Sebuah Renungan atas 1 Tesalonika 2:8–12
Ada sesuatu yang terjadi ketika Firman Tuhan dibacakan di tengah jemaat. Kata-kata itu tidak jatuh ke ruang hampa. Ia mendarat di tanah yang nyata — di tanah yang sudah lama dibajak oleh doa-doa nenek moyang, di tanah yang...
CATATAN KILAS Ch. Robin Simanullang | Pragmatisme politik yang melekat dalam jejak Partai Golkar dan partai koalisi lainnya (PAN, PPP dan PKB) kembali diperagakan dengan ikut menari dalam gendang (hajatan) partai penguasa (Partai Demokrat). Tarian Golkar itu menggeliat-geliat dalam irama gendang yang punya hajat (Demokrat), seolah-olah mereka menari dalam hajatan sendiri.[1]
Oleh Kiki Syahnakri | Akar pokok problematika keindonesiaan saat ini bercabang tiga. Pertama, telah dipaksakan suatu "transplantasi (demokrasi) liberal" di negeri ini. Kedua, pemisahan diametral-absolut antara fungsi pertahanan dan keamanan. Ketiga, lemahnya kepemimpinan.
Oleh Pdt. Markus Daniel Wakarry | Bangsa memerlukan pemimpin. Jikalau tidak ada pemimpin, jatuhlah bangsa. Bangsa tidak akan bertumbuh mencapai kedewasaan, tanpa kepemimpinan. Suatu bangsa yang tengah bertumbuh dan bergumul dalam dunia yang penuh goncangan dan krisis, memerlukan pimpinan yang solid, yang kekuatannya bertumpu pada asas-asas kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai dasar dan konstitusi yang dianutnya.
Oleh Faisal Basri | Indonesia memiliki peluang amat besar untuk lebih cepat menjadi negara maju, ancar-ancarnya sekitar tahun 2025-2030. Untuk mewujudkan visi menjadi negara maju tersebut dibutuhkan lima syarat utama: struktur ekonomi yang tangguh, perekonomian yang memiliki daya saing, sumber daya manusia berkualitas, ketersediaan infrastruktur, dan kemampuan pembiayaan pembangunan.
Oleh Dr. Ir. Arif Budimanta, MSc | Apabila kita berbicara mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development), maka kepedulian utamanya adalah menjawab tantangan tentang pemerataan pemenuhan kebutuhan generasi masa kini dan generasi masa mendatang.
Rektor Universitas Pelita Harapan ini seorang pelayan dan pembelajar. Kiprahnya dalam pengembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia, tak dapat dilupakan. Kebesaran PT Indosat tidak dapat dilepaskan dari sentuhan tangan dingin yang dilandasi ketajaman visi dan prediksinya ke depan. Ia, Jonathan Parapak, taruk yang bersemi dari Tana Toraja, pembelajar dan pelayan telematika Indonesia.
Kedekatannya dengan keluarga Cendana di zaman Orde Baru memuluskan jalannya sebagai pengusaha di bidang perkayuan. Lewat kerajaan bisnis Grup Barito Pacific, taipan yang pernah menjadi supir angkutan umum dan penjual ikan asin ini, masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.
Dr. Yenti Garnasih, SH, MH, lahir di Sukabumi, 11 Januari 1959. Dosen hukum pidana bidang ekonomi dan tindak pidana khusus Fakultas Hukum Trisakti ini menjadi doktor pertama Indonesia dalam bidang pencucian uang. Gelar doktor itu diraihnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) tahun 2003 setelah melakukan studi pustaka di Washington University dengan sedikitnya 500 dokumen.
Dr. Anwar Nasution, Ketua BPK (2004-2009) / Setelah Masuk Sarang Penyamun | 5 Agts 1942 | Ensiklopedi | A | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, Ketua BPK, Dosen, Bank Indonesia, Dekan, FEUI
Ronny Pattinasarani, Pemain Sepakbola / Pesepakbola Indonesia Legendaris | 9 Feb 1949 - 19 Sept 2008 | Ensiklopedi | R | Laki-laki, Kristen Protestan, Kalimantan Selatan, sepakbola, olahragawan
Prof. Oemar Seno Adji SH, Ketua Mahkamah Agung RI (1974-1982) / Guru Besar Insan Hukum | 5 Des 1915 - 1984 | Ensiklopedi | O | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Menteri, Dosen, Rektor, jaksa, Dekan, mahkamah agung
Drs. Maddin Sihombing, M.Si, Bupati Humbang Hasundutan (2005-2015) / Nakhoda Akselerasi Humbahas | 6 Mei 1946 | Direktori | M | Member | Laki-laki, Kristen Protestan, Sumatera Utara, Bupati, Batak, Kristen, Humbang, Humbahas, Sihombing
RO Tambunan, SH, Advokat - Politisi / Sang Pembela Demokrasi | 24 Jul 1935 | Direktori | T | Laki-laki, Kristen Protestan, Sumatera Utara, DPR, MPR, pengacara, Jayabaya, Partai kemerdekaan
Prof Dr Ignatius Bambang Sugiharto, Anggota Asosiasi Filsafat Indonesia (Asafi) / | 6 Mar 1956 | Direktori | B | Laki-laki, Kristen Katolik, Jawa Barat, UI, filsafat
Drs. Ismeth Abdullah, Gubernur Kepulauan Riau Pertama (2006-2010) / Ide The Little Singapura | 29 Sept 1946 | Direktori | I | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, Gubernur, UI, otorita
Wahyudi, Pembudidaya tanaman hias / Keuletan Sarjana Krisan Bandungan | 1958 | Wiki-tokoh | W | Laki-laki, Lainnya, Jawa Tengah, budidaya, krisan, tanaman hias
Abu Bakar Ba'asyir bin Abu Bakar Abud, Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) / Vonis Tak Terlibat Bom Bali | 17 Agts 1938 | Wiki-tokoh | A | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Pemimpin, Pontren
Syafruddin Prawiranegara, Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia / Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia | 28 Feb 1911 - 15 Feb 1989 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Banten, pahlawan nasional, Presiden, Pahlawan, Pejuang, Menteri, Gubernur, masyumi, Perdana Menteri
Supriyadi, Pemimpin PETA / Melawan Penjajah Jepang | 13 Apr 1923 - | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, pahlawan nasional, Pahlawan, Panglima, dewan
Raden Dewi Sartika, Guru, Pendiri Sekolah Isteri (16 Januari 1904) / Dewi Pendidikan dari Cicalengka | 4 Des 1884 - 11 Sept 1947 | Pahlawan | R | Perempuan, Islam, Jawa Barat, Pahlawan, Guru, Pahlawan Kemerdekaan Nasional
Nuku Muhammad Amiruddin, Sultan Kerajaan Tidore / Pejuang Kedaulatan Kerajaan Maluku Kuno | 1738 - 14 Nov 1815 | Pahlawan | N | Laki-laki, Islam, , pahlawan nasional, Pahlawan, Sultan, kerajaan
Titi Widoretno Warisman, Aktivis pendidikan, pemerhati masalah anak / Ingin Menjadi Hamba | 21 Jun 1964 | Selebriti | N | Perempuan, Islam, Jawa Timur, Penyanyi, aktivis pendidikan, pemerhati masalah anak
Simon Dominggus Pesulima (Broery Marantik), Penyanyi, komponis, aktor / Putra Ambon Bersuara Emas | 25 Jun 1948 - 7 Apr 2000 | Selebriti | B | Laki-laki, Islam, Maluku, Komponis, Penyanyi, jazz, aktor
Seorang lagi putera bangsa terbaik telah tiada. Ia 'Bapak Sosiologi Indonesia' Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan (88), meninggal dunia Rabu 11/6/03 pukul 12.55 di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, karena komplikasi jantung dan stroke. Sosiolog yang mantan camat kelahiran Yogyakarta, 23 Mei 1915 ini dikebumikan di Pemakaman Kuncen, Yogyakarta, hari Kamis 12/6/03 pukul 12.00 WIB. Penerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah ini adalah pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (kini FISIP-UI) dan sampai akhir hayatnya dengan setia menjadi dosen sosiologi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).