Kita hidup di puncak sebuah peradaban yang mabuk akan rasionya sendiri. Hari ini, manusia abad ke-21 menatap langit bukan lagi untuk mencari Tuhan atau merenungkan keajaiban penciptaan, melainkan untuk menghitung jarak galaksi, memetakan satelit, dan merencanakan kolonisasi Mars. Kita mengira, dengan menggenggam rumus...
Pemerintah seharusnya berani memerintah, jangan jadi pengimbau. "Jika pemerintah kerjanya hanya mengimbau, maka hanya menumpuk masalah, karena tidak ada ketegasan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada," kata mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kendari, Jumat 25 Mei 2012.
CATATAN CH. ROBIN SIMANULLANG | KPK itu menggenggam kewenangan luar biasa maka integritas pimpinan KPK semestinya harus lebih tinggi daripada penegak hukum lainnya. Kewenangan luar biasa itu juga menuntut tidak adanya toleransi (zero tolerance) atas kelalaian sekecil apa pun bagi pimpinan KPK; Mereka harus jadi panutan dan teladan bagi penegak hukum lain.
Politik adalah seni kemungkinan (the art of possibilities). Dalam berpolitik (seni kemungkinan) itu ada visi dan misi yang diperjuangkan melalui seni diplomasi, negosiasi, koalisi dan kampanye yakni seni untuk meyakinkan, memengaruhi, mengubah pilihan dan dukungan. Catatan Kilas: Ch. Robin Simanullang
Birahi politik dan arogansi oknum komisioner KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah menjerumuskan lembaga negara independen dan super body itu ke titik paling lemah sejak kelahirannya 2004. Pelajaran yang amat mahal untuk mensterilkan KPK dari arogansi dan birahi politik.
Oleh Pdt. Markus Daniel Wakarry | Bangsa memerlukan pemimpin. Jikalau tidak ada pemimpin, jatuhlah bangsa. Bangsa tidak akan bertumbuh mencapai kedewasaan, tanpa kepemimpinan. Suatu bangsa yang tengah bertumbuh dan bergumul dalam dunia yang penuh goncangan dan krisis, memerlukan pimpinan yang solid, yang kekuatannya bertumpu pada asas-asas kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai dasar dan konstitusi yang dianutnya.
Dr. Frans Hendra Winarta | Kata paling tepat untuk mendeskripsikan penegakan hukum di Indonesia adalah 'prihatin'. Kata ini banyak diucapkan oleh berbagai kalangan terkait karut-marutnya penegakan hukum dan keadilan di negeri ini, di mana korupsi konon telah menjadi musuh nomor satu sejak reformasi digulirkan pada 1998.
Oleh Th. Sumartana Kesibukan berteologi kita sekarang ini terasa kurang terarah. Mungkin, karena kita kurang merumuskan persoalan dengan jelas, atau bisa juga karena soal yang kita pergumulkan kurang mempunyai pijakan pada kenyataan kehidupan. Kesibukan kita kurang peka terhadap tanda-tanda zaman. Sehingga, teologi kita tidak punya komitmen yang sungguh-sungguh terhadap masa depan.
Oleh Benny Susetyo Pr | Hukum dan moralitas ada, tapi sering dianggap tiada. Berpuluh-puluh undang-undang dan ketetapan dilahirkan untuk bisa dicari-cari sisi lemahnya, lalu diperdaya. Masyarakat diajari hidup di alam yang amat buas bahwa yang kuat selalu menang dan yang kecil harus kalah.
1945: PPKI menetapkan agenda persiapan kemerdekaan Indonesia.
1947: India dan Pakistan menyelesaikan pembagian wilayah menjelang kemerdekaan.
1990: Magelang ditetapkan sebagai kota administratif dalam Provinsi Jawa Tengah.
10 Agustus
Tahukah Anda? Pasokan karbon organik dari sungai-sungai di Pulau Jawa dan Kalimantan ke lautan dunia termasuk dalam aliran karbon yang terbesar di seluruh planet bumi.
RM Roy Suryo, Anggota DPR/MPR RI 2009-2014 / Dosen Multimedia yang Dibesarkan Media | 18 Jul 1968 | Direktori | R | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, DPR, Dosen, pakar, multimedia
Franciscus Xaverius Seda, Menteri Keuangan (1966-1968) / Dedikasi dan Integritas untuk Bangsa | 4 Okt 1926 - 31 Des 2009 | Ensiklopedi | F | Laki-laki, Kristen Katolik, Nusa Tenggara Timur, Menteri, Duta Besar, Atmajaya, Dekan, DPA
Seorang lagi putera bangsa terbaik telah tiada. Ia 'Bapak Sosiologi Indonesia' Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan (88), meninggal dunia Rabu 11/6/03 pukul 12.55 di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, karena komplikasi jantung dan stroke. Sosiolog yang mantan camat kelahiran Yogyakarta, 23 Mei 1915 ini dikebumikan di Pemakaman Kuncen, Yogyakarta, hari Kamis 12/6/03 pukul 12.00 WIB. Penerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah ini adalah pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (kini FISIP-UI) dan sampai akhir hayatnya dengan setia menjadi dosen sosiologi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).
Antasari Azhar, Ketua KPK, 2007 / Teguhkan Independensi KPK | 18 Mar 1953 | Ensiklopedi | A | Laki-laki, Islam, Kepulauan Riau, ketua kpk, kejaksaan, penegak hukum
Dr. Mochtar Riady (Lie Mo Tie), Pendiri Grup Lippo dan Universitas Pelita Harapan / Filsuf Bisnis Keuangan | 12 Mei 1929 | Ensiklopedi | M | Laki-laki, Kristen Katolik, Jawa Timur, CEO, Pengusaha, Dirut, UPH, lippo, FEUI
Sundari Untinasih Soekotjo, Penyanyi Keroncong, guru / Pelantun Tembang Keroncong | 14 Apr 1965 | Direktori | S | Perempuan, Islam, DKI Jakarta, Guru, Keroncong, Penyanyi
Drs. Marganti Manullang, Wakil Bupati Humbang Hasundutan (2005-2015) / Demi Keberlanjutan Pembangunan | 24 Jan 1955 | Direktori | M | Member | Laki-laki, Kristen Protestan, Sumatera Utara, Bupati, Batak, Kristen, Simanullang, Humbang, Humbahas, Wabup
Hendardi, Ketua BP Setara Institute / Pejuang Kesetaraan dan Keberagaman | 13 Okt 1957 | Direktori | H | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, Advokat, HAM, LSM, Setara Insitute
Djenar Maesa Ayu, Penulis, Pekerja Seni / Melawan Ketabuan dengan Pena | 14 Jan 1973 | Direktori | D | Perempuan, Islam, DKI Jakarta, Novelis, cerpen, penulis, aktris, tabu
Daniel Watu, Petani, pemusik alat musik bambu, pencipta lagu / Kerisauan Ahli Waris Musik Bambu Ngada | 1948 | Wiki-tokoh | D | Laki-laki, Kristen Katolik, Nusa Tenggara Timur, musisi, Petani, etnik, musik
George Djuhari, Owner dan CEO Star Group / Bintang dari Star Group | 19 Okt 1959 | Wiki-tokoh | G | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, Pengusaha, direktur, group
Pong Tiku alias Ne'baso, Pejuang dari Sulawesi / Pejuang Kebanggaan Rakyat Toraja | 1846 - | Pahlawan | P | Laki-laki, Islam, Sulawesi Selatan, pahlawan nasional, Pahlawan, toraja, perang kopi
Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Kerajaan Mataram / Menyerbu Belanda Habis-Habisan | 1951 - 1645 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, pahlawan nasional, Pahlawan, raja
Mendya Barends Sarmanella, Presenter, penyiar radio / Dulu Benci, Sekarang Cinta | 15 Jan 1972 | Selebriti | I | Perempuan, Kristen Protestan, Jawa Barat, presenter, penyiar radio
Iwa Kusuma, Penyanyi Rap, Presenter / Pelopor Musik Rap Indonesia | 25 Okt 1970 | Selebriti | I | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, musik, presenter, pelopor, Penyanyi Rap, hiphop, rap
Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan, Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983) / Bapak Sosiologi Indonesia | 23 Mei 1915 - 11 Jun 2003 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, UI, pakar, sosiolog, staf ahli, FEUI
DR (H.C.) Martha Tilaar, Chairman, Chief Executive Officer, dan Pendiri Martha Tilaar Group / Sariayu Bermula dari Garasi | 4 Sept 1937 | Ensiklopedi | M | Perempuan, Islam, Jawa Tengah, CEO, Pengusaha, Dirut, Jamu, Kecantikan
Prof (Ris) Hermawan Sulistyo, MA, PhD, APU, Profesor Riset Bidang Perkembangan Politik LIPI / Profesor Humas Polri | 4 Jul 1957 | Direktori | H | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, UI, peneliti, LIPI, STF, BLKP
Oleh Prof. Dr. Romli Atmasasmita: Hui-mui sebaik apa pun penyusunannya, sepanjang dilakukan manusia, tetap saja hilang kesempurnaan dan nilai kemanusiaannya ketika dijalankan dalam praktik- Hal ini sudah tentu di luar jangkauan persepsi dan pemikiran para pembentuk undang-undang dan para ahli teori hukum yang tak pernah menyelami realitas hukum dalam kehidupan sehari-hari.