Ada hal-hal yang ikut berjalan bersama kita, meski tidak pernah diminta. Bukan kenangan yang terus dipanggil, bukan luka yang ingin dipamerkan, melainkan sesuatu yang tidak bisa begitu saja diletakkan di belakang tanpa membuat langkah terasa pincang.
Awalnya, kita mencoba berjalan seperti biasa. Kita menyusun...
Gagasan besar versus implementasi konkrit, normatif versus aplikatif (solutif), pendekatan deduktif versus induktif dan prosedural versus dialogis (kontekstual), tampak nyata dalam debat dua pasangan Capres-Cawapres yang bertema ’Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum’ di Balai Sarbini Jakarta, Senin malam (9/6/2014).
Oleh Ch. Robin Simanullang | Seri 1 dari 3 | Sejak merdeka, Indonesia masih tertatih-tatih dalam upaya menyejahterakan rakyatnya dan belum mampu menegakkan kepala dalam pergaulan (kesetaraan) dunia. Mengapa? Karena selama ini, politik masih lebih dominan sebagai panglima. Bahkan, dalam hampir sepuluh tahun terakhir, justru politik pencitraan menjadi panglima. Maka, kini (Pemilu 2014), sudah saatnya Indonesia memilih pemimpin yang berani menjadikan hukum sebagai panglima.
Oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra | Ada apa ketika para pemimpin dan tokoh lintas agama, Senin (10/1/2011) lalu, mengeluarkan pernyataan terbuka yang kemudian dikenal sebagai "kebohongan" [rezim] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? Kenapa tiba-tiba mereka "turun gunung" secara bersama-sama dan kemudian keluar ke depan publik dengan sejumlah daftar "kebohongan" tersebut? Bagaimana kita memahami gejala yang cukup mengagetkan ini?
Profesor Riset Dr. Ikrar Nusa Bhakti, pria kelahiran Jakarta, Minggu, 27 Oktober 1957 seorang pengamat politik dan militer yang mumpuni. Mantan Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) itu menjadi narasumber pers tentang kajian peristiwa politik dan militer. Pengamatan, kajian, apresiasi dan kritiknya memiliki getaran yang bisa memengaruhi sikap-tindak para politisi, pejabat publik dan militer di Indonesia.
RM Roy Suryo, Anggota DPR/MPR RI 2009-2014 / Dosen Multimedia yang Dibesarkan Media | 18 Jul 1968 | Direktori | R | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, DPR, Dosen, pakar, multimedia
dr Tan Shot Yen, MHum, Pendiri Dr Tan Wellbeing Clinics and Remainlay Special Needs' Health / Yang Terbang dari Buaian | 17 Sept 1964 | Wiki-tokoh | T | Laki-laki, Lainnya, , dokter, pendiri, konsultan, tionghoa
Dr (HC) Jakob Oetama, Wartawan Pendiri dan Pemimpin Umum Kompas / Tawarkan Jurnalisme Damai | 27 Sept 1931 | Ensiklopedi | J | Member | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Wartawan, Kompas, tokoh pers, Pengusaha, PWI, pemred
Hj. Yayah Bachria Mugnisjah Lumintaintang, Pakar bahasa bidang Sosiolinguistik / Pakar Bahasa Bidang Sosiolinguistik | 9 Mar 1944 | Ensiklopedi | Y | Perempuan, Islam, Jawa Barat, Unpad, Dosen, universitas indonesia, pakar bahasa, bahasa Indonesia, sosiolinguistik
Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo, Menteri dan Guru Besar Ekonomi Indonesia / Begawan Ekonomi Indonesia | 29 Mei 1917 - 9 Mar 2001 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Guru Besar, Menteri Keuangan, Ekonom, Menteri, Menteri Perdagangan, Menteri Riset, PRRI/Permesta
Ekky Syachruddin, SE, Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar 2004-2009 / Politisi Vokal Golkar | 30 Des 1939 - 28 Jun 2005 | Ensiklopedi | E | Laki-laki, Islam, Banten, golkar, Politisi, Wartawan, DPR, Duta Besar, Dirut, HMI
Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, MS, Wakil Menteri Perdagangan RI Kabinet Indonesia Bersatu II / Wakil Menteri Perdagangan dari IPB | 18 Okt 1964 | Direktori | B | Laki-laki, Islam, Sulawesi Utara, IPB, Dosen, pertanian, pengajar, Wakil Menteri, kementerian perdagangan
Prof. Dr. med. Paul Tahalele, dr.,SpB.,SpBTKV.,FCTS, Guru Besar FK Universitas Airlangga Surabaya / Gula Pasir Penyembuh Luka | 4 Mar 1948 | Direktori | P | Laki-laki, Kristen Protestan, Nusa Tenggara Barat, Guru Besar, Unair, dokter
Drs. HM. Ade Surapriyatna, BSc, Mantan Ketua DPRD DKI / Ketua DPRD DKI 2004-2009 | 7 Nov 1951 | Direktori | A | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, Ketua DPRD, DKI Jakarta
Prof Dr Muchsin SH, Hakim Agung MA 2002-2011 / Politisi, Guru Besar dan Hakim Agung | 8 Agts 1943 - 4 Sept 2011 | Direktori | M | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Guru Besar, UGM, Rektor, Unair, hakim agung, MA
Riboet Darmosoetopo, Epigraf, dosen / Rujukan Pembacaan Prasasti | 21 Nov 1935 | Wiki-tokoh | R | Laki-laki, Lainnya, DI Yogyakarta, Dosen, arkeolog, histografi, epigraf
Supriyadi, Pemimpin PETA / Melawan Penjajah Jepang | 13 Apr 1923 - | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, pahlawan nasional, Pahlawan, Panglima, dewan
Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653 / Ayam Jantan dari Timur | 12 Jan 1631 - 12 Jun 1670 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Sulawesi Selatan, Pahlawan, raja, Pahlawaan Nasional
Raden Dewi Sartika, Guru, Pendiri Sekolah Isteri (16 Januari 1904) / Dewi Pendidikan dari Cicalengka | 4 Des 1884 - 11 Sept 1947 | Pahlawan | R | Perempuan, Islam, Jawa Barat, Pahlawan, Guru, Pahlawan Kemerdekaan Nasional
Maia Estianty, Penyanyi, pencipta lagu, produser musik / Terus Meniti Kejayaan | 27 Jan 1977 | Selebriti | M | Perempuan, Islam, Jawa Timur, Pencipta Lagu, Penyanyi, cantik, artis, bintang iklan
Ainur Rokhimah (Inul Daratista), Penyanyi / Ratu Goyang Ngebor | 21 Jan 1979 | Selebriti | I | Perempuan, Islam, Jawa Timur, Penyanyi, Ratu, dangdut, ngebor
Harsha E Joesoef, Duta Besar RI untuk Slowakia, 8 Maret 2009-sekarang / Duta Besar Jasa Logistik | 30 Jan 1959 | Wiki-tokoh | H | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, Duta Besar
Pahlawan nasional Indonesia asal Nusa Tenggara Timur pertama ini dikenal aktif dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI. Selama penjajahan Jepang, ia turut memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia melalui surat kabar asuhannya 'Timor Syuho'. Dukungan terhadap kedaulatan RI pasca proklamasi ditunjukkan saat ia terlibat sebagai anggota parlemen dan menteri di Negara Indonesia Timur (NIT).
Dokter Sutomo yang bernama asli Subroto ini lahir di desa Ngepeh, Jawa Timur, 30 Juli 1888. Ketika belajar di STOVIA (Sekolah Dokter), ia bersama rekan-rekannya, atas saran dr. Wahidin Sudirohusodo mendirikan Budi Utomo (BU), organisasi modem pertama di Indonesia, pada tanggal 20 Mei 1908, yang kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.