Sebuah Renungan atas 1 Tesalonika 2:8–12
Ada sesuatu yang terjadi ketika Firman Tuhan dibacakan di tengah jemaat. Kata-kata itu tidak jatuh ke ruang hampa. Ia mendarat di tanah yang nyata — di tanah yang sudah lama dibajak oleh doa-doa nenek moyang, di tanah yang...
Oleh Kiki Syahnakri | Akar pokok problematika keindonesiaan saat ini bercabang tiga. Pertama, telah dipaksakan suatu "transplantasi (demokrasi) liberal" di negeri ini. Kedua, pemisahan diametral-absolut antara fungsi pertahanan dan keamanan. Ketiga, lemahnya kepemimpinan.
Oleh Pdt. Markus Daniel Wakarry | Bangsa memerlukan pemimpin. Jikalau tidak ada pemimpin, jatuhlah bangsa. Bangsa tidak akan bertumbuh mencapai kedewasaan, tanpa kepemimpinan. Suatu bangsa yang tengah bertumbuh dan bergumul dalam dunia yang penuh goncangan dan krisis, memerlukan pimpinan yang solid, yang kekuatannya bertumpu pada asas-asas kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai dasar dan konstitusi yang dianutnya.
Oleh Faisal Basri | Indonesia memiliki peluang amat besar untuk lebih cepat menjadi negara maju, ancar-ancarnya sekitar tahun 2025-2030. Untuk mewujudkan visi menjadi negara maju tersebut dibutuhkan lima syarat utama: struktur ekonomi yang tangguh, perekonomian yang memiliki daya saing, sumber daya manusia berkualitas, ketersediaan infrastruktur, dan kemampuan pembiayaan pembangunan.
Oleh Dr. Ir. Arif Budimanta, MSc | Apabila kita berbicara mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development), maka kepedulian utamanya adalah menjawab tantangan tentang pemerataan pemenuhan kebutuhan generasi masa kini dan generasi masa mendatang.
Rektor Universitas Pelita Harapan ini seorang pelayan dan pembelajar. Kiprahnya dalam pengembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di Indonesia, tak dapat dilupakan. Kebesaran PT Indosat tidak dapat dilepaskan dari sentuhan tangan dingin yang dilandasi ketajaman visi dan prediksinya ke depan. Ia, Jonathan Parapak, taruk yang bersemi dari Tana Toraja, pembelajar dan pelayan telematika Indonesia.
Kedekatannya dengan keluarga Cendana di zaman Orde Baru memuluskan jalannya sebagai pengusaha di bidang perkayuan. Lewat kerajaan bisnis Grup Barito Pacific, taipan yang pernah menjadi supir angkutan umum dan penjual ikan asin ini, masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.
Dr. Yenti Garnasih, SH, MH, lahir di Sukabumi, 11 Januari 1959. Dosen hukum pidana bidang ekonomi dan tindak pidana khusus Fakultas Hukum Trisakti ini menjadi doktor pertama Indonesia dalam bidang pencucian uang. Gelar doktor itu diraihnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) tahun 2003 setelah melakukan studi pustaka di Washington University dengan sedikitnya 500 dokumen.
Prof Dr Ir Mohammad Sadli, Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan II (1973-1978) / Ekonom Senior Orde Baru | 10 Jun 1922 - 8 Jan 2008 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, Guru Besar, UGM, Menteri, Rektor, UI, penulis, Universitas Harvard
Dr. Ir. Andung A. Nitimiharja, Menteri Perindustrian (2004-2005) / Mengabdi Sampai Akhir | 4 Apr 1950 - 22 Okt 2009 | Ensiklopedi | A | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, Menteri, Duta Besar
H. Adam Malik Batubara, Wakil Presiden RI (1978-1983) / Si Kancil Pengubah Sejarah | 22 Jul 1917 - 5 Sept 1984 | Ensiklopedi | A | Member | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, Wartawan, Sumatera Utara, Wakil Presiden, Keua MPR, Menlu, Diplomat, Antara, Pematang Siantar
Bondan Haryo Winarno, Ketua Jalansutra, Pembawa acara kuliner, penulis / Pelopor Wisata Kuliner | 29 Apr 1950 | Direktori | B | Laki-laki, Kristen Protestan, Jawa Timur, penulis, Undip, Ketua Jalansutra, Pembawa acara kuliner
Erry Firmansyah, Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta (2002) / Lesatkan Bursa Efek Jakarta | 18 Sept 1955 | Direktori | E | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, UI, direktur, komisaris, BEJ
Yossiady Bambang Singgih, Pendiri Yoss Traditional Center / Pelestari Dolanan di Lereng Ungaran | 28 Okt 1954 | Wiki-tokoh | Y | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Budayawan, pendiri, ahli, silat
Tine Mulyatini, Pemerhati kebudayaan / Melestarikan Budaya dengan Miniatur | 10 Okt 1970 | Wiki-tokoh | T | Perempuan, Lainnya, Jawa Barat, Budaya, miniatur
Cecep Maman Suherman, Perintis PKBM Gajah Mada / Ayah bagi Anak Yatim dan Tunakarya | 13 Apr 1937 | Wiki-tokoh | C | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, perintis, PKBM, instruktur
Syukri Ramzan, Seniman musik dol dan koreografer / Revolusi Musik Dol Bengkulu | | Wiki-tokoh | S | Laki-laki, Lainnya, Bengkulu, Seniman, musik, koreografer
Ismail Marzuki, Komponis / Komponis Pejuang Legendaris | 11 Mei 1914 - 25 Mei 1958 | Pahlawan | I | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, pahlawan nasional, Pahlawan, Pencipta Lagu
Raden Dewi Sartika, Guru, Pendiri Sekolah Isteri (16 Januari 1904) / Dewi Pendidikan dari Cicalengka | 4 Des 1884 - 11 Sept 1947 | Pahlawan | R | Perempuan, Islam, Jawa Barat, Pahlawan, Guru, Pahlawan Kemerdekaan Nasional
Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardani, Penyanyi, aktris / Tampil Seksi di Atas Panggung | 30 Des 1978 | Selebriti | S | Perempuan, Islam, DKI Jakarta, Penyanyi, cantik, presenter, penyiar
Farah Fauzan Quinn, Chef Profesional / Chef Seksi nan Modis | 8 Apr 1980 | Selebriti | F | Perempuan, Islam, Jawa Barat, makanan, seksi, Chef, Host, Restoran, kuliner, demo masak, modis
Seorang lagi putera bangsa terbaik telah tiada. Ia 'Bapak Sosiologi Indonesia' Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan (88), meninggal dunia Rabu 11/6/03 pukul 12.55 di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, karena komplikasi jantung dan stroke. Sosiolog yang mantan camat kelahiran Yogyakarta, 23 Mei 1915 ini dikebumikan di Pemakaman Kuncen, Yogyakarta, hari Kamis 12/6/03 pukul 12.00 WIB. Penerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah ini adalah pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (kini FISIP-UI) dan sampai akhir hayatnya dengan setia menjadi dosen sosiologi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).