Setiap kali percakapan tentang fondasi kebangsaan dibuka kembali, kita menyaksikan negara kerap terjebak dalam ambivalensi Pancasila. Sebuah frasa populer kerap diucapkan untuk melunakkan ketegangan: “Indonesia bukan negara Islam, tetapi negara Islami.” Sepintas, ungkapan ini terdengar menyejukkan. Namun, jika timbangan egaliter diletakkan secara jujur...
Oleh Prof. Dr. Tamrin Amal Tomagola | Kepentingan keutuhan negara dan bangsalah yang sedang dipertaruhkan. Karena itu, entitas negara dan bangsa—beserta seluruh jajaran dan komponennya—harus tampil maksimal menghadapi musuh bersama: perusuh radikal-picik yang memorakporandakan ruang publik milik bersama warga.
Oleh Dr. Suryadharma Ali, MSi* | PPP mendesak pemerintah untuk merealokasi subsidi BBM kepada peningkatan subsidi petani dan nelayan, untuk peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan di daerah, pembangunan jaringan transmisi dan menambal defisit neraca daya listrik, serta pembangunan infrastruktur pedesaan.
Pada tahun 2014, kota Jakarta akan kolaps macet total akibat pertumbuhan kendaraan tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan. Pada saat itu, siapa saja boleh beli mobil namun tak bisa keluar rumah, cukup diselimuti saja di garasi. Untuk mengatasi masalah itu, Gubernur Sutiyoso menggagas suatu pola transportasi makro. Dia pun memotivasi Rustam Effendi selaku Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk membantunya mewujudkan obsesi itu. Itulah ikhwal awal berprosesnya reformasi total (revolusi) transportasi di Jakarta.
RM Roy Suryo, Anggota DPR/MPR RI 2009-2014 / Dosen Multimedia yang Dibesarkan Media | 18 Jul 1968 | Direktori | R | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, DPR, Dosen, pakar, multimedia
Johannes Soerjoko, Pemilik studio rekaman Aquarius / 40 Tahun Aquarius | 7 Feb 1949 | Wiki-tokoh | J | Laki-laki, Lainnya, DKI Jakarta, Pengusaha, musik, studio, rekaman, aquarius
Dra. Siti Hartati Tjakra Murdaya, Pengusaha, Pemimpin Grup Central Cipta Murdaya (CCM) / Berbisnis Berlandaskan Ajaran Buddha | 29 Agts 1946 | Direktori | S | Perempuan, Buddha, DKI Jakarta, Pengusaha, Trisakti, Tarumanegara
Franciscus Xaverius Seda, Menteri Keuangan (1966-1968) / Dedikasi dan Integritas untuk Bangsa | 4 Okt 1926 - 31 Des 2009 | Ensiklopedi | F | Laki-laki, Kristen Katolik, Nusa Tenggara Timur, Menteri, Duta Besar, Atmajaya, Dekan, DPA
Sitor Situmorang, Sastrawan 1945 / Legenda Penyair Soekarnois | 2 Okt 1924 - 21 Des 2014 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Kristen Protestan, Sumatera Utara, Wartawan, Sastrawan, penulis, pemred
Marimutu Sinivasan, Presiden Direktur Group Texmaco / Kita Bukan Bangsa Tempe | 17 Des 1937 | Ensiklopedi | M | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, direktur, group, texmaco
Saur Marlinang Manurung, Guru anak suku pedalaman Jambi / Ibu Guru di Hutan Belantara | 21 Feb 1972 | Ensiklopedi | B | Perempuan, Lainnya, DKI Jakarta, Guru, aktivis, pedalaman
Arifin M Siregar, Menteri Perdagangan (1988-1993) / Pemimpin Bertangan Dingin | 11 Feb 1934 | Ensiklopedi | A | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, Menteri, Duta Besar, Bank Indonesia
Dr Ir Anny Ratnawati, M.S, Wakil Menteri Keuangan (2010-2014) / Wakil Menteri Keuangan dari IPB | 24 Feb 1962 | Direktori | A | Perempuan, Islam, DI Yogyakarta, IPB, Pertamina, Menteri, Dosen, pertanian, keuangan, peneliti, komisaris
Sis Maryono Teguh, Konsultan dan Motivator / Pewarta The Golden Ways | 5 Mar 1956 | Direktori | M | Laki-laki, Islam, Sulawesi Selatan, konsultan, motivator, trainer, pembicara
Rudy Hadisuwarno, Penata Rambut, Pengusaha Salon / Maestro Tata Rambut | 21 Okt 1949 | Direktori | R | Laki-laki, Lainnya, Jawa Tengah, UNJ, Penata Rambut, Pengusaha Salon, salon
Imam Budidarmawan Prasodjo, Dosen Sosiologi FISIP UI / Sosiolog yang Dikira Sombong | 15 Feb 1960 | Direktori | I | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Dosen, UI, sosiolog, KPU, Manhattan
Novita Tandri, Managing Director Tumble Tots Indonesia / Mimpi Novita Tandry | 9 Mar 1971 | Wiki-tokoh | N | Perempuan, Lainnya, Sulawesi Tenggara, Pendidikan, cantik, psikolog
Riboet Darmosoetopo, Epigraf, dosen / Rujukan Pembacaan Prasasti | 21 Nov 1935 | Wiki-tokoh | R | Laki-laki, Lainnya, DI Yogyakarta, Dosen, arkeolog, histografi, epigraf
Nyak Ina Raseuki (a.k.a Ubiet), Dosen, musisi / Fleksibilitas Kesenian | 24 Mei 1965 | Wiki-tokoh | U | Laki-laki, Islam, DKI Jakarta, musisi, Dosen, Penyanyi
Pangeran Diponegoro, Pemimpin Perang Diponegoro / Pejuang Berhati Bersih | 11 Nov 1785 - 8 Jan 1855 | Pahlawan | P | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, pahlawan nasional, Pahlawan, Perang sabil
Sukarjo Wiryopranoto, Pengacara pada Pengadilan Tinggi di Surabaya / Diplomat Pembebas Irian Barat | 5 Jun 1903 - 23 Okt 1962 | Pahlawan | S | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Pahlawan, Duta Besar, pengacara, Pahlawan Kemerdekaan Nasional
Mohammad Natsir, Perdana Menteri Indonesia ke-5 / Perjuangkan Islam Dasar Negara | 17 Jul 1908 - 6 Feb 1993 | Pahlawan | M | Laki-laki, Islam, Sumatera Barat, pahlawan nasional, Pahlawan, masyumi, Perdana Menteri
Seorang lagi putera bangsa terbaik telah tiada. Ia 'Bapak Sosiologi Indonesia' Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan (88), meninggal dunia Rabu 11/6/03 pukul 12.55 di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, karena komplikasi jantung dan stroke. Sosiolog yang mantan camat kelahiran Yogyakarta, 23 Mei 1915 ini dikebumikan di Pemakaman Kuncen, Yogyakarta, hari Kamis 12/6/03 pukul 12.00 WIB. Penerima Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah ini adalah pendiri sekaligus dekan pertama Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (kini FISIP-UI) dan sampai akhir hayatnya dengan setia menjadi dosen sosiologi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).
Prof Dr Kanjeng Pangeran Haryo Selo Soemardjan, Asisten Wakil Presiden Urusan Kesejahteraan Rakyat (1978-1983) / Bapak Sosiologi Indonesia | 23 Mei 1915 - 11 Jun 2003 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, UI, pakar, sosiolog, staf ahli, FEUI
Tokoh Indonesia DotCom, yang tengah dibangun menjadi Ensiklopedi Online Tokoh Indonesia, tepat pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2004, genap berusia dua tahun. Sehingga bagi kami, 20 Mei, selalu bermakna ganda. Selain sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang menyalakan semangat kebangkitan bangsa, nasionalisme, juga sebagai saat mengucap syukur, introspeksi, menghitung hari-hari, sejenak menengok ke belakang lalu menatap ke depan.