Tantangan Gereja Batak Masa Depan (2)
Dalam buku "Hita Batak: A Cultural Strategy" Jilid 3 perikop “Tantangan Gereja Batak Masa Depan” saya menulis ‘Teras Narasi’ berikut ini: “Lalu, bagaimana masa depan Gereja-gereja Batak (saya menyebutnya: “Gereja denominasi Batak”) antara lain: HKBP, GBKP, HKI, GPKB,...
CATATAN KILAS Ch. Robin Simanullang | Pragmatisme politik yang melekat dalam jejak Partai Golkar dan partai koalisi lainnya (PAN, PPP dan PKB) kembali diperagakan dengan ikut menari dalam gendang (hajatan) partai penguasa (Partai Demokrat). Tarian Golkar itu menggeliat-geliat dalam irama gendang yang punya hajat (Demokrat), seolah-olah mereka menari dalam hajatan sendiri.[1]
Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang (05/03/2010): Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Kamis malam 4 Maret 2010, terasa sangat melecehkan Keputusan Rapat Paripurna DPR tentang hasil akhir Pansus Hak Angket Bank Century. Pidato itu disampaikan dengan bahasa yang terkesan halus dan sopan tetapi sesungguhnya secara substantif sangat kasar dan melecehkan.
Siapa pemilih Ahok-Djarot? Mereka umumnya adalah para pemilih (rakyat) yang toleran dan menghargai kemajemukan (Pancasila). Sementara mereka yang intoleran dan bersikap anti atau ambivalen terhadap kemajemukan (Pancasila) sangat kecil kemungkinannya memilih Ahok-Djarot.
Oleh: Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang | Dalam Indonesia merdeka, dinyatakan kita memiliki negara yang "Berkedaulatan Rakyat" yang dipegang oleh suatu badan bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat, sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia. Majelis ini menetapkan UUD dan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Oleh karenanya, kekuasaan negara yang tertinggi ada di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia).
Pak Presiden RI Terpilih, izinkan saya menyampaikan harapan: Cermat dan berhati-hatilah memilih anggota kabinet yang akan membantu Anda dalam lima tahun ke depan. Jangan terjebak pada pilihan dari kalangan profesional murni yang tidak memiliki sikap politik yang jelas. Sebab, jabatan menteri itu bukan jabatan (jenjang karier) profesional, melainkan jabatan politik (leadership politik).
Bangsa ini, hari-hari ini menginjakkan kaki ke tahun ke-60 sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sudah banyak pengalaman yang dikecap dengan berbagai suka dan tantangannya. Salah satu tantangan yang sering menimbulkan kepiluan dan keprihatinan adalah masih sering terjadinya konflik antaretnis terutama antar penganut agama yang berbeda.
Oleh FX Mudji Sutrisno SJ | Makna sindrom dimengerti dalam deskripsi kecenderungan bawah sadar yang muncul ke atas dalam pengulangan pemenuhan obsesi yang berkait dengan kehendak berkuasa (the will to power) yang tak terwujudkan karena hambatan-hambatan dalam struktur kepribadian orang, tetapi terus saja menghantuinya dan memberinya obsesi buat mencapainya meskipun realitas tak menolongnya untuk perwujudannya.
Prof Dr der Soz (der Sozialwissenschaften), Drs (Doktorandus) Gumilar Rusliwa Somantri, dilantik menjabat Rektor Universitas Indonesia (2007-2011) di Balairung Kampus UI, Depok, Selasa 14 Agustus 2007. Dekan FISIP UI ini menggantikan Usman Chatib Warsa. Berikut ini kami sajikan otobiografi putera bangsa kelahiran Tasikmalaya, 11 Maret 1963 itu. Redaksi
Arnold Achmad Baramuli, Ketua DPA (1998-1999) / Wafat, Mantan Ketua DPA | 20 Jul 1930 - 11 Okt 2006 | Ensiklopedi | A | Laki-laki, Islam, Sulawesi Selatan, DPR, MPR, Gubernur, DPA
Muhammad Saleh Werdisastro, Residen Kedu dengan pangkat Gubernur, 1962 / Residen Kebanggaan Muhammadiyah | 14 Mei 1908 - | Ensiklopedi | W | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Walikota, UGM, Dosen
Naomi Susan, Pengusaha / Srikandi Cantik Mahir Berbisnis | 15 Jan 1975 | Direktori | S | Perempuan, Kristen Protestan, Sumatera Utara, Pengusaha, direktur, cantik, Canisius, Universitas Portland
Irjen Pol. Drs. Udju Djuhaeri, Anggota BPK RI, tahun 2004 / Kiprah Irjen Polisi di BPK | 31 Okt 1947 | Direktori | U | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, BPK, Irjen
Dr. Henry Pandapotan Panggabean, SH.MS., Hakim Agung – Advokat / Penegak Hukum dan Kerukunan | 1 Jul 1937 | Direktori | H | Member | Laki-laki, Kristen Protestan, Sumatera Utara, Batak, Advokat, hakim agung, hakim, Kerabat
Hendri Widiyandari, Pengajar Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Diponegoro, Semarang, (Mei 1999-sekarang) / Serat Nano untuk Energi Surya | 31 Jul 1975 | Wiki-tokoh | H | Perempuan, Islam, Jawa Timur, Dosen, Doktor, teknik, peneliti
Jacko Hendrick Ayub Bulan, Pemain, pembuat, dan guru musik sasando / Kesetiaan Menjaga Sasando | 29 Jul 1972 | Wiki-tokoh | J | Laki-laki, Lainnya, Nusa Tenggara Timur, sasando, guru musik
Valentina Adimurti Kusumaningtyas, Peneliti, Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas MIPA Unjani (2009-sekarang) / Kulit Pohon untuk Senyawa Antikanker | 6 Des 1964 | Wiki-tokoh | V | Perempuan, Islam, Jawa Tengah, peneliti, herbal, kanker
Munir Darwis, Kolektor benda-benda seni / Harta Berharga Kolektor Senior | 15 Mar 1934 | Wiki-tokoh | M | Laki-laki, Lainnya, DKI Jakarta, Kolektor, benda seni
Ki Sarmidi Mangunsarkoro, Menteri Pendidikan Nasional, 1949–1950 / Turut Membesarkan Tamansiswa | 23 Mei 1904 - | Pahlawan | K | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, pahlawan nasional, Pahlawan, menteri pendidikan, tokoh pendidikan, Tamansiswa
Sultan Iskandar Muda, Raja Aceh / Membawa Aceh ke Puncak Kejayaan | 1593 - 27 Sept 1636 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Nanggroe Aceh Darussalam, pahlawan nasional, Pahlawan, raja
Meidyana Maimunah, Penyanyi, aktris, model / Antara Karir dan Keluarga | 6 Mei 1965 | Selebriti | M | Perempuan, Islam, DKI Jakarta, Penyanyi, cantik, aktris, model, bintang iklan
Seorang lagi putera bangsa terbaik telah tiada. Ia 'Bapak Sosiologi Indonesia' Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan (88), meninggal dunia Rabu 11/6/03 pukul 12.55 di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, karena komplikasi jantung dan stroke. Sosiolog yang mantan camat kelahiran Yogyakarta, 23 Mei 1915 ini dikebumikan di Pemakaman Kuncen, Yogyakarta, hari Kamis 12/6/03 pukul 12.00 WIB. Penerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah ini adalah pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (kini FISIP-UI) dan sampai akhir hayatnya dengan setia menjadi dosen sosiologi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).