR/MPR RI 2009-2014 / Dosen Multimedia yang Dibesarkan Media | 18 Jul 1968 | Direktori | R | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, DPR, Dosen, pakar, multimedia
Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden RI (1993-1998) / Pejuang Sepanjang Hayat | 15 Nov 1935 | Ensiklopedi | T | Member | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Jenderal, Wapres, TNI, Panglima, ABRI, angkatan darat
dr Tan Shot Yen, MHum, Pendiri Dr Tan Wellbeing Clinics and Remainlay Special Needs' Health / Yang Terbang dari Buaian | 17 Sept 1964 | Wiki-tokoh | T | Laki-laki, Lainnya, , dokter, pendiri, konsultan, tionghoa
Sindudarsono Sudjojono (Pak Djon), Pelukis Profesional (1958-1985) / Bapak Seni Lukis Indonesia Modern | 14 Des 1913 - 25 Mar 1985 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, Seniman, Guru, pelukis
Artidjo Alkostar, Mantan Hakim Agung / Dosen Jadi Hakim Agung | 22 Mei 1949 | Ensiklopedi | A | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Dosen, UI, hakim, LBH, Undip
Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Guru Besar dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah (1998-2006) / Permata Hijau Pemikir Islam | 4 Mar 1955 | Ensiklopedi | A | Member | Laki-laki, Islam, Sumatera Barat, Guru Besar, ICMI, Dosen, Cendekiawan Muslim, Rektor, HMI, UIN, Moderat
Prof Dr Muchsin SH, Hakim Agung MA 2002-2011 / Politisi, Guru Besar dan Hakim Agung | 8 Agts 1943 - 4 Sept 2011 | Direktori | M | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Guru Besar, UGM, Rektor, Unair, hakim agung, MA
Tarman Azzam, Pemimpin Redaksi Harian TERBIT, Jakarta / Ketua Dewan Kehormatan PWI | 11 Des 1949 | Direktori | T | Laki-laki, Islam, Kepulauan Bangka Belitung, Wartawan, PWI, pemred
Budiman Sudjatmiko, Anggota DPR (2009-2014) dari PDI-P / Tumbal Orde Baru | 10 Mar 1970 | Direktori | B | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, PDIP, Politisi, DPR, PDI Perjuangan
Andi Rabiah, Suster Puskesmas / Perjuangan Suster Apung | 29 Jun 1957 | Direktori | A | Perempuan, Islam, Sulawesi Selatan, puskesmas, suster, pedalaman
Sitti Chadidjah Toana, Pensiunan PNS Departemen Pedagangan dan Koperasi / Sang Pelindung Anak Terlantar | 31 Mar 1943 | Wiki-tokoh | S | Perempuan, Islam, Sulawesi Tengah, panti asuhan, pelindung, anak-anak
Yossiady Bambang Singgih, Pendiri Yoss Traditional Center / Pelestari Dolanan di Lereng Ungaran | 28 Okt 1954 | Wiki-tokoh | Y | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Budayawan, pendiri, ahli, silat
Moh Reza Tirtawinata, Kepala Divisi Pengembangan Proyek Khusus merangkap Ketua Tim Staf Ahli di Taman Buah Mekarsari Cileungsi Sejak 1994 / Pemburu Durian Gundul | 29 Nov 1958 | Wiki-tokoh | R | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, ketua, peneliti, ahli, taman buah, mekar sari, durian
Kasim Ghozali, Duta Khusus RI di Shanghai / Duta Khusus RI di Shanghai | 20 Apr 1963 | Wiki-tokoh | K | Laki-laki, Lainnya, Sumatera Utara, direktur, pemasaran, perdagangan
Raja Sisingamangaraja XII, Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda / Menolak Dinobatkan Menjadi Sultan | 1849 - 17 Jun 1907 | Pahlawan | S | Laki-laki, Kepercayaan, Sumatera Utara, Pahlawan, raja, Pahlawan perintis kemerdekaan
Ignatius Slamet Rijadi, Wakil Pemerintah RI saat penyerahan Kota Solo, 29 Desember 1949 / Gugur di Usia Muda | 26 Jul 1927 - 4 Nov 1950 | Pahlawan | I | Laki-laki, Lainnya, Jawa Tengah, pahlawan nasional, Pahlawan, komandan, HIS, Brigjen
Krisdayanti, Penyanyi, aktris / Diva Pop Sarat Sensasi | 24 Mar 1975 | Selebriti | K | Perempuan, Islam, Jawa Timur, Penyanyi, kontroversial, aktris, gosip
Desy Ratnasari, Model, aktris, pembawa acara, penyanyi / Sepak Terjang Miss No Comment | 12 Des 1973 | Selebriti | D | Perempuan, Islam, Jawa Barat, Penyanyi, Atmajaya, UI, cantik, magister, psikologi, aktris, model
Sarwo Edhie Wibowo, Komandan RPKAD (1965-1967) / Jenderal Brilian dan Jujur | 25 Jul 1925 - 9 Nov 1989 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Diplomat, Panglima, Duta Besar, RPKAD, Dubes
Dokter Sutomo yang bernama asli Subroto ini lahir di desa Ngepeh, Jawa Timur, 30 Juli 1888. Ketika belajar di STOVIA (Sekolah Dokter), ia bersama rekan-rekannya, atas saran dr. Wahidin Sudirohusodo mendirikan Budi Utomo (BU), organisasi modem pertama di Indonesia, pada tanggal 20 Mei 1908, yang kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.