Netral Melampaui Dinamika Politik
Ibadah dan Perjamuan Kudus Peringatan 165 Tahun HKBP di Senayan, Minggu 18 Oktober 2026, akhirnya tidak sekadar menjadi ajang perhimpunan massa yang megah. Ia telah bermetamorfosis menjadi momen pemurnian spiritual: membebaskan gereja dari bias politik, mendorong pelurusan sejarah menuju...
Beberapa peristiwa politik yang terjadi belakangan ini memerlihatkan lagak para pendiri partai politik yang salah kaprah. Beberapa pendiri (inisiator) parpol memeragakan seolah mereka pemilik parpol, baik dalam ucapan, maupun sikap dan tindakan. Seolah-olah parpol itu seperti badan usaha perseroan atau komanditer dimana pendiri (pemegang saham) sebagai pemilik.|| Ch. Robin Simanullang
Setiap kali terjadi banjir besar dan kemacetan parah di Jakarta, selalu timbul berbagai pendapat reaktif tentang beban Jakarta yang sudah tidak layak lagi sebagai Ibukota Negara dan pusat pemerintahan Republik Indonesia. Lalu, setelah banjir surut berbagai pendapat itu pun surut pula tanpa bekas, tanpa tindak lanjut.
CATATAN KILAS Ch. Robin Simanullang | Ancaman Mendagri Gamawan Fauzi bisa memecat kepala daerah yang ikut berdemo menolak kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga BBM, menunjukkan lemahnya kepemimpinan dan koordinasi Kemendagri (Pemerintah Pusat) dengan Pemerintah Daerah.
Pada edisi lalu, kolom ini bertajuk Bobot Kepemimpinan. Diawali dengan pertanyaan: Siapakah yang layak disebut tokoh Indonesia dan apa kriterianya? Tokoh Indonesia itu ialah semua pemimpin formal dan informal Indonesia tanpa pembatasan tingkatan, melainkan lebih kepada bobot kepemimpinannya. Sebab seorang kolonel bisa mengukir prestasi yang oleh seorang jenderal belum tentu bisa (pernah) melakukannya.
Siapakah yang layak disebut tokoh Indonesia dan apa kriterianya? Pertanyaan ini sering kami terima dari berbagai kalangan. Termasuk pertanyaan klise dari para tokoh: "Apakah saya sudah layak disebut tokoh Indonesia?" Jawaban kami sederhana: Tokoh Indonesia itu ialah semua pemimpin formal dan informal Indonesia tanpa pembatasan tingkatan. Sebab seorang kolonel bisa mengukir prestasi yang oleh seorang jenderal belum tentu bisa (pernah) melakukannya.
Oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra | Ada apa ketika para pemimpin dan tokoh lintas agama, Senin (10/1/2011) lalu, mengeluarkan pernyataan terbuka yang kemudian dikenal sebagai "kebohongan" [rezim] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? Kenapa tiba-tiba mereka "turun gunung" secara bersama-sama dan kemudian keluar ke depan publik dengan sejumlah daftar "kebohongan" tersebut? Bagaimana kita memahami gejala yang cukup mengagetkan ini?
Sri Susuhunan Paku Buwono (PB) XII (Raden Mas Gusti Suryo Guritno), Raja Keraton Kasunanan Surakarta (1945-2004) / Raja Terlama Dinasti Mataram | 14 Apr 1925 - 11 Jun 2004 | Ensiklopedi | P | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, kerajaan, raja, keraton
Kyai Haji Samanhudi, Pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI) / Pengusaha Pembela RI | 1868 - 28 Des 1956 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Pahlawan, Pahlawan Kemerdekaan Nasional, SDI
Amien Sunaryadi, Ak, MPA, CISA, Mantan Pimpinan KPK / Dari BPKP dan MTI ke KPK | 23 Jan 1960 | Ensiklopedi | A | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, Akuntan, KPK
Ki Ageng Widyanto Suryo Buwono, Pemilik Bakso Lapangan Tembak / Bakso Pikul Jadi Resto Franchise | 15 Jun 1949 - 9 Jul 2011 | Ensiklopedi | W | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Bakso, Waralaba
Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, Menteri Dalam Negeri (1998-1999) / Dari Riau Menjabat Mendagri | 10 Nov 1943 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Islam, Riau, DPR, Menteri, Lemhannas, Akmil
Drs. Monang Sitorus, SH, MBA, Bupati Toba Samosir (2005-2010) / Bupati Pengukir Toba Mas 2010 | 13 Des 1954 | Direktori | M | Laki-laki, Kristen Protestan, Sumatera Utara, Bupati, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas HKBP Nomensen, Toba
Pdt. DR. Solfianus Reimas, Ketum PGLII dan Bless Indonesia 2020 / Perjuangkan Kesatuan Gereja | 28 Nov 1951 | Direktori | S | Laki-laki, Kristen Protestan, Maluku, Pendeta, gereja, kesatuan, Lintas Agama, Injil, ekumene, interdenominasi, PGLII
Norbertus Riantiarno (Nano), Pendiri Teater Koma / Pendiri Teater Koma | 6 Jun 1949 | Direktori | N | Laki-laki, Kristen Katolik, Jawa Barat, sutradara, redaktur, teater
Manuel Kaisiepo, Anggota DPRD (2009-2014) / Demi Kestabilan Indonesia | 25 Des 1953 | Direktori | M | Laki-laki, Kristen Protestan, Papua, Wartawan, UGM, DPR, Menteri, editor, Unas, STF
I Gusti Ngurah Gede Pemecutan, Pelukis / Sidik Jari Ngurah dalam Museum | 4 Jul 1936 | Wiki-tokoh | N | Laki-laki, Lainnya, Bali, Seniman, Budayawan, pelukis
H KI Agus Zainal Arifin, Desainer, Perancang busana / Bawa Songket ke Luar Negeri | 13 Jul 1966 | Wiki-tokoh | A | Laki-laki, Islam, Sumatera Selatan, desainer, perancang, busana, songket
Kortanius Sabeleake, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai 2004-2009 / Memandirikan Korban Tsunami | 6 Jan 1966 | Wiki-tokoh | K | Laki-laki, Lainnya, Sumatera Barat, Petani, DPRD, Mentawai, tsunami
Teuku Nyak Arif, Ketua Dewan Rakyat Aceh / Perjuangan Si Rencong Aceh | 17 Jul 1899 - 4 Mei 1946 | Pahlawan | T | Laki-laki, Islam, Nanggroe Aceh Darussalam, pahlawan nasional, Pahlawan, Dewan rakyat
Opu Daeng Risaju, Aktivis PSII, Pahlawan Nasional / Teguh Melawan Penjajah | 1880 - 10 Feb 1964 | Pahlawan | O | Perempuan, Islam, Sulawesi Selatan, Pahlawan, Pejuang, Bangsawan, Perempuan, PSII
Gerungan Saul Samuel Jacob (GSSJ) Ratulangi, Gubernur Sulawesi / Pahlawan Termasyur dari Minahasa | 5 Nov 1890 - 30 Jun 1949 | Pahlawan | S | Laki-laki, Kristen Protestan, Sulawesi Utara, Pahlawan Kemerdekaan, Gubernur
Silas Papare, Pendiri Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII), 1946 / Pahlawan Nasional dari Irian Jaya | 18 Des 1918 - 7 Mar 1978 | Pahlawan | S | Laki-laki, Kristen Protestan, Papua, pahlawan nasional, Pahlawan, pendiri
Roro Patma Dewi Tjitrohadikusumo, Bintang Film / Aktris Film Tiga Dara | 26 Jan 1934 - 28 Okt 2008 | Selebriti | C | Perempuan, Islam, Jawa Barat, film, aktris
Elvy Sukaesih, Penyanyi Dangdut / Si Ratu Dangdut | 25 Jun 1951 - 19 Sept 2009 | Direktori | E | Perempuan, Islam, DKI Jakarta, Penyanyi, Penyanyi dandut, Ratu dangdut
Mendya Barends Sarmanella, Presenter, penyiar radio / Dulu Benci, Sekarang Cinta | 15 Jan 1972 | Selebriti | I | Perempuan, Kristen Protestan, Jawa Barat, presenter, penyiar radio
Seorang lagi putera bangsa terbaik telah tiada. Ia 'Bapak Sosiologi Indonesia' Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan (88), meninggal dunia Rabu 11/6/03 pukul 12.55 di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, karena komplikasi jantung dan stroke. Sosiolog yang mantan camat kelahiran Yogyakarta, 23 Mei 1915 ini dikebumikan di Pemakaman Kuncen, Yogyakarta, hari Kamis 12/6/03 pukul 12.00 WIB. Penerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah ini adalah pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (kini FISIP-UI) dan sampai akhir hayatnya dengan setia menjadi dosen sosiologi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).