Setiap kali percakapan tentang fondasi kebangsaan dibuka kembali, kita menyaksikan negara kerap terjebak dalam ambivalensi Pancasila. Sebuah frasa populer kerap diucapkan untuk melunakkan ketegangan: “Indonesia bukan negara Islam, tetapi negara Islami.” Sepintas, ungkapan ini terdengar menyejukkan. Namun, jika timbangan egaliter diletakkan secara jujur...
Jakarta, 20/1/2011: Satgas Pemberantasan Mafia Hukum membantah semua tuduhan Gayus (Mengejutkan, Sembilan Pengakuan Gayus) dalam siaran pers yang dibacakan dan dibagikan kepada pers di Kantor Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) di Jakarta, Rabu (19/1/2011) malam.
Catatan Kilas Ch. Robin Simanullang (10/2/2011) | Bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang tercermin dari sikap ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri, berpolitik itu sebuah kepastian, ada visi dan prinsip yang teguh. Sikap ini seringkali dimanfaatkan partai dan politisi lain demi kepentingan politik mereka, terutama politik transaksional. Tampaknya, PDIP juga menyadari hal ini, sehingga dalam implementasi prinsipnya sudah semakin matang.
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI: Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana terdiri dari TRI POLA, yaitu: pertama adalah pola program; kedua berupa pola penjelasan; ketiga merupakan pola pembiayaan. Dengan demikian, pola ini bukan suatu konsep dan perencanaan yang mengawang-ngawang. Bukan pula suatu perencanaan yang hanya berisi ide-ide besar yang tidak mungkin diimplementasikan
PRESIDEN JOKOWI*: Demokrasi kita ini sudah terlalu kebablasan. Praktek demokrasi politik yang kita laksanakan telah membuka peluang terjadinya artikulasi politik yang ekstrim, seperti liberalisme, radikalisme, fundamentalisme, sektarianisme, dan terorisme, serta ajaran yang lain, yang bertentangan dengan ideologi kita Pancasila.
Oleh Prof. Dr. Romli Atmasasmita, SH, LLM | Kondisi negara hukum di Indonesia saat ini selain diisi oleh aktivitas lembaga penegak hukum, juga dipenuhi aktivitas mafia hukum dan peradilan jalanan. Pengadilan sebagai benteng terakhir menggapai keadilan sejak masa lampau dalam praktik di Indonesia ternyata kalah pengaruh dari "peradilan jalanan".
Oleh Imam Prawoto, MBA* | Alkisah, tersebutlah seorang manusia yang sedang berbuat dan 'berbicara' dengan sebuah karya besarnya. Untuk masa depan anak bangsa di republik ini. Sungguh taklah sulit untuk berjujur kata, bahwa tokoh ini memiliki kecerdasan, talenta dan karakter pertahanan yang sangat kuat, penuh tanggung jawab, memiliki segudang gagasan, ide dan pandangan-pandangan kebangsaan dan kenegaraan. Memiliki magnet-futurist thinking.
Bondan Gunawan, Pjs. Menteri Sekretaris Negara (2000) / Garis Hidup Si Nasionalis | 24 Apr 1948 | Ensiklopedi | B | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, UGM, Menteri, Dosen, Rektor
KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudz, Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) / Pendobrak Pemikiran Tradisional NU | 17 Des 1937 | Ensiklopedi | A | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, MUI, ketua, NU, PBNU
Ari H Soemarno, Direktur Utama Pertamina (2006-2009) / Direktur Utama Pertamina | 14 Des 1948 | Ensiklopedi | A | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, CEO, Pertamina, Dirut
Kwee Tek Hoay, Sastrawan, Tokoh Agama, Wartawan / Sastrawan Tokoh Tridharma | 31 Jul 1885 - 4 Jul 1952 | Direktori | K | Laki-laki, Lainnya, Jawa Barat, Wartawan, Sastrawan, Tokoh Agama
Dr. Batara Ningrat Simatupang, Dosen dan Peneliti / Sang Murid Sosialisme | 25 Mei 1932 | Direktori | B | Laki-laki, Kristen Protestan, Sumatera Utara, Dosen, UI, peneliti
R Sunaryadi Tejawinata, Dokter spesialis / Sunaryadi dan Rasa Nyeri Penderita Kanker | 23 Agts 1935 | Wiki-tokoh | R | Laki-laki, Lainnya, Jawa Barat, dokter, spesialis, kanker, THT
Arief Budi Witarto, Peneliti (Insinyur Rekayasa Protein) / Memerdekakan Diri dari Birokrasi Negeri | 12 Mei 1971 | Wiki-tokoh | A | Laki-laki, Islam, Sumatera Selatan, peneliti, rekayasa protein
Harsha E Joesoef, Duta Besar RI untuk Slowakia, 8 Maret 2009-sekarang / Duta Besar Jasa Logistik | 30 Jan 1959 | Wiki-tokoh | H | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, Duta Besar
I Gusti Ketut Jelantik, Patih Agung Kerajaan Buleleng Bali (1828) / Patih Pembela Kehormatan Bali | - 1849 | Pahlawan | I | Laki-laki, Hindu, , pahlawan nasional, Pahlawan, kerajaan, patih agung, buleleng
Mohammad Husni Thamrin, Dewan Rakyat (Volksraad, 1927-1941) / Politikus yang Santun | 16 Feb 1894 - 11 Jan 1941 | Pahlawan | M | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, Dewan rakyat, Dewan kota, Volksraad
Otto Iskandardinata, Menteri Negara pada Kabinet Presidensiil pertama / Dari Guru, Wartawan, hingga Menteri | 31 Mar 1897 - 20 Des 1945 | Pahlawan | O | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, pahlawan nasional, Wartawan, Pahlawan, Menteri, Guru
Sri Betharia Sonatha, Penyanyi, pemain film / Populer Berkat Hati yang Luka | 14 Des 1960 | Selebriti | B | Perempuan, Islam, Jawa Barat, Penyanyi, film, cantik, melankolis