Setiap kali percakapan tentang fondasi kebangsaan dibuka kembali, kita menyaksikan negara kerap terjebak dalam ambivalensi Pancasila. Sebuah frasa populer kerap diucapkan untuk melunakkan ketegangan: “Indonesia bukan negara Islam, tetapi negara Islami.” Sepintas, ungkapan ini terdengar menyejukkan. Namun, jika timbangan egaliter diletakkan secara jujur...
Gagasan besar versus implementasi konkrit, normatif versus aplikatif (solutif), pendekatan deduktif versus induktif dan prosedural versus dialogis (kontekstual), tampak nyata dalam debat dua pasangan Capres-Cawapres yang bertema ’Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum’ di Balai Sarbini Jakarta, Senin malam (9/6/2014).
Golkar, partai penguasa 30-an tahun Orde Baru, jika dilihat dari perolehan suara pemilu legislatif era reformasi, masih bertahan sebagai salah satu partai besar di Indonesia. Namun dalam hal pemilu presiden, tampak semakin tak berdaya, loyo, kerdil dan terpuruk jadi follower.Catatan Ch. Robin SimanullangWartawan TokohIndonesia.com
Oleh Ch. Robin Simanullang SIB 25-09-1990: Konglomerasi (konglomerat) merupakan fenomena baru dalam kekuatan perekonomian kita yang implikasinya belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat luas. Sehingga wajar bila muncul sikap psikologis tertentu atas kehadiran konglomerat itu. Apa lagi bila masyarakat lebih merasakan adanya dampak negatif perilaku konglomerat tersebut.
PRESIDEN JOKOWI*: Demokrasi kita ini sudah terlalu kebablasan. Praktek demokrasi politik yang kita laksanakan telah membuka peluang terjadinya artikulasi politik yang ekstrim, seperti liberalisme, radikalisme, fundamentalisme, sektarianisme, dan terorisme, serta ajaran yang lain, yang bertentangan dengan ideologi kita Pancasila.
Oleh Prof. Dr. Tamrin Amal Tomagola | Kepentingan keutuhan negara dan bangsalah yang sedang dipertaruhkan. Karena itu, entitas negara dan bangsa—beserta seluruh jajaran dan komponennya—harus tampil maksimal menghadapi musuh bersama: perusuh radikal-picik yang memorakporandakan ruang publik milik bersama warga.
RM Roy Suryo, Anggota DPR/MPR RI 2009-2014 / Dosen Multimedia yang Dibesarkan Media | 18 Jul 1968 | Direktori | R | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, DPR, Dosen, pakar, multimedia
Aktor film Ratno Timoer (usia 61 tahun), yang memerankan Si Buta dari Gua Hantu, meninggal dunia, Minggu 22 Desember 2002 pukul 16.30 WIB, di Rumah Sakit Pelni Petamburan, Jakarta Barat. Jenazahnya, disemayamkan di rumah duka di Jalan Duren Tiga, No 45, Pancoran, Jakarta Selatan.
Saur Marlinang Manurung, Guru anak suku pedalaman Jambi / Ibu Guru di Hutan Belantara | 21 Feb 1972 | Ensiklopedi | B | Perempuan, Lainnya, DKI Jakarta, Guru, aktivis, pedalaman
Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden RI (2009-2014) / Ekonom Bertangan Dingin | 25 Feb 1943 | Ensiklopedi | B | Member | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Pertamina, Wapres, Menteri, Bank Indonesia, staf ahli
KH Muh Zaini Abdul Ghani, Ulama / Ulama Karismatik dari Sekumpul | 11 Feb 1942 - 10 Agts 2005 | Direktori | Z | Laki-laki, Islam, Kalimantan Selatan, ulama, karismatik
Marsma TNI Putu Sulastra, Komandan Korps Pasukan Khas (Dankorpaskhas) / Komandan Korpaskhas TNI AU | 6 Jun 1951 | Direktori | P | Laki-laki, Hindu, Bali, akabri, Dankorpaskhas
HM Ali Umri, SH,SpN, MKn, Walikota Binjai (2000-2010) / Pecinta Seni dan Lingkungan | 9 Apr 1966 | Direktori | A | Member | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, golkar, Walikota
KH Abdul Muhaimin, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kotagede, Yogyakarta / Merangkai Keberagaman | 13 Mar 1953 | Wiki-tokoh | A | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, Pondok Pesantren, pendiri, Pengasuh
I Gusti Ayu Laksmiyani, Penyanyi / Nyanyian Semesta Ayu Laksmi | 25 Nov 1967 | Wiki-tokoh | L | Perempuan, Lainnya, Bali, Seniman, Penyanyi, bintang radio
Abu Bakar Ba'asyir bin Abu Bakar Abud, Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) / Vonis Tak Terlibat Bom Bali | 17 Agts 1938 | Wiki-tokoh | A | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Pemimpin, Pontren
Suhaimi Alam, Guru beladiri pencak silat / Guru Pencak Silat dari Kamal | 4 Agts 1952 | Wiki-tokoh | S | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Guru, Juara, bela diri, pencak silat
Sultan Syarif Kasim II, Sultan Siak ke-12, Pahlawan Nasional / Nasionalis dari Bumi Lancang Kuning | 1 Des 1893 - 23 Apr 1968 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Riau, Pahlawan, Sultan, belanda, kerajaan, penjajah, siak, penasihat
Jenderal TNI AD Gatot Subroto, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat / Penggagas AKABRI | 10 Okt 1909 - 11 Jun 1962 | Pahlawan | G | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Pahlawan, komandan, Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Wakasad, HIS, KNIL
Sultan Ageng Tirtayasa, Pemimpin Perang dari Banten (1682) / Melawan Monopoli Belanda | - | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Banten, pahlawan nasional, Pahlawan, voc
Barry Prima (Hubertus Knoch), Aktor / Tak Hanya Bisa Berlaga | 1955 | Selebriti | B | Laki-laki, Lainnya, Jawa Barat, aktor, laga, taekwondo, kekar, beladiri
R.A. Surayni Yanti Lalita Zein, Penyanyi (personil Elfas Singer) / Terasah Lewat Elfas Singer | 22 Jan 1967 | Selebriti | L | Perempuan, Kristen Protestan, Jawa Barat, Penyanyi, jazz, penyanyi rohani