Sebuah Renungan atas 1 Tesalonika 2:8–12
Ada sesuatu yang terjadi ketika Firman Tuhan dibacakan di tengah jemaat. Kata-kata itu tidak jatuh ke ruang hampa. Ia mendarat di tanah yang nyata — di tanah yang sudah lama dibajak oleh doa-doa nenek moyang, di tanah yang...
Memasuki tahun pergantian kepemimpinan nasional saat ini, kita merindukan munculnya para negarawan di atas panggung politik Pemilu 2014. Pada Pemilu Legislatif (9 April 2014) sebanyak 6.608 Caleg akan memperebutkan 560 kursi DPR. Dan puluhan tokoh telah mengambil ancang-ancang untuk merebut kursi Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu Presiden (9 Juli 2014).
CATATAN KILAS Ch. Robin Simanullang | Pragmatisme politik yang melekat dalam jejak Partai Golkar dan partai koalisi lainnya (PAN, PPP dan PKB) kembali diperagakan dengan ikut menari dalam gendang (hajatan) partai penguasa (Partai Demokrat). Tarian Golkar itu menggeliat-geliat dalam irama gendang yang punya hajat (Demokrat), seolah-olah mereka menari dalam hajatan sendiri.[1]
Apa buah nyata reformasi? Salah satu adalah perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah mengembalikan kedaulatan kepada rakyat, di antarnya kedaulatan secara langsung memilih Presiden dan Wakil Presiden. Berbeda dari sebelumnya, kedaulatan rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
”Saya tidak tunduk kepada konstituen apalagi kepada tekanan publik (demonstran) dan pers. Saya hanya tunduk pada konstitusi.” Pernyataan berani ini Anda (Presiden Terpilih Joko Widodo - Jokowi) kemukakan tatkala masih menjabat Walikota Solo.
Tanggal 20 Mei adalah hari bersejarah bagi bangsa ini. Hari berdirinya Budi Oetomo, yang kemudian setiap tahun diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Di tengah suasana bangsa saat ini, semangat kebangkitan nasional ini terasa amat penting direvitalisasi. Sebaiknya, harus dimulai dari setiap individu untuk bertanya perihal kontribusinya dalam proses kebangkitan bangsanya. Apa yang telah diberikan kepada bangsa dan negaranya.
Oleh Faisal Basri | Indonesia memiliki peluang amat besar untuk lebih cepat menjadi negara maju, ancar-ancarnya sekitar tahun 2025-2030. Untuk mewujudkan visi menjadi negara maju tersebut dibutuhkan lima syarat utama: struktur ekonomi yang tangguh, perekonomian yang memiliki daya saing, sumber daya manusia berkualitas, ketersediaan infrastruktur, dan kemampuan pembiayaan pembangunan.
Rektor Universitas Pelita Harapan ini seorang pelayan dan pembelajar. Kiprahnya dalam pengembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia, tak dapat dilupakan. Kebesaran PT Indosat tidak dapat dilepaskan dari sentuhan tangan dingin yang dilandasi ketajaman visi dan prediksinya ke depan. Ia, Jonathan Parapak, taruk yang bersemi dari Tana Toraja, pembelajar dan pelayan telematika Indonesia.
Nurdin Purnomo, Pendiri dan Ketua Umum Partai PBI, 1998 / Siap Calon Presiden 2004 | 15 Agts 1945 | Direktori | N | Laki-laki, Kristen Katolik, DKI Jakarta, Pengusaha, produser, KPU
Novriantoni, Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) / Islam dan Kebebasan Berekspresi | | Direktori | N | Laki-laki, Islam, , UI, aktivis, sosiolog, JIL, Gontor, Al-Azhar
Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan, Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983) / Bapak Sosiologi Indonesia | 23 Mei 1915 - 11 Jun 2003 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, UI, pakar, sosiolog, staf ahli, FEUI
Drs. Ch. Robin Simanullang, Pemred Tokoh Indonesia & Ketum FPWI / Jurnalisme Garam dan Obor | 18 Des 1952 | Direktori | C | Member | Laki-laki, Kristen Protestan, Sumatera Utara, Wartawan, tokoh, penulis, pemred, SIB, IKIP, tokoh indonesia
Sylvia Efi Widyantari Sumarlin, Direktur Utama PT Dama Persada-pemilik merek dagang chipset WiMax Xirka / Technopreneur di Balik Xirka | 19 Nov 1963 | Direktori | S | Perempuan, Kristen Katolik, DKI Jakarta, Telematika, Teknologi Informasi, direktur, pakar
Drs. Anas Urbaningrum, MA, Ketua Umum Partai Demokrat (2010-2015) / Partai Demokrat, Santun atau Sadis? | 15 Jul 1969 | Direktori | A | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Politisi, UGM, DPR, Unair, UI, demokrat, KPU
Omar Abdalla Siregar, Dirut Bank Bumi Daya (1977-1985) / Bankir Bermental Ikan Karper | 3 Jun 1926 | Direktori | O | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, Ekonom, UI, bankir
Dr. Andi Irmanputra Sidin, Pengamat Hukum Tata Negara / Cetusan Hati Pengagum Prabowo | | Wiki-tokoh | A | Laki-laki, Islam, Sumatera Selatan, pengamat, ahli, pakar, Hukum Tata Negara
Uswatun Hasanah, Pengrajin Tenun Batik / Pelestari Batik dan Tenun Tuban | 15 Okt 1970 | Wiki-tokoh | U | Perempuan, Islam, Jawa Tengah, batik, Pengrajin, tenun
Anis Khoirunnisa STh. I, Caleg DPR-RI dari PPP / Politisi Perempuan Muda Potensial | 25 Mei 1980 | Wiki-tokoh | A | Perempuan, Islam, DKI Jakarta, Politisi, PPP, DPR, Perempuan, muda, Caleg
Sutan Ibrahim Gelar Datuk Tan Malaka, Anggota KNI (Komite Nasional Indonesia) / Pejuang yang Misterius | 19 Feb 1896 - 1949 | Pahlawan | T | Laki-laki, Islam, Sumatera Barat, pahlawan nasional, Pahlawan, penulis, KNI
I Gusti Ketut Pudja, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, sampai 1968 / Pahlawan dari Singaraja | 19 Mei 1908 - 4 Mei 1977 | Pahlawan | I | Laki-laki, Hindu, Bali, pahlawan nasional, Pahlawan, Gubernur, sarjana hukum, PPKI
Farah Fauzan Quinn, Chef Profesional / Chef Seksi nan Modis | 8 Apr 1980 | Selebriti | F | Perempuan, Islam, Jawa Barat, makanan, seksi, Chef, Host, Restoran, kuliner, demo masak, modis
Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma, Penyanyi, presenter, aktivis pendidikan / Seniman Pemerhati Pendidikan | 21 Sept 1968 | Selebriti | D | Laki-laki, Islam, , Penyanyi, presenter, aktivis pendidikan, sekolah alam
Selama lebih dari 45 tahun, Hendarso setia membawakan alunan musik calung, alat musik dari bambu, yang kemudian dipadukannya dengan dangdut dan pop. Lagu-lagunya berlirik bahasa Sunda. Sebagian orang menyebut dia sebagai Michael Darso Si Raja Pop Sunda, mengacu pada raja pop dunia Michael Jackson.
Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan, Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983) / Bapak Sosiologi Indonesia | 23 Mei 1915 - 11 Jun 2003 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, UI, pakar, sosiolog, staf ahli, FEUI