Setiap kali percakapan tentang fondasi kebangsaan dibuka kembali, kita menyaksikan negara kerap terjebak dalam ambivalensi Pancasila. Sebuah frasa populer kerap diucapkan untuk melunakkan ketegangan: “Indonesia bukan negara Islam, tetapi negara Islami.” Sepintas, ungkapan ini terdengar menyejukkan. Namun, jika timbangan egaliter diletakkan secara jujur...
Golkar, partai penguasa 30-an tahun Orde Baru, jika dilihat dari perolehan suara pemilu legislatif era reformasi, masih bertahan sebagai salah satu partai besar di Indonesia. Namun dalam hal pemilu presiden, tampak semakin tak berdaya, loyo, kerdil dan terpuruk jadi follower.Catatan Ch. Robin SimanullangWartawan TokohIndonesia.com
Oleh Prof. Dr. Romli Atmasasmita: Hui-mui sebaik apa pun penyusunannya, sepanjang dilakukan manusia, tetap saja hilang kesempurnaan dan nilai kemanusiaannya ketika dijalankan dalam praktik- Hal ini sudah tentu di luar jangkauan persepsi dan pemikiran para pembentuk undang-undang dan para ahli teori hukum yang tak pernah menyelami realitas hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Hari-hari ini, hampir semua kita berpendapat bahwa keterpurukan bangsa ini adalah akibat runtuhnya moralitas bangsa, terutama di kalangan elit. Artinya, sesungguhnya kita masih memiliki kesadaran (pengetahuan) bahwa bangsa ini akan bangkit dari keterpurukan jika kita (terutama para elit) mampu menjagai nurani dan moralitas masing-masing. Tetapi, sayang, kesadaran tentang kekuatan nurani dan moral itu hanya berada pada retorika di ujung lidah, tidak lagi berada di dalam jiwa dan perilaku kita.
Apa buah nyata reformasi? Salah satu adalah perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah mengembalikan kedaulatan kepada rakyat, di antarnya kedaulatan secara langsung memilih Presiden dan Wakil Presiden. Berbeda dari sebelumnya, kedaulatan rakyat itu dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Guru Besar dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah (1998-2006) / Permata Hijau Pemikir Islam | 4 Mar 1955 | Ensiklopedi | A | Member | Laki-laki, Islam, Sumatera Barat, Guru Besar, ICMI, Dosen, Cendekiawan Muslim, Rektor, HMI, UIN, Moderat
H. Probosutedjo, Pendiri Mercu Buana Group / Guru Pengusaha Pribumi | 1 Mei 1930 | Ensiklopedi | P | Member | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, CEO, Pengusaha, Dirut, komisaris
H. Patrialis Akbar, SH, Menteri Hukum dan HAM RI 2009-2011 / Gagal Berbuah Manis | 31 Okt 1958 | Direktori | P | Laki-laki, Islam, Sumatera Barat, Politisi, Menteri, hukum, HAM, Universitas Muhammadiyah
H. Ade Daud Iswandi Nasution, Mantan Anggota DPR / Dipukul Usai Uji Kelayakan Panglima | 5 Okt 1947 | Direktori | A | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, Politisi, Pengusaha, DPR
Drs Dudung B Supardi, MM, Wakil Bupati Purwakarta Periode 2008-2013 / Ulet dan Penuh Dedikasi | 14 Mei 1950 | Direktori | D | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, Sekda, wakil bupati
Bun Bunan EJ Hutapea, Deputi Gubernur BI (2002-2007) / Dari Staf Sampai Deputi Gubernur | 5 Sept 1948 | Direktori | B | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, UI, direktur, BI, Deputi Gubernur
Esthi Susanti, Direktur Eksekutif Hotline / Relawan, Panggilan Hidup | 26 Mei 1959 | Wiki-tokoh | E | Perempuan, Lainnya, Jawa Tengah, direktur, Relawan, eksekutif, hotline, swadaya
Endo Suanda, Etnomusikolog dan Seniman Tari / Pendokumentasian Budaya Nusantara | 14 Jul 1947 | Wiki-tokoh | E | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, Budaya, Seni tari, Etnomusikolog
Kapten CZI TNI Anumerta Pierre Andreas Tendean, Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur Kodam II/Bukit Barisan / Mati Melindungi Nasution | 21 Feb 1939 - 1 Okt 1965 | Pahlawan | P | Laki-laki, Kristen Protestan, DKI Jakarta, Pahlawan, Ajudan, komandan, Pahlawan Revolusi
Marsma TNI Anumerta R. Iswahyudi, Wakil AURI pada Komandemen Tentara Sumatera / Penerbang Kebanggaan AURI | 15 Jul 1918 - 14 Des 1947 | Pahlawan | I | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, pahlawan nasional, Pahlawan, instruktur, AURI
Mgr. Albertus Sugiyopranoto, Pastor Paroki / Rohaniawan Nasionalis | 25 Nov 1896 - 10 Jul 1963 | Pahlawan | A | Laki-laki, Kristen Katolik, Jawa Tengah, Pahlawan, Guru, pembela kemerdekaan
Hidayati Ahmad Leman, Desainer busana muslim, aktris / Tekuni Bisnis Pakaian Muslim | 16 Nov 1955 | Selebriti | I | Perempuan, Islam, Sumatera Barat, desainer, aktris, perancang, busana, busana muslim
Diandra Paramitha Sastrowardoyo, Aktris, Bintang Iklan, Model, Presenter / Selektif Memilih Peran | 16 Mar 1982 | Selebriti | D | Perempuan, Islam, DKI Jakarta, cantik, presenter, aktris, model, bintang iklan
Natashia Nikita ( Niq), Penyanyi Lagu Rohani / Menyanyi untuk Tuhan | 22 Mei 1988 | Selebriti | N | Perempuan, Kristen Protestan, DKI Jakarta, Penyanyi, cantik, lagu rohani, penyanyi rohani
Penyanyi yang populer di era tahun 80-an ini banyak membawakan tembang-tembang pop, rohani, hingga lagu daerah. Selain piawai di bidang olah vokal, Victor juga memiliki kepedulian yang tinggi pada sesamanya. Ia sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial.